KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
KAKAK DAN ADIK BERSELISIH, KAKAKNYA