Menjalin Persaudaraan Terindah Sesama Muslim

Menjalin Persaudaraan Terindah Sesama Muslim

  1. Sesungguhnya Islam telah menetapkan moto persaudaraan antara sesama muslim dengan moto terindah yang merasuk kedalam seluruh lerung hati penghayatnya yaitu “Innamal Mu’minuna Ikhwah” (sesungguhnya sesama orang beriman adalah bersaudara).

Alloh berfirman dalam pengukuhan moto ini: ”Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. ” (al-Hujurot [49]: 10)

Syeikh al-Jazairi mengatakan bahwa persaudaraan yang dimaksud ayat di atas adalah persaudaraan dalam agama Islam. Al-Qurtubi mengatakan: persaudaraan karena agama lebih kokoh dari persaudaraan dalam nasab, karena persaudaraan nasab akan terputus karena perbedaan agama sedangkan persaudaraan agama tidak terputus karena perbedaan nasab. Muhammad Amin as-Syinqiti dalam Adwaul bayan mengatakan “ayat ini dan ayat-ayat yang semisal dengannya menunjukan bahwa menyeru pada moto selain islam seperti ikatan panatisme kesukuan tidak dibenarkan dan hal ini dilarang berdasarkan ijma kaum muslimin.

 

  1. Rosulullah Solollohu’alaihi wasallam telah membuat permisalan yang sangat kokoh menghujam ke dalam hati orang-orang beriman akan kedekatan persaudaraan dan kecintaan sesama mereka.

Perhatikanlah hadis sohih berikut:

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى »

Dari Nu’man bin Basyir berkata: Rosulullah Solollohu’alaihi wasallam bersabda: Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kasih sayang dan perasaan mereka seperti satu jasad, jika salah satu anggota mengaduh kesakitan maka seluruh jasad akan merespon dengan bergadang dan panas (H.R Muslim)

Faisol Abdul ‘Aziz Ali Mubarok dalam mengatakan

في هذا الحديث : تعظيمُ حقوق المسلمين ، والحض على تعاونهم وملاطفة بعضهم بعضًا

Dalam hadis ini ada ungkapan pengagungan hak-hak kaum muslimin, dan perintah saling tolong-menolong dan bersikap santun sesama mereka.

 

  1. Persaudaraan hakiki sesama muslim berkonsekwensi pada keharaman saling menyakiti dan saling menghinakan antar mereka. Dan Rosulullah pun telah mengharamkan kehormatan, harta, dan darah sesama mereka.

Lihatlah hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ ، لاَ يَخُونُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ ، عِرْضُهُ وَمَالُهُ وَدَمُهُ ، التَّقْوَى هَاهُنَا ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْتَقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

Dari Abu Hurairah berkata: Rosulullah Solollohu’alaihi wasallam bersabda: Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak boleh menghianatinya, tidak boleh membohonginya dan tidak boleh menghinanya. Setiap muslim atas muslim lainnya haram, kehormatannya, hartanya dan darahnya. Ketakwaan ada di sini (sambil menunjuk dadanya), cukuplah seseorang dianggap buruk ketika dia menghina saudaranya dari kalangan muslim (H.R Tirmizi, hadis hasan)

Al-Faqih Abul Faraj Abdurrahman ad-Mimasyqi berkata: berkata dalam hadis ini terdapat isyarat bahwa orang yang paling bertaqwa di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. Betapa banyak orang yang menghina manusia lain karena kelemahannya, dan sedikitnya harta dunia yang dimilikinya, padahal dia lebih agung di sisi Allah dari mereka yang memiliki harta dunia. Karena manusia berbeda kemuliaannya sesuai dengan ketakwaannya sebagaimana firman Allah yang artinya “Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah di antara kalian adalah yang paling bertaqwa”.

  1. Persahabatab antara sesama muslim akan menjadikan diri mereka saling mencinta dan menolong. Ketika mereka saling mencintai maka keimanan di dalam hati pun akan semakin kokoh. Kekosongan rasa cinta terhadap sesama muslim menunjukan kelamahan iman yang dimiliki oleh seorang hamba.

Perhatikanlah hadis berikut:

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Dari Anas, dari Nabi Muhammad Solollohu’alaihi wasallam beliau bersabda: tidaklah seseorang di antara kalian beriman sehingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. (H.R Bukhari)

Ibnu Rojab al-Hambali mengatakan bahwa kekosongan iman dalam hadis ini maksudnya kosong dari kesempurnaan iman.

  1. Persaudaraan sesama muslim mejadikan mereka saling memiliki hak dan kewajiban yang harus dipikul bersama. Hak dan kewajiban sesama muslim telah disampaikan oleh Rosulullah dengan jelas dan ringkas. Siapa saja yang menjalankan ini maka kecintaan sesama kaum muslimin akan terjalin dengan erat.

Perhatikanlah hadis berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ ». قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ »

Dari Abu Hurairah rodiallahu’anhu berkata: Rosulullah solollohu’alaihi wasallam bersabda: Hak seorang muslim atas muslim yang lainnya ada enam: dikatakan kepadanya “apakah itu wahai Rosululloh”?, beliau bersabda: jika engkau berjumpa maka sampaikanlah salam, jika dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika dia meminta nasehatmu maka nasehatilah dia, jika dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia, jika sakit maka jenguklah ia dan jika meninggal maka iringilah jenazahnya (H.R Muslim)

  1. Persaudaraan karena Allah adalah persaudaraan yang abadi dan akan terus berlanjut sampai alam akherat, keabadian persaudaraan karena Allah ini terjadi karena persaudaraan tersebut terjalin pada azaz keabadian yaitu tujuan menggapai rido Allah yang Abadi.

Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman:

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (az-Zukhruf: 67)

Syeikh Abdurrahman as-Sa’di mengatakan: pada hari kiamat orang-orang yang saling mencintai di dunia atas kekufuran, pendustaan dan kemaksiatan pada Allah akan saling bermusuhan karena dasar kedekatan dan kecintaan sesama mereka selain Allah kecuali; orang yang bertaqwa, persahabatan mereka akan tetap terjalin erat.

Semoga bermanfaat

Artikel:

www.inilahfikih.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *