KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
SHOLAT DAN TATA CARANYA
Sholat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan khusus yang dibuka dengan takbirotul ihrom dan ditutup dengan salam.
Syariat sholat langsung diterima oleh Rosululloh dari Alloh pada peristiwa isro dan mi’roj.
Sholat memiliki banyak keutamaan, di antaranya yaitu:
1. Sholat adalah rukun Islam yang kedua bahkan merupakan rukun Islam yang terpenting setelah syahadatain.
2. Sholat adalah komunikasi dan hubungan langsung antara hamba dengan Robbnya.
3. Sholat adalah penolong dalam segala urusan dan pencegah dari segala maksiat dan kemungkaran.
4. Sholat adalah cahaya bagi orang-orang beriman yang memancar dari dalam hatinya dan akan menyinarinya ketika di Padang Mahsyar.
5. Sholat adalah tiang agama.
6. Sholat adalah perkara yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat.
7. Sholat merupakan ikatan Islam yang terakhir hilang dari muka bumi.
8. Sholat adalah wujud ketaatan seorang hamba yang sangat lengkap dan sempurna.
9. Sholat adalah kunci kebahagiaan dunia akhirat.
Sholat terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Sholat fardhu yaitu sholat yang diwajibkan Alloh kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan batas-batas yang telah dijelaskan-Nya, baik melalui perintah maupun larangan. Dalam hal ini adalah sholat lima waktu dalam sehari semalam yaitu: Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh.
2. Sholat tathowwu’ yaitu sholat sunnah atau tambahan dari sholat fardhu lima waktu.
Para ulama sepakat bahwa meninggalkan sholat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum-minuman keras.
Orang yang meninggalkan sholat akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia. Adapun di akhirat, ancaman bagi orang yang meninggalkan sholat yaitu akan dikumpulkan bersama gembong-gembong kekafiran di neraka, seperti Qorun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Kholaf.
Adapun orang yang menunda-nunda sholat dan lalai sehingga keluar dari waktunya, maka ia akan mendapatkan ancaman siksaan neraka. Jika ia terbiasa dengan hal tersebut, maka ia telah terjatuh dalam perbuatan kemunafikan.
Orangtua hendaknya mendidik dan melatih anaknya sejak dini untuk mengerjakan sholat.
Dari Abdullah bin Amr , ia berkata, “Rosululloh bersabda: “Perintalahlah anak kalian sholat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan sholat). Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan). (HR. Abu Daud)
Oleh karena itu, janganlah meninggalkan sholat, dimana pun dan kapan pun kita berada agar menjadi orang yang selamat dunia dan akhirat.
Ibadah sholat tidak akan sah dan diterima Alloh , kecuali harus sesuai dengan tata cara yang diajarkan oleh Rosululloh .
Secara khusus Rosululloh menegaskan kepada umatnya agar mencontohnya dalam melaksanakan ibadah sholat sebagaimana dalam sabdanya, “Sholatlah sebagaimana kalian melihatku sholat. “ (HR. Bukhori)
Adapun tata cara sholat yang dicontohkan Rosululloh adalah:
1. Bersuci yaitu berwudhu dengan sempurna.
2. Berdiri menghadap kiblat.
3. Niat dalam hati dan tidak perlu dilafazkan.
4. Takbirotul ihrom dengan mengucapkan “Allohu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan sejajar daun telinga atau bahu.
5. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri antara dada dan pusar dengan menggenggam pergelangan tangan kiri atau lengan tangan kiri.
6. Membaca doa iftitah.
7. Membaca ta’awudz (audzubillahi minassyaithonir rojim).
8. Membaca surat al-Fatihah.
9. Setelah mengucapkan: Waladhdhollin, maka hendaknya mengucapkan: Aamiin.
10. Kemudian ruku’ dengan posisi kepala dan punggung rata dan lurus. Kemudian membaca doa ruku’.
11. Kemudian i’tidal yaitu bangun dari ruku’ dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga dan mengucapkan “Sami’allohu liman hamidah” hingga berdiri tegak, kemudian membaca doa “Robbana walakal hamdu”.
12. Sujud dengan tujuh anggota sujud (kening dan hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dua ujung kaki. Kemudian membaca doa sujud.
13. Duduk di antara dua sujud, yaitu dengan meletakkan punggung kaki kiri di lantai dan mendudukinya, serta menegakkan telapak kaki kanan sambil menghadapkan jari-jarinya ke arah kiblat. Kemudian membaca doa di antara dua sujud.
14. Kemudian sujud yang kedua dengan melakukan seperti sujud yang pertama.
15. Duduk tahiyat awal di rokaat kedua yang tata caranya sama seperti duduk di antara dua sujud.
16. Duduk tahiyat akhir, yaitu menegakkan telapak kaki kanan sambil melipat jari-jari kakinya ke arah kiblat dan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan sambil duduk dengan pinggul kiri di atas lantai. Posisi tangan kanan mengepal dengan jari telunjuk diisyaratkan mengarah ke kiblat dari awal tahiyat hingga selesai. Pandangan mata diarahkan ke telunjuk.
17. Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
18. Kemudian dilanjutkan membaca zikir yang sesuai diajarkan oleh Rosululloh .
Demikianlah shalat dan tata cara sholat sesuai dengan tuntunan Rosululloh . Semoga kita dimudahkan untuk bisa mengamalkannya.
Artikel: www.inilahfikih.com