Lions Club, Doktrin Kafir Tanpa Sadar Bermantel Kemanusiaan

 Lions Club, Doktrin Kafir Tanpa Sadar Bermantel Kemanusiaan

Oleh: Arifin, SHI.

Kerja keras orang Yahudi dan Nasrani untuk menebarkan agama mereka di muka bumi berlangsung terus menerus tanpa kenal lelah dan capai. Tidak henti-hentinya mereka menciptakan inovasi dan strategi dakwah baru untuk menggiring manusia mengikuti pemikiran dan ideologi mereka secara perlahan namun pasti.  Milyaran dolar mereka donasikan guna mewujudkan cita-cita bathil mereka. Cucuran darah dan keringat mereka persembahkan demi meraih ambisi mereka. Waktu malam dan siang mereka habiskan untuk berpikir, bergerak, dan bekerja keras agar menuai hasil yang maksimal dan memuaskan

Alloh  berfirman:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. al-Baqarah [2] : 120)

as-Sa’di  berkata, “Alloh  mengabarkan kepada Rosul-Nya bahwasannya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadanya hingga beliau  mengikuti agama mereka, karena mereka adalah penyeru kepada agama yang mereka anut yang mereka anggap sebagai petunjuk.” (Tafsir as-Sa’di 1/64)

Salah satu gerakan dakwah Yahudi berkedok Humanisme yang mendunia adalah Lions Club. Demi menyebarkan doktrin humanisme, Yahudi menggunakan beragam cara. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan cara-cara yang mengatasnamakan kemanusiaan, seperti misalnya mendirikan organisasi-organisasi yang bergerak dibidang amal, lingkungan, kemanusiaan, dan sebagainya, sehingga orang yang tak tahu sebenarnya organisasi itu, membawa misi agama Yahudi. Rotary Club dan Lions Club merupakan dua organisasi Yahudi paling populer yang bermantel kemanusiaan. Disamping terdapat banyak organisasi lain milik Yahudi yang berlabel amal sosial.

Aktivitas LionS Club

Dalam aktifitasnya, Lions Club menyerukan ide “ikatan kemanusiaan” dan menghilangkan diskriminasi antarumat manusia.

Inilah garis besar aktivitas Lions Club:

  1. Menyerukan slogan “Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan” (liberte, egalite, & fraternite).
  2. Menyebarkan arti kebaikan dan kerjasama antarbangsa.
  3. Membangun semangat kerukunan di antara pribadi-pribadi dengan cara melonggarakan dan menjauhkan ikatan-ikatan akidah (keyakinan).
  4. Memperhatikan aspek keadilan sosial.
  5. Aktif menyebarkan ilmu pengetahuan dengan berbagai sarana yang memungkinkan.
  6. Menolong orang-orang cacat.
  7. Meringankan beban kejenuhan hidup sehari-hari.
  8. Memberikan pelayanan kepada lingkungan sekitar.
  9. Menyelenggarakan perlombaan-perlombaan yang bersifat hiburan.
  10. Mendukung proyek-proyek rehabilitasi social.
  11. Mendukung proyek-proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). dan sebagainya.

Lions Club Nusantara

Lions Club di berbagai distrik dan daerah biasanya mengadakan program tahunan yang senantiasa mereka wujudkan. Pada tahun 2012 ini saja terdapat beberapa kegiatan Lions Club di berbagai wilayah nusantara.

Sebut saja, Lion Club Bandung bekerja sama dengan PMI setempat menggelar bakti sosial berupa donor darah. Kegiatan ini digelar dalam rangka untuk membantu masyarakat yang membutukan darah.

Lions Club Jakarta menggelar bakti sosial (baksos) Ramadhan bersama lansia dan anak yatim. Kegiatan yang digelar di Petamburan itu bekerjasama dengan Yayasan Sosial Aisyiyah cabang Slipi Kota Bambu, Jakarta Barat. Bertempat di Masjid Al Furqon, 60 orang anak yatim dari 103 anak asuh Aisyiyah dan 45 orang lansia mendapatkan bingkisan dan santunan.

Dalam rangkaian ulang tahun Lions Club Jakarta Pusat Host yang ke -18 kali ini menggelar aksi selamatkan bumi melalui 3 K/4B yaitu Kurangi Kantong Kresek, Biasakan Bawa Bag (tas) Belanja. Acara ini digelar di bunderan Hotel Indonesia dengan membagikan tas belanja secara gratis.

Lions Clubs Indonesia, District 307-A1 menggelar serangkaian acara berupa pemeriksaan mata yang diberi nama dengan Lions World Sight Day (LWSD) di SDN 03 Tanah Tinggi Jakarta Pusat. Sekitar 1000 anak dari SDN 03 Tanah Tinggi ini pun mengikuti pemeriksaan mata gratis. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperiksa oleh tim dokter dari Lions Club termasuk diantaranya adalah pemeriksaan dengan menggunakan peralatan canggih. Selanjutnya bagi para siswa yang didapati terdapat kelainan pada matanya, maka mereka nantinya diberikan kacamata yang sesuai dengan mata mereka secara gratis.

Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru Lions Clubs yang tergabung dalam Daerah 2C, Distrik 307-A2 Medan membagikan paket Natal kepada 400 anak panti asuhan yang dipusatkan di Rumah Sakit Martha Friska,Jalan Multatuli Medan.

Lions Club juga mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan seperti mensosialisasikan akan bahaya penyakit yang menjadikan momok para perempuan yaitu kanker serviks dan kanker payudara, penyakit diabetes dan lain-lain.

Lions Club dan Doktrin Kafir Tanpa Sadar

Alloh  Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang mengabarkan kepada kita dalam kitab suci-Nya sifat dan watak dasar buruk orang-orang Yahudi.  Hal ini menjadikan kita harus senantiasa waspada terhadap segala makar dan tipu daya mereka.  Salah satu karakteristik orang Yahudi adalah mereka orang yang paling keras permusuhannya kepada orang-orang yang beriman. Inilah yang harus kita ketahui. Alloh  berfirman:

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. al-Maidah [5] : 82)

as-Sa’di  berkata, “Kedua golongan manusia ini secara mutlak adalah orang-orang yang paling besar permusuhannya terhadap Islam dan kaum muslimin serta paling giat merusak kaum muslimin. Hal itu karena kebencian mereka yang sangat besar kepada kaum muslimin, kesewenag-wenangan, kedengkian, penolakan dan kekufuran.” (Tafsir as-Sa’di 1/241)

Dengan demikian,  kegiatan Lions Club yang berkedok kemanusian dan sosial pada hakikatnya bukan bertujuan mengatasi problematika kemanusiaan secara murni akan tetapi ada agenda terselubung dan makar tersembunyi. Kebanyakan kaum muslimin samar dengan perkara ini. Sehinga mereka yang aktif di organisasi tersebut menolak mencabut keanggotaan mereka dari Lions Club karena mereka anggap kegiatannya bernilai sosial dan kata mereka Islampun peduli kepada lingkungan sekitar.

Sebagaian kaum muslimin kurang memaknai dan memahami prinsip dasar  keanggotaan Lions Club yang  menyerukan slogan “Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan” (liberte, egalite, & fraternite) dan membangun semangat kerukunan di antara pribadi-pribadi dengan cara melonggarakan dan menjauhkan ikatan-ikatan akidah (keyakinan).

Prinsip dasar tersebut jelas mengandung kekufuran sebab memandang sikap permisifme kepada semua agama yang pada akhirnya menganggap semua agama sama. Padahal, kita sebagai seorang muslim telah mengetahui bahwa agama yang diridhoi dan diterima di sisi Aloh  hanyalah Islam.

Rosululloh  bersabda;

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidak ada seorang pun dari umat ini yang telah mendengar diutusnya aku, baik dia Yahudi maupun Nasrani, kemudian mati dalam keadaan tidak beriman terhadap agama yang aku diutus dengannya (Islam), melainkan dia termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim)

 

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *