MEMBINA DIRI DENGAN MENGHADIRI HALAQOH (MAJELIS) ILMU

MEMBINA DIRI DENGAN MENGHADIRI HALAQOH (MAJELIS) ILMU

  1. Alloh menurunkan agama Islam untuk dipelajari, dianut, diamalkan dan didakwahkan. Tanpa mempelajari ilmunya, tiada seorang pun yang mampu mengamalkannya. Oleh karena itu kaum muslimin diwajibkan untuk menuntut ilmu agama Islam, bahkan Rosululloh diperintahkan langsung oleh Allah untuk meminta ditambahkan ilmu agama.

Alloh berfirman: “Katakanlah: “Ya Robbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thoha: 114)

Dan Rasulullah bersabda, “Belajar Ilmu (Agama) itu wajib bagi setiap Muslim” (Sahih al-Jami : 3913-3914).

  1. Banyak di antara kaum muslimin yang tidak sadar, bahwa bila seseorang tidak mempelajari Islam, maka kebodohannya dapat menghantarkannya kepada kekafiran. Para ulama telah berijma’ bahwa salah satu penggugur keIslaman seseorang adalah ketidak-pedulian terhadap Islam, tidak mempelajari dan tidak pula mengamalkannya.

 “Dan orang-orang kafir itu berpaling dari peringatan yang disampaikan kepada mereka.” [QS. al-Ahqof (46): 3]

  1. Kejahilan pun merupakan salah satu unsur terbesar dari unsur-unsur yang akan menjauhkan seorang hamba dari Alloh . Karena hanya dengan ilmu agama yang benarlah seorang hamba dapat mengenal Alloh, dengan mengenal-Nya maka hamba tersebut akan semakin dekat kepada-Nya
  2. Dengan menuntut ilmu kaum muslimin akan mendapatkan banyak keutamaan, di antaranya:

1. Mereka akan mendapatkan ilmu Islam yang dengannya tidak akan pernah sama antara mereka orang-orang yang tidak menuntut ilmu.

Alloh berfirman: “Katakanlah (wahai Muhammad), samakah orang-orang yang berilmu dan yang tidak berilmu?”  [QS. az-Zumar (39): 9]

2. Alloh akan menaikan derajat mereka

“Alloh akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.” [QS. al-Mujadilah (58): 11]

3. Tanda kebaikan seseorang dari Alloh, Rasulullah  bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscaya Allah akan memberikan kefaqihan dalam agama.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Mu’awiyah)

4. Dimudahkan jalan menuju surga

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلىَ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim dari sahabat Abu Hurairah)

5. Mendapatkan ketenangan dan rahmat-Nya

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

“Tiadalah suatu kaum berkumpul di rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca Al-Kitab (Al-Qur`an) dan mengkajinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan orang-orang yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim dari sahabat Abu Hurairah)

6. Didoakan oleh seluruh makhluk

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah,para malaikat Nya,penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (Hadits Abu Umamah Al Bahili riwayat Tirmidzi di shahihkan oleh Al Albani)

7. Para Ulama telah banyak memberikan motivasi kepada kaum muslimin untuk semangat menuntut ilmu agama Islam yang mulia ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Pelajarilah oleh kalian ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah khasy-yah; mencarinya adalah ibadah; mempelajarinya dan mengulangnya adalah tasbiih; membahasnya adalah jihad; mengajarkannya kepada yang tidak mengetahuinya adalah shadaqah; memberikannya kepada keluarganya adalah pendekatan diri kepada Allah; karena ilmu itu menjelaskan perkara yang halal dan yang haram; menara jalan-jalannya ahlul jannah, dan ilmu itu sebagai penenang di saat was-was dan bimbang; yang menemani di saat berada di tempat yang asing; dan yang akan mengajak bicara di saat sendirian; sebagai dalil yang akan menunjuki kita di saat senang dengan bersyukur dan di saat tertimpa musibah dengan sabar; senjata untuk melawan musuh; dan yang akan menghiasainya di tengah-tengah sahabat-sahabatnya.

Ibn al-Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mencela orang bodoh tentang perkara Agama dalam banyak tempat di dalam ayat-Nya”. Kemudian setelah beliau menyebutkan ayat tentang celaan Allah tersebut lalu beliau berkata, “Dan ini semua menunjukkan akan jeleknya sifat bodoh di sisi-Nya, murka-Nya kepada kebodohan dan orang yang bodoh, demikian pula semua manusia tidak senang dengan kebodohan dan orang yang bodoh  di mana mereka semua berlepas diri darinya walau kebodohan itu juga ada pada dirinya sendiri”.

Artikel:

www.inilahfikih.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *