‘AISYAH RADHIYALLAHU ‘ANHA DAN RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

‘AISYAH RADHIYALLAHU ‘ANHA DAN RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

1. Rasulullah Diperlihatkan ‘Aisyah Dalam Mimpi Sebelum Beliau Menikahinya

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيتُكِ فِي الْمَنَامِ ثَلَاثَ لَيَالٍ جَاءَنِي بِكِ الْمَلَكُ فِي سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ فَيَقُولُ هَذِهِ امْرَأَتُكَ فَأَكْشِفُ عَنْ وَجْهِكِ فَإِذَا أَنْتِ هِيَ فَأَقُولُ إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يُمْضِهِ

Dari ‘Aisyah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: Hai ‘Aisyah, dulu kamu diperlihatkan kepadaku selama tiga malam dalam mimpiku. Seorang malaikat datang membawamu kepadaku dengan beragam sutera. Malaikat itu berkata, Hai Muhammad, inilah isterimu! Kemudian aku buka cadar wajahmu dan ternyata ia itu adalah Kamu. Maka aku katakan, ‘Jika mimpi ini berasal dan Allah, niscaya Dia akan merealisasikannya. ” (HR. Muslim)

2. Nama Rasulullahlah Yang Tidak Pernah Disebut Oleh ‘Aisyah Ketika Ia Sedang Marah

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ إِذَا كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً وَإِذَا كُنْتِ عَلَيَّ غَضْبَى قَالَتْ فَقُلْتُ وَمِنْ أَيْنَ تَعْرِفُ ذَلِكَ قَالَ أَمَّا إِذَا كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً فَإِنَّكِ تَقُولِينَ لَا وَرَبِّ مُحَمَّدٍ وَإِذَا كُنْتِ غَضْبَى قُلْتِ لَا وَرَبِّ إِبْرَاهِيمَ قَالَتْ قُلْتُ أَجَلْ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَهْجُرُ إِلَّا اسْمَك

Dari ‘Aisyah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata: Sesungguhnya aku tahu kapan kamu suka kepadaku dan kapan kamu marah kepadaku.’ Aisyah bertanya; ‘Dari mana engkau mengetahui itu, ya Rasulullah? ‘ Rasulullah menjawab: Ketika kamu sedang suka kepadaku, maka kamu akan mengatakan; Demi Tuhan Muhammad’. Dan ketika kamu sedang marah kepadaku, maka kamu akan mengatakan; ‘Demi Tuhan Ibrahim.’ Aisyah berkata, Demi Allah ya Rasulullah, memang yang tidak saya sebut ketika saya sedang marah hanyalah nama engkau. ” (HR. Muslim)

3. Teman-Teman ‘Aisyah Enggan Mendekat Dengannya Karena Malu Dengan Rasulullah

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا كَانَتْ تَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ وَكَانَتْ تَأْتِينِي صَوَاحِبِي فَكُنَّ يَنْقَمِعْنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَرِّبُهُنَّ إِلَيَّ حَدَّثَنَاه أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ح و حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ كُلُّهُمْ عَنْ هِشَامٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ فِي بَيْتِهِ وَهُنَّ اللُّعَبُ

Dari ‘Aisyah dia berkata; bahwasanya pada suatu hari dia sedang bermain-main bersama anak-anak perempuan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Aisyah berkata; Pada saat itu teman-teman mendatangi saya. Akan tetapi, sepertinya mereka enggan mendekat kepada saya karena malu kepada Rasulullah. Akhirnya Rasulullah pun mempersilahkan mereka untuk menemui saya. ” (HR. Muslim)

4. Orang-Orang Berlomba-Lomba Memberikan Hadiah Saat Pernikahan ‘Aisyah Karena Mengharap Keridhaan Rasulullah

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا يَتَحَرَّوْنَ بِهَدَايَاهُمْ يَوْمَ عَائِشَةَ يَبْتَغُونَ بِذَلِكَ مَرْضَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari ‘Aisyah bahwasanya orang-orang berlomba-lomba memberikan hadiah dan kado yang berharga pada hari pernikahan ‘Aisyah karena mengharap keridhaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. ” (HR. Muslim)

