INILAH KONDISI KEHIDUPAN RASULULLAH, LALU BAGAIMANA DENGAN KITA?

INILAH KONDISI KEHIDUPAN RASULULLAH, LALU BAGAIMANA DENGAN KITA?

1. Rasulullah Tidak Mendapati Kurma Untuk Mengisi Perutnya

Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu “Sungguh saya melihat Rasulullah mengkerut pada hari ini, beliau tidak mendapatkan kurma yang bermutu rendah pun untuk mengisi perutnya.” (HR. Muslim)

2. Saat Rasulullah Wafat Hanya Sedikit Gandum Yang Ada Di Rumahnya

Dari Aisyah radhiallahu anha, ia berkata: Rasulullah wafat, sedang di rumahku tidak ada sesuatu apapun yang dapat dimakan oleh seseorang, melainkan sedikit gandum yang ada di rakku. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Harta Yang Ditinggalkan Rasulullah Ketika Wafat

Dari ‘Amr bin al-Harits, ia berkata: “Rasulullah tidak meninggalkan dirham, tidak pula dinar, budak atau hamba sahaya lelaki ataupun perempuan, atau apa pun juga ketika wafatnya, melainkan hanyalah keledai putihnya yang dahulu dinaikinya, juga senjatanya, serta sebidang tanah yang dijadikan sebagai sedekah kepada ibnus sabil atau orang yang dalam perjalanan.” (HR. Bukhari)

4. Tempat Tidur Rasulullah

Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: “Rasulullah tidur di atas selembar tikar, lalu bangun sedang di lambungnya nampak bekas tikar itu. ” (HR. Tirmidzi)

5. Gelas Rasulullah Pecah dan ditambal

Anas bin Malik radhiyallahu anhu mengatakan:

أنَّ قَدَحَ النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ انكسرَ ، فاتخذَ مكان الشَّعْبِ سلسلةً من فضة

“Gelas Nabi Shallallahu alaihi Wasallam pecah. Kemudian beliau menambal bagian pangkal gagangnya dengan perak” (HR. Bukhari)

6. Pakaian Rasulullah Biasa-Biasa Saja

lelaki Baduwi hendak mencari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam, seorang Rasul, namun dia melihat tidak ada orang penampilannya mencolok atau beda sendiri. Sehingga dia perlu untuk bertanya. Ini menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu alaihi Wasallam berbusana dan berpenampilan sebagaimana para sahabat, tidak beda sendiri, tidak mencolok perhatian, walaupun beliau seorang yang paling mulia di antara mereka.

7. Rasulullah Dalam Makan

Dari Malik bin Dinar radhiallahu anhu, beliau mengatakan:

مَا شَبِعَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ خُبْزٍ قَطُّ وَلاَ لَحْمٍ إِلاَّ عَلَى ضَفَفٍ

“Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti atau kenyang karena makan daging, kecuali jika sedang menjamu tamu, maka beliau makan sampai kenyang. ” (HR. Tirmidzi)

Aisyah radhiyallahu anha mengatakan:

ما شبِعَ آلُ محمدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم من خُبزِ بُرٍّ مَأدومٍ ثلاثةَ أيامٍ حتى لحِقَ باللهِ

“Keluarga Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti gandum yang diberi idam atau semacam kuah dalam tiga hari, sampai ia bertemu dengan Allah yaitu wafat. ” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain:

ما شبع آلُ محمدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ من خبزِ شعيرٍ ، يومَين مُتتابِعَينِ ، حتى قُبِضَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ

“Keluarga Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti gandum dalam dua hari, sampai beliau wafat” (HR. Bukhari).

Ummul Mukminin Aisyah radhiallallahu anha juga mengatakan:

كان يأتي علينا الشهرُ ما نوقِدُ فيه نارًا، إنما هو التمرُ والماءُ، إلا أن نؤتى باللُّحَيمِ

“Pernah kami melalui suatu bulan yang ketika itu kami tidak menyalakan api sekali pun. Yang kami miliki hanya kurma dan air. Kecuali ada yang memberi kami hadiah berupa potongan daging kecil untuk dimakan” (HR. Bukhari)

8. Sandal Rasulullah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau mengatakan:

أنَّ نعلَي النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ كان لهما قِبالانِ

“Sandal Nabi Shallallahu alaihi Wasallam memiliki dua tali ikatan” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain:

أخرج إلينا أنسٌ نعلينِ جرداويْنِ لهما قِبَالانِ . فحدَّثني ثابتُ البنانيُّ بعدُ عن أنسٍ : أنَّهما نعلا النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ

“Suatu hari Anas bin Malik keluar rumah menemui kami, ia memakai sandal kulit yang tidak berbulu dan terdapat dua tali ikatan. Tsabit Al-Bunani menuturkan kepadaku, dari Anas bin Malik, beliau berkata: dua sandal tersebut adalah milik Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam” (HR. Bukhari)

9. Tempat Tidur Rasulullah

Dari Aisyah radhiallahu anha:

كان فِراشُ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم من أدَمٍ، وحَشوُه من لِيفٍ

“Tempat tidur Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam dari kulit yang diisi dengan sabut” (HR. Bukhari)

Dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma: “Umar bin Khattab datang ketika beliau sedang tidur di atas tikar yang membuat bekas pada kulit beliau di bagian sisi. Sontak Umar pun berkata: “Wahai Nabi Allah! Andaikan engkau menggunakan permadani tentu lebih baik dari tikar ini”. Maka beliau pun bersabda: “Apa urusanku terhadap dunia? Permisalan antara aku dengan dunia bagaikan seorang yang berkendaraan menempuh perjalanan di siang hari yang panas terik, lalu ia mencari teduhnya di bawah pohon beberapa saat di siang hari, kemudian ia istirahat di sana lalu meninggalkannya” (HR. At Tirmidzi)

10. Rumah Rasulullah

Dari Aisyah radhiyallahu anha, istri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, ia berkata,

كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُوْلِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَرِجْلاَيَ فِي قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِي فَقَبَضْتُ رِجْلَيَّ فَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا

“Aku tidur di depan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang sedang shalat, dan kedua kakiku pada kiblat beliau. Jika beliau hendak bersujud, beliau menyentuhku dengan jarinya, lalu aku menarik kedua kakiku. Jika beliau telah berdiri, aku meluruskan kedua kakiku” (HR. Bukhari)

Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata,

فَقَدْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةً مِنْ الْفِرَاشِ فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِيْ عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ

“Suatu malam aku kehilangan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dari tempat tidur, kemudian aku mencarinya, lalu tanganku mengenai kedua telapak kaki beliau sebelah dalam ketika beliau sedang di tempat sujud” (HR. Muslim)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan bisa menjadikan bahan renungan dalam hidup kita.

Referensi:

1. Kitab Riyadhus Salihin

2. Situs Web Muslim

@ Abul Fata Murod, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *