KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
PERCAYA GA PERCAYA
Oleh: Syaeful Rohim, M.A.Pd
Dalam beberapa waktu terakhir ini, acara televisi yang bertemakan tentang sihir merebak di Indonesia, baik itu penangkapan jin, hipnotis teman, uji mental di tempat yang dianggap angker, dan film yang berbau mistis. Bahkan ada juga acara yang memperlombakan sihir dari para pesertanya, hal ini tidak lain untuk mencari bakat dan generasi sihir baru.
Sebagian orang awam menyangka hal itu adalah satu kesempatan bagi mereka untuk memunculkan bakat. Dengan acara itu, sebagian banyak para pentolan tukang sihir yang ada di daerah-daerah dapat menampilkan aksinya di televisi. Akhirnya, mereka pun semakin pede (perkasa, ampuh) dengan ilmu hitamnya itu, dan mereka anggap juga sebagai ajang promosi bagi masyarakat yang menyaksikan untuk menggunakan sihir melalui mereka. Na’udzubillahi mindzalik…
Sebagian lain dari masyarakat Indonesia menganggap acara itu sebagai bagian hiburan untuk menghilangkan kelelahan mereka dari aktifitas sehari-hari. Bahkan mereka mengira acara itu dapat memberikan inspirasi-inspirasi baru. Alloh musta’an
Akan tetapi, sebagian masyarakat Indonesia ada yang menganggap bahwa acara berbau sihir itu merupakan acara yang tidak mendidik bagi anak bangsa Indonesia, menghabiskan waktu dan menipu masyarakat. Menurut mereka, hal itu dikarenakan dapat menyebabkan seseorang selalu bergantung dengan makhluk-makhluk halus (jin dan setan), dan berpikir tentang sesuatu yang tidak realistis.
Dalam beberapa pandangan masyarakat di atas tentang acara sihir di televisi saling berbeda, bahkan bertentangan satu sama lain. Lalu, bagaimana pandangan Islam mengenai acara tersebut? Kenapa juga pandangan Islam tentang hal itu menjadi penting? Tidak lain dikarenakan seluruh kaum Muslimin (di Indonesia khususnya) harus berpegang teguh dengan ajaran Islam. Jadi, pendapat mereka harus berdasarkan pandangan Islam, terlebih lagi acara sihir dan hal ghaib.
Kalau kita lihat dari relaitas dunia sihir yang terjadi. Kekuatan sihir hanya dapat diperoleh dari bantuan jin dan setan, bukan dari kekuatan yang ada di dalam ruhani manusia. Tidak ada manusia yang memiliki kekuatan supranatural melainkan mendapatkan bantuan dari luar, kalau orang sholih mendapatkan perlindungan dan pertolongan dari Alloh , sebaliknya orang yang selalu meninggalkan perintah Alloh mendapatkannya dari setan.
Iblis dan setan (menurut pandangan Islam) keduanya telah ingkar kepada Alloh dan perintah-Nya, maka mereka mendapat laknat dari Alloh . Oleh karena itu Iblis dan keturunannya dari kalangan setan, bersumpah setia untuk selalu menjerumuskan manusia ke lubang penderitaan sampai hari kiamat.
Jadi sejatinya, setan tidak akan membantu kepada manusia pada hal-hal yang bermanfaat bagi mereka. Kalau kita lihat realita, tidak ada cerita setan menolong manusia dalam masalah banjir, letusan gunung berapi, dan mengajak manusia dalam berbuat baik.
Sebaliknya setan membantu manusia dalam sebagian hal yang bersifat keburukan atau kedzoliman. Setan membantu tukang sihir untuk selalu sombong dan melanggar perintah dan larang Alloh . Sihir hanya dapat membantu seseorang untuk menjadi kaya tanpa usaha. Sihir membantu untuk balas dendam dalam menyakiti saudara atau tetangga. Jadi tidak manfaat yang dapat diharapkan dari sihir untuk membangun masyarakat yang Islami, madani, atau membangun generasi yang robbani.
Tontonan yang terkait dengan sihir tak layak ditonton, atau didukung, karena hal itu akan menghabiskan waktu dengan sia-sia. Masih banyak ibadah dan perbuatan baik yang dapat dilakukan. Mendukung acara seperti itu sama halnya membantu dalam menyengsarakan bangsa dan Negara secara tidak langsung, dikarenakan sihir dapat menyebar dengan luas pada masyarakat yang jauh dari pilar-pilar Islam dan menjadikan manusia tunduk pada setan-setan yang terkutuk.
Sihir dalam pandangan Islam merupakan fitnah bagi manusia. sebagaimana dijelaskan oleh Alloh dalam kalam-Nya yang mulia, al-Qur’an al-karim.
Alloh berfirman:
“… sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya fitnah (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Alloh…”. (QS. Al-Baqoroh [2]: 102)
Dalam ayat ini, sihir jelas-jelas tidak boleh dipelajari karena merupakan tindakan kekufuran kepada Alloh . Kalaupun ada orang yang mempelajari, maka hanya memberikan keburukan-keburukan belaka, seperti memisahkan antara suami istri. Dan sihir tidak akan mencelakai orang lain kecuali sesuai kehendak Alloh di alam semesta ini. Wallohu a’lam…
Artikel:
www.inilahfikih.com