5. Kesabaran Dan Hormatnya ‘Aisyah Kepada Rasulullah

Telah mengabarkan kepadaku Muhammad ‘Abdur Rahman bin Al Harits bin Hisyam bahwa ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata; Pada suatu hari, para istri Rasulullah mengutus Fatimah binti Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menghadap kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu Fatimah meminta izin kepada Rasulullah, yang ketika itu sedang berbaring bersama saya dengan mengenakan selimut saya, dan beliau pun mempersilahkan Fatimah untuk masuk. Fatimah berkata; Ya Rasulullah, sesungguhnya para istri engkau telah mengutus saya kepada engkau untuk menuntut keadilan tentang putri Abu Quhafah, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan saya terdiam tidak dapat memberikan jawaban. ‘Aisyah berkata; Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Fatimah: ‘Hai puteriku, tidakkah kamu menyenangi apa yang aku senangi? ‘ Fatimah menjawab; Tentu saja. Rasulullah berkata; Kalau begitu, maka cintailah wanita ini. ‘Aisyah berkata; Setelah mendengar jawaban Rasulullah. Fatimah langsung berdiri dan memberitahukan kepada mereka, istri-istri Rasulullah, tentang apa yang dia katakan dan apa yang dikatakan oleh Rasulullah kepadanya. Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya; Hai Fatimah, sebenarnya kami mengutusmu kepada beliau tadi itu tidak memberikan keuntungan apa pun kepada kami. Oleh karena itu, kembalilah kepada ayahmu itu dan katakan kepada beliau; ‘Sesungguhnya para istri-istri engkau tengah menuntut keadilan tentang puteri Abu Quhafah. Fatimah berkata; Demi Allah, saya tidak akan berani mengatakan itu kepada Rasulullah untuk selamanya. ‘Aisyah berkata; Kemudian para istri Rasulullah bersepakat untuk mengutus Zainab binti Jahsy, salah seorang istri Rasulullah. ‘Aisyah berkata; Zainab adalah salah seorang istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang pernah tawar menawar dengan saya mengenai giliran bersama Rasulullah. Dan lagi, menurut hemat saya, tidak ada perempuan lain yang melebihi Zainab dalam kebaikan agamanya, ketakwaannya kepada Allah, kebenaran pembicaraannya, silaturrahimnya, banyaknya sedekah, banyaknya amal kebajikan, dan taqarrubnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. ‘Aisyah berkata; ‘Kemudian Zainab memohon izin kepada Rasulullah untuk masuk ke dalam rumah, yang pada saat itu Rasulullah sedang bersama ‘Aisyah dengan mengenakan kain selimutnya, sebagaimana keadaan ketika beliau bersama Aisyah pada saat didatangi oleh Fatimah. Lalu Rasulullah mempersilahkan Zainab masuk ke dalam. Setelah itu Zainab pun berkata; ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya para istri engkau menuntut keadilan tentang puteri Abu Bakar. ‘Aisyah berkata; Kemudian Zainab menerjang dan menindih tubuh saya beberapa saat, sementara saya hanya memperhatikan Rasulullah melalui sorot mata beliau, apakah beliau mengizinkan saya untuk balas menerjang Zainab atau tidak? ‘Aisyah berkata; Zainab terus menindih saya hingga saya tahu bahwasanya Rasulullah tidak akan marah jika saya membalas serangan Zainab hingga saya menang. Setelah itu, saya pun berhasil menerjang dan menindih Zainab dengan serangan yang lembut. Kemudian Rasulullah tersenyum sambil berkata; ‘Aisyah memang putri Abu Bakr. ” (HR. Muslim)

6. Rasulullah Wafat Di Pangkuan ‘Aisyah

عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَتَفَقَّدُ يَقُولُ أَيْنَ أَنَا الْيَوْمَ أَيْنَ أَنَا غَدًا اسْتِبْطَاءً لِيَوْمِ عَائِشَةَ قَالَتْ فَلَمَّا كَانَ يَوْمِي قَبَضَهُ اللَّهُ بَيْنَ سَحْرِي وَنَحْرِي

Dari Abu Usamah dari Hisyam dari Bapaknya dari ‘Aisyah dia berkata; Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ingin mengetahui jadwal gilirannya, maka beliau akan bertanya, ‘Hari ini aku harus di istri yang mana dan besok di istri yang mana? ‘ Beliau menanyakan hal itu karena beliau ingin berIama-lama dengan ‘Aisyah. ‘Aisyah berkata; ‘Dan pada saat giliranku Allah mencabut nyawanya saat beliau berada di pangkuan saya. ” (HR. Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ وَهُوَ مُسْنِدٌ إِلَى صَدْرِهَا وَأَصْغَتْ إِلَيْهِ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَأَلْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ

Dari ‘Aisyah bahwa dia telah mengabarkan kepadanya, dia mendengar Rasulullab shallallahu ‘alaihi wasallam berkata sebelum beliau wafat di pangkuan ‘Aisyah dan ia pun mendengar ucapan beliau; Ya Allah, berikanlah rahmat kepadaku dan pertemukanlah aku dengan kekasihku! ” (HR. Muslim)

