SHOLAT-SHOLAT SUNNAH

SHOLAT-SHOLAT SUNNAH

Alloh mensyariatkan sholat-sholat sunnah untuk menyempurnakan kekurangan pada sholat fardhu.

Rosululloh bersabda: “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah sholat. Alloh berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada sholat hamba-Ku. Apakah sholatnya sempurna ataukah tidak? Jika sholatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam sholatnya ada sedikit kekurangan, maka Alloh berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Alloh berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud)

Sholat sunnah yang disyariatkan, yaitu:

1. Rowatib (qobliyah dan ba’diyah) yaitu sholat sunnah yang dikerjakan mengiringi sholat fardhu. Sholat tersebut 2 rokaat sebelum Shubuh, 2 atau 4 rokaat sebelum dan sesudah Zuhur, 2 atau 4 rokaat sebelum sholat Ashar, 2 rokaat sebelum dan sesudah sholat Maghrib dan 2 rokaat sesudah sholat Isya.
2. Tahajud, yaitu sholat yang dilaksanakan pada malam hari, waktunya antara setelah sholat Isya sampai sebelum terbit fajar. Pelaksanaannya setiap 2 rokaat salam. Sholat ini lebih utama dikerjakan setelah tidur pada sepertiga malam terakhir.
3. Witir. Waktunya antara sholat Isya sampai sebelum terbit fajar. Minimal 1 rokaat dan maksimal tidak terbatas. Jika dilakukan 3 rokaat lebih utama dengan 2 kali salam dan membaca doa qunut setelah ruku’ di akhir rokaat.
4. Tahiyatul masjid, yaitu sholat 2 rokaat yang dikerjakan ketika seseorang memasuki masjid sebelum ia duduk.
5. Syuruq, yaitu sholat 2 rokaat yang dikerjakan setelah selesai sholat Shubuh dan berada di masjid dengan beribadah. Waktu pelaksanaannya yaitu sekitar 90 menit dari waktu azan Shubuh.
6. Dhuha, yaitu sholat sunnah yang dikerjakan di waktu dhuha hingga menjelang waktu Zuhur, minimal dikerjakan 2 rokaat maksimal tidak ada batasnya. Waktu yang paling utama megerjakan sholat dhuha yaitu ketika terik matahari terasa menyengat.
7. Istikhoroh, yaitu sholat sunnah 2 rokaat yang dikerjakan untuk meminta petunjuk kepada Alloh dalam perkara yang tidak diketahui mana yang akan dipilih. Waktunya dikerjakan kapan saja selama bukan di waktu terlarang.
8. Taubat, yaitu sholat 2 rokaat yang dikerjakan oleh orang yang melakukan dosa maupun kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuatnya.
9. Sholat 2 rokaat setiap selesai wudhu.
10. Sholat tasbih, yaitu sholat 4 rokaat, caranya dengan membaca (Subhanalloh wal hamdulillah wa lailaha illalloh wallohu akbar) 15 kali setelah membaca surat (sebelum ruku’), 10 kali di waktu ruku’, 10 kali di waktu i’tidal, 10 kali di waktu sujud, 10 kali di waktu duduk di antara dua sujud, 10 kali di waktu sujud kedua, 10 kali di waktu istirahat.

Artikel: www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *