KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
BAHAYA SIHIR
(Penjelasan Pembatal Keislaman 7)
Sihir dan segala macam bentuk serta jenisnya.
Sihir dan sejenisnya dari cakupan ilmu-ilmu hitam makin po-puler dewasa ini. Para pakar berikut iklan sihirnya bisa ditemui di hampir semua media massa. Merekalah yang seakan-akan mengua-sai rahasia dan kunci-kunci kehidupan.
Eksistensi mereka kian diperkuat dengan dongeng-dongeng ta-hayul nenek moyang, utamanya yang berkaitan dengan kerajaan-ke-rajaan nusantara di masa lampau. Jadilah semua itu sebagai se-buah ajaran dan aliran tersendiri yang ditafsirkan sebagai bagian dari agama.
Ironisnya, sebagian kaum Muslimin kian terbentuk akal dan pikirannya dengan semua itu. Lahirlah kemudian keyakinan yang berasal dari akal yang jumud yang tergantung dan menggantung-kan segala-galanya kepada orang-orang “sakti” tersebut.
Bahagia dan sengsara, senang dan susah, sehat dan sakit, ber-hasil dan gagal, maju dan mundur seolah-olah ada di tangan mere-ka. Umat pun mulai lupa akan kekuasaan dan ketentuan Alloh .
Sejarah Munculnya Sihir
Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir yang menukil riwayat dari As- Sudi bahwa beliau berkata: “Dahulu kala setan-setan naik ke langit untuk mencuri kabar yang disampaikan oleh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka bumi berupa kematian, ilmu ghoib dan perintah Alloh . Lalu kabar tersebut di-sampaikan kepada para dukun dan ternyata kabar tersebut banyak terjadi sehingga para dukun membenarkan apa yang disampaikan oleh setan. Setelah setan mendapatkan pembenaran, mereka mencampur adukkan satu kenyataan dengan tujuh puluh kedustaan. Kemudian menyebar isu di kalangan Bani Israil bahwa ia mampu mengetahui ilmu ghoib sehingga tidak sedikit di antara ma-nusia terpedaya dan tertipu.”
Namun Alloh memberitahukan kepada Nabi Sulaiman tentang tipu daya setan tersebut, lalu Nabi Sulaiman memendam seluruh catatan kalimat di bawah kursi kerajaan dan tidak ada satu setan pun yang mampu mendeka-tinya.
Setelah Nabi Sulaiman wafat, setan berubah wujud seperti manusia dan berusaha mengeluarkan catatan ter-sebut dari bawah kursi Sulaiman , ke-mudian dia mengatakan kepada manusia: “Apakah kalian ingin mendapatkan harta karun yang tidak pernah terbayang.” Maka setan menunjukkan sihir yang dipendam oleh Nabi Sulaiman di bawah kur-sinya. Seterusnya dipelajari oleh manusia dari zaman ke zaman.
Sebab-sebab Turunnya Ayat Sihir
Pada zaman Nabi Muhammad ter-sebar tuduhan di kalangan orang-orang Yahudi bahwa Nabi Sulaiman menga-jarkan sihir begitu pula malaikat Jibril dan Mikail, lalu turun ayat di atas sebagai bantahan terhadap tuduhan itu.
Yang benar adalah bahwa Nabi Su-laiman tidak pernah mengajarkan si-hir apalagi sebagai tukang sihir, begitu pula kedua malaikat Jibril dan Mikail.
Hukum Dan Kedudukan Sihir
Sihir adalah perkara syaithoniyah yang diharamkan dan bisa merusak atau membatalkan serta mengurangi kesem-purnaan aqidah, karena sihir tidak terjadi kecuali dengan kemusyrikan.
Sihir secara bahasa adalah sesuatu yang halus dan lembut. Dan menurut is-tilah syari’at sihir berupa jimat, santet, tenung, mejik atau ramuan-ramuan yang mampu memberi pengaruh secara fisik seperti sakit, membunuh atau memisah-kan antara suami dengan istri dan penga-ruh secara rohani seperti gelisah bingung atau mengkhayal. Dan pengaruh terha-dap mental contohnya adalah gila, stress atau gangguan kejiwaan yang lain. Ini berdasarkan kenyataan yang terjadi di masyarakat dan diketahui orang banyak.
Sihir Tergolong Syirik dari Dua sisi
Pertama, karena sihir mengandung unsur meminta pelayanan dari setan dan ketergantungan dengan mereka melalui sesuatu yang mereka cintai agar setan tersebut mengajari kepada mereka tentang sihir, sehingga sihir adalah ajaran setan sebagaimana firman Alloh : “Tetapi setan-setan itulah yang kafir mengerjakan sihir) mereka me-ngajarkan sihir kepada manusia.” (QS. al-Baqoroh: 102).
Kedua, sihir mengandung unsur klaim mengetahui ilmu ghoib dan pengakuan berserikat dengan Alloh dalam perkara ghoib. Ini jelas-jelas sebagai suatu perbua-tan kufur, sebagaimana firman Alloh : “Katakanlah, tidak seo-rang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib, kecuali Alloh.” (QS. an-Naml: 65).
Dan ilmu ghoib tersebut tidak diper-lihatkan kepada makhluk kecuali hanya kepada para rasul-Nya sebagaimana da-lam firman Alloh : “(Dia adalah Robb) Yang mengetahui yang ghoib maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghoib itu kecuali kepa-da yang diridhai-Nya.” (QS. Jin: 26 – 27).
Di antara hal yang perlu diwaspadai adalah bahwa para tukang sihir mem-permainkan aqidah umat Islam, di mana mereka kerap kali menampakkan diri se-akan-akan sebagai tabib, ahli hikmah, dokter atau kyai, sehingga mereka me-nyesatkan kaum Muslimin yang sedang sakit agar menyembelih kambing atau a-yam dengan ciri-ciri tertentu yang dituju-kan kepada jin. Di antara mereka ada yang menjual isim-isim atau jimat lewat iklan koran atau majalah bahkan melalui televisi.
Sebagian lagi menampakkan diri se-bagai pemberi berita tentang perkara-per-kara ghoib dan tempat-tempat barang yang hilang. Lalu orang-orang yang bo-doh datang bertanya kepadanya tentang barang-barang yang hilang, kemudian memberi kabar tentang keberadaan ba-rang tersebut atau mendatangkannya dengan bantuan setan.
Sebagian mereka menampakkan diri sebagai wali yang memiliki karomah da-lam hal-hal yang luar biasa, seperti ma-suk ke dalam api tetapi tidak terbakar, memukul dirinya dengan pedang atau di-lindas mobil tetapi tidak sedikit pun ter-luka atau keanehan lain yang hakikat se-benarnya adalah perbuatan setan yang diperjalankan melalui tangan mere-ka untuk membuat fitnah di antara ma-nusia. Atau bisa jadi, hanya perkara ilusi yang tidak ada hakikatnya, bahkan ha-nyalah tipuan halus dan licik yang mere-ka lakukan di depan pandangan mata se-perti perbuatan para tukang sihir Fir’aun dengan menipu tali-tali dan tongkat-tong-kat yang seakan menjadi kalajengking dan ular.
Maka, di antara hal-hal yang diha-ramkan Alloh adalah mempelajari dan mempraktekan ilmu sihir. Di antara baha-ya sihir adalah:
Sihir pada hakikatnya merupakan sa-tu amal perbuatan untuk mendekatkan diri kepada setan, karena pengaruh sihir tidak akan terjadi kecuali tukang sihir me-lakukan praktek-praktek dan ritual kufur. Alloh berfirman: “Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), ha-nya setan-setan lah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS. al-Baqoroh: 102)
Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh : “Jauhilah tujuh perkara yang membi-nasakan, (para Sahabat) berkata: “Apa-kah itu wahai Rosululloh?” Rosululloh bersabda: “Syirik kepada Alloh, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Alloh kecuali dengan haknya, memakan harta yatim, memakan harta riba, lari dari me-dan perang dan menuduh wanita Mukmi-nah yang baik-baik dengan tuduhan zi-na.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Bahaya sihir terhadap pribadi dan kehidupan Masyarakat, di antaranya:
Maka, jelas sekali bahwa perbuatan sihir merupakan penyakit paling berbaha-ya yang menjangkiti masyarakat, sehing-ga merusak bangunan dan merobohkan sendi-sendinya. Dengan sebab sihir terse-but tersebarlah permusuhan, penodaan kehormatan, terbunuhnya orang-orang yang baik, dicurinya harta benda, belum lagi dalam perbuatan tersebut mengan-dung syirik kepada Alloh dan kufur ke-pada-Nya. Akhirnya, masyarakat tersebut menjadi kehilangan tujuan agung dan cita-cita mulianya. Dapat disimpulkan bahwa sihir adalah kesepakatan antara tukang sihir dan setan, dengan ketentuan bahwa ia akan melakukan berbagai keharaman atau kesyirikan.
Semoga Alloh senantiasa melindungi kita dari bahaya syirik, dan tetap istiqo-mah di atas tauhid. Allohu Ta’ala a’lam
Sumber:
Disalin dari Buletin As-Silmi Bogor
Artikel:
www.inilahfikih.com