7. ‘Aisyah Menemani Rasulullah Hingga Menjelang Wafatnya

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَسْمَعُ أَنَّهُ لَنْ يَمُوتَ نَبِيٌّ حَتَّى يُخَيَّرَ بَيْنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ قَالَتْ فَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ وَأَخَذَتْهُ بُحَّةٌ يَقُولُ (مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا ) قَالَتْ فَظَنَنْتُهُ خُيِّرَ حِينَئِذٍ

Dari ‘Aisyah dia berkata; Aku pernah mendengar bahwa seorang nabi tidak akan meninggal hingga dia di suruh memilih antara dunia dan akhirat. Aisyah berkata; Kemudian ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sakit yang menyebabkan kematiannya, aku mendengar beliau menuturkan dengan terputus-putus, beliau bersabda: ” Bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka, baik dari para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih dan mereka itulah sebaik-baik teman.” Aisyah berkata; Aku mengira pada waktu itulah beliau diberi pilihan. ” (HR. Muslim)

‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada dalam keadaan sehat wal afiat, beliau pernah bersabda: ‘Sesungguhnya seorang nabi tidaklah diwafatkan hingga diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga lalu ia dipersilahkan untuk memilih. ‘Aisyah berkata; Ketika malaikat pencabut nyawa datang kepada Rasulullah, sementara kepala beliau berada di pangkuan saya, maka Rasulullah pingsan beberapa saat. Tak lama kemudian ia sadar kembali. Setelah itu, beliau menatap pandangannya ke atas sambil mengucapkan: Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasihku, Allah Yang Maha Tinggi! ‘Aisyah berkata; Dengan demikian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memilih untuk hidup Iebih lama lagi bersama kami. ‘Aisyah pernah berkata; Saya teringat ucapan yang pernah beliau sampaikan kepada kami ketika beliau masih sehat; ‘Sesungguhnya seorang nabi tidaklah diwafatkan hingga diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga. Setelah itu, ia pun dipersilahkan untuk memilih.’ Aisyah juga berkata; Itulah kata-kata terakhir yang pernah beliau ucapkan, yaitu: ‘Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasihku Yang Maha Tinggi.’ ” (HR. Muslim)

8. ‘Aisyah Merasa Kehilangan Rasulullah

Dari ‘Aisyah dia berkata; Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hendak bepergian, maka beliau pun mengundi para isterinya. Pada suatu ketika, undian tersebut jatuh kepada Aisyah dan Hafshah. Akhirnya kami pun bertiga pergi bersama-sama. Ketika malam tiba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasanya menempuh perjalanan bersama Aisyah sambil berbincang-bincang dengannya. Hingga suatu saat Hafshah berkata kepada Aisyah; ‘Hai Aisyah, bagaimana jika malam ini kamu mengendarai untaku dan aku mengendarai untamu. Setelah itu, kita akan memperhatikan apa yang akan terjadi nanti.’ Aisyah menjawab; Baiklah! Lalu Aisyah mengendarai unta milik Hafshah dan Hafshah sendiri mengendarai unta milik Aisyah. Tak lama kemudian Rasulullah mendatangi unta milik Aisyah yang kini dikendarai Hafshah. Rasulullah mengucapkan salam kepadanya dan menempuh perjalanan bersamanya hingga mereka singgah di suatu tempat. Sementara itu, Aisyah merasa kehilangan Rasulullah hingga ia merasa cemburu. Oleh karena itu, ketika mereka singgah di suatu tempat, maka Aisyah menjulurkan kedua kakinya di antara pohon idzkhir sambil berkata; Ya Allah perintahkanlah kalajengking atau ular untuk menggigitku, karena aku tidak kuasa untuk mengatakan sesuatu kepada Rasul-Mu.’ (HR. Muslim)

9. Pujian Rasulullah Kepada ‘Aisyah

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فَضْلُ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

Dari Anas bin Malik dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Keutamaan Aisyah atas wanita yang lain, seperti keutamaan tsarid (semacam bubur) atas semua makanan. ” (HR. Muslim)

10. Rasulullah Menyampaikan Kepada ‘Aisyah Bahwa Jibril Mengucapkan Salam Kepadanya

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا حَدَّثَتْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا إِنَّ جِبْرِيلَ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ قَالَتْ فَقُلْتُ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Dari Abu Salamah dari ‘Aisyah bahwa dia menceritakan kepadanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya; Hai Aisyah, sesungguhnya Jibril mengucapkan salam kepadamu. Aisyah menjawab; maka aku katakan; Wa Alaihis Salam Wa rahmatullah. ” (HR. Muslim)

Semoga Bermanfaat

@Abul Fata Murod

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *