SERING MENUNDA WAKTU SHALAT, BAGAIMANA HUKUMNYA?

SERING MENUNDA WAKTU SHALAT, BAGAIMANA HUKUMNYA?

Dari Supriatman, Assalamu alaikum, mau bertanya, tentang melaksanakan shalat, hampir habis waktunya.

Jawaban: Orang yang sengaja mengakhirkan waktu shalat tanpa ada alasan atau udzur syari apalagi menjadikan kebiasaan adalah termasuk orang yang melanggar ketentuan syariat Islam dan ia berdosa. Allah berfirman;

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya. (Al-Ma’un: 4-5)

Imam Ibnu Katsir berkata; “Hal ini adakalanya mengandung pengertian tidak mengerjakannya sama sekali, menurut pendapat Ibnu Abbas , atau mengerjakannya bukan pada waktu yang telah ditetapkan baginya menurut syara’ bahkan mengerjakannya di luar waktunya, sebagaimana yang dikatakan oleh Masruq dan Abud Duha . Ata ibnu Dinar mengatakan bahwa segala puji bagi Allah yang telah mengatakan dalam firman-Nya: yang lalai dari shalatnya. (QS. Al-Ma’un: 5) Dan tidak disebutkan “yang lalai dalam shalatnya”. Adakalanya pula karena tidak menunaikannya di awal waktunya, melainkan menangguhkannya sampai akhir waktunya secara terus-menerus atau sebagian besar kebiasaannya. Dan adakalanya karena dalam menunaikannya tidak memenuhi rukun-rukun dan persyaratannya sesuai dengan apa yang diperintahkan. Dan adakalanya saat mengerjakannya tidak khusyuk dan tidak merenungkan maknanya. Maka pengertian ayat mencakup semuanya itu. Tetapi orang yang menyandang sesuatu dari sifat-sifat tersebut berarti dia mendapat bagian dari apa yang diancamkan oleh ayat ini. Dan barang siapa yang menyandang semua sifat tersebut, berarti telah sempurnalah baginya bagiannya dan jadilah dia seorang munafik dalam amal perbuatannya.
Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

«تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ، تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ، تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ، يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا لَا يَذْكُرُ اللَّهُ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا»

“Itu adalah shalatnya orang munafik, itu adalah salatnya orang munafik, itu adalah shalatnya orang munafik. Dia duduk menunggu matahari; dan manakala matahari telah berada di antara kedua tanduk setan yakni akan tenggelam, maka bangkitlah ia untuk shalat dan mematuk yakni shalat dengan cepat sebanyak empat kali, tanpa menyebut Allah di dalamnya melainkan hanya sedikit.”

Jadi, mengakhirkan waktu shalat bukan karena ada alasan atau udzur syari adalah perbuatan yang sangat buruk, hendaknya setiap muslim memperhatikan dalam masalah ini. Wallahu a`lam

2 Replies to “SERING MENUNDA WAKTU SHALAT, BAGAIMANA HUKUMNYA?”

  1. Assalamualaikum
    Saya setiap hari melaksanakan shalat isya jam 3 pagi dilanjut shalat tahajud dilanjut salat subuh dimasjid ….
    Apakah saya termasuk dengan menunda shalat ..
    Mohon penjelasannya
    Jazakallah

    1. Waalaikumussalam. Baiknya utk isya jgn jam 3….krn sbgian ulama bilang..waktu isya abis dipertengan malam. Kl isya baiknya shalat jamaah bagi laki2…menunda isya jika ada rombongan yg siap diajak berjamaah saat menunda itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *