DAKWAH SECARA TERANG-TERANGAN

DAKWAH SECARA TERANG-TERANGAN

1. Tahapan dakwah terang-terangan diawali dengan mendakwahkan keluarga terdekat. Fase ini ditandai wahyu Alloh yang berisi perintah untuk mem-peringatkan kalangan keluarga Beliau, sebagaimana firman Alloh :
“Berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (QS. Asy-Syu’aro: 214)
2. Setelah turun ayat tersebut, yang pertama Rosululloh lakukan adalah mengumpulkan sanak saudaranya dari kalangan Bani Hasyim. Maka berkumpullah sekitar empat puluh lima orang dari sukunya. Rosululloh segera menyampaikan misi kenabiannya.
3. Setelah itu, Rosululloh mendaki bukit Shafa, kemudian Beliau berseru: “Wahai Bani Fihr, Wahai Bani Adi!” Tak lama kemudian mereka berkumpul. Bahkan seseorang yang berhalangan hadir, mengutus utusannya untuk mencari tahu apa yang terjadi. Datang pula Abu Lahab. Maka berkatalah Rosululloh : “Bagaimana pendapat kalian seandainya aku katakan kepada kalian bahwa ada sekelompok pasukan berkuda di balik gunung ini akan menyerang kalian, apakah kalian akan membenarkan ucapanku?” “Tentu, kami mengenalmu orang yang paling jujur di antara kami.” Jawab mereka.
Maka Rosululloh bersabda: “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan untuk kalian, sebelum datang azab yang sangat pedih”…“Celaka engkau selama-lamanya, untuk inikah engkau mengumpulkan kami? Hardik Abu Lahab. Maka turunlah ayat: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab…”.
4. Sikap mereka tersebut menunjukkan bahwa mereka memahami apa yang ada di balik misi keimanan yang dibawa Rosululloh , yaitu menggugurkan semua bentuk penuhanan dan penyembahan yang selama ini telah mereka percaya. Keimanan kepada Rosul dan hari akhir, berarti ketundukan mereka secara mutlak terhadap ketetapan dan ajaran yang dibawa oleh Rosululloh , tidak ada pilihan lain di hadapan mereka. Itu berarti pupusnya kekuasaan dan kesombongan yang selama ini mereka nikmati. Hilang juga kesempatan untuk melakukan berbagai bentuk kerendahan moral dan kezoliman yang selama ini dengan bebas mereka lakukan.
5. Sedemikian besar kemarahan masyarakat Quroisy terhadap misi dakwah Rosululloh , namun mereka tetap kebingungan mengatasinya. Sebab yang mereka hadapi adalah Rosululloh yang terkenal dengan akhlak mulia yang belum pernah mereka dapati orang semacam Beliau dalam sejarah nenek moyang mereka.

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *