KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
PELAJARAN DARI KISAH NABI IBROHIM DAN ISMAIL
Kisah keluarga Nabi Ibrohim adalah kisah teladan bagi se-tiap rumah tangga Muslim dalam menjalani problematika rumah tangga. Serentetan ujian yang bergulir tiada henti dalam kehi-dupannya. Namun semua itu tidak menjadikan bahtera rumah tang-ganya goncang bahkan semakin bertambah kuat perkasa. Sekian tahun lamanya keluarga Ibrohim menanti sang buah hati. Telah banyak linangan air mata dalam doanya untuk di karuniai seorang putra sebagai penerus perjuangannya. Ketika sang buah hati telah hadir dan merekah dalam hatinya, maka Alloh hendak menguji keimanan nabi Ibrohim dengan sang buah hatinya. Alloh berfirman dalam al-Qur’an.
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrohim, Ibrohim berkata: ‘Hai anakku sesung-guhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Alloh Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.” (QS. Ash-Shoffat: 102)isah keluarga Nabi Ibrohim adalah kisah teladan bagi se-tiap rumah tangga Muslim dalam menjalani problematika rumah tangga. Serentetan ujian yang bergulir tiada henti dalam kehi-dupannya. Namun semua itu tidak menjadikan bahtera rumah tang-ganya goncang bahkan semakin bertambah kuat perkasa. Sekian tahun lamanya keluarga Ibrohim menanti sang buah hati. Telah banyak linangan air mata dalam doanya untuk di karuniai seorang putra sebagai penerus perjuangannya. Ketika sang buah hati telah hadir dan merekah dalam hatinya, maka Alloh hendak menguji keimanan nabi Ibrohim dengan sang buah hatinya. Alloh berfirman dalam al-Qur’an.
Siapapun pasti akan merasa berduka ketika buah hatinya sakit dan terluka. Apalagi anak semata wayang yang sekian tahun dinanti ke-hadirannya diperintahkan untuk disembelih sebagai bukti keimanan-nya. Meski demikian Nabi Ibrohim yakin bahwa mimpi yang di-alaminya adalah wahyu dari Alloh bukan sekedar halusinasi dan bisikan setan. Akhirnya iapun bertekad melaksanakan perintah Alloh tersebut bersama anaknya.
KEBERSAMAAN NABI IBROHIM DAN ISMAIL DALAM MENJALANKAN PERINTAH ALLOH
Setelah Nabi Ibrohim mengetahui bahwa hal tersebut adalah wahyu dari Alloh , maka segera ia kabarkan kepada Ismail putranya tercinta seraya meminta pendapatnya. Sungguh dia seorang anak yang berbakti pada orang tuanya. Begitu juga santun akhlak dan budi pekertinya. Ketika mendengar hal tersebut adalah wahyu Alloh yang disampaikan pada ayahnya tercinta, maka ia tidak lagi berpikir panjang memberikan jawaban untuk melaksanakan perintah Alloh . Isma’il yang masih belia itu dengan tegas mengata-kan pada ayahnya.
“Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan Alloh kepadamu; insya Alloh engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Subhanalloh… Iman setebal apakah yang menghiasi keluarga Nabi Ibrohim hing-ga ujian seberat itu dihadapi dengan penuh kesabaran? Kita benar-benar terheran dan takjub dengan keduanya yang bertekad kuat bersama-sama melaksanakan perintah Alloh meskipun seolah tak tertahankan oleh jiwa.
Begitulah ketika orang tua tulus berdoa kepada Alloh untuk anaknya kemudian mendidik dengan ajaran-ajaran tauhid maka anak akan tumbuh dengan pribadi sholih yang berbakti pada orang tuanya.
KISAH PENYEMBELIHAN
Tak terbayangkan suasana tatkala Nabi Ibrohim hendak melaksanakan perintah Alloh . Haru-biru dan menegangkan ber-gejolak dalam jiwa sang ayah yang begitu cinta pada anak semata wayangnya. Kera-guan pun terkadang menggelayuti di dalam benak Ibrohim. Namun setiap setan kali datang menghampiri segera ia tepis dan meminta perlindungan kepada Alloh . Ibrohim dan Ismail pun berserah diri. Kecintaan Ibrohim pada Alloh telah mengalahkan kecintaan pada anaknya.
Begitu juga kecintaan Ismail pada Alloh mengalahkan kecintaan pada dirinya sehingga rela mengorbankan nyawanya. Maka dimulailah pelaksaan perintah Alloh sebagaimana firman-Nya: “Tatkala ke-duanya telah berserah diri dan Ibrohim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).”(QS. ash-Shoffat:103)
Ibnu Katsir berkata dalam menafsir-kan ayat ini, “Ia (Ibrohim) telungkupkan ke tanah untuk disembelih dari arah tengkuk-nya tanpa melihat wajahnya saat disembelih agar lebih ringan bagi perasaannya.”
Ketika telah sempurna merebahkan pu-tranya dan mata pisau mulai dipancangkan untuk di ayunkan ke leher Ismail . Saat itu Alloh mengetahui kejujuran Ibrohim dan Ismail . Alloh berfirman me-muji Ibrohim. “Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrohim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. ash Shoffat: 104-105)
Akhirnya Alloh pun menjadikan jalan keluar dari ujian mereka berdua. Alloh ganti Ismail dengan seekor sembelihan yang besar. Alloh berfirman, “Sesung-guhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. ash-Shoffat:104-105)
Haru biru telah memenuhi ruang hati Ibrohim dan Ismail. Perasaan gemuruh telah berubah menjadi samudra kebahagian. Ge-lombang ujian yang begitu dahsyat telah pecah dengan tekad mereka yang tegar bagai karang di tengah lautan. Tak pernah goyang meskipun diterjang kuatnya badai dan gelombang.
Sungguh kisah mereka teladan abadi keluarga muslim sepanjang zaman.
PELAJARAN DARI KISAH ISMAIL BAGI SEORANG MUSLIM.
Dalam kisah Ismail banyak sekali terdapat ibroh dan nasihat yang dapat dijadikan oleh para da’i sebagai topik dakwah di seluruh lini masyarakat, diantara ibroh dan nasihat yang bisa kita petik dari kisah Nabi Ismail adalah:
Demikian beberapa hikmah dari kisah Ibrohim dan Ismail dalam kehidupan se-orang Muslim. Sungguh kalau kita mau menggali masih banyak sekali hikmah yag terkandung di dalamnya. Wallohu a’lam bishowab.
Sumber:
(Disalin dari Buletin As-Silmi Bogor)
Artikel:
www.inilahfikih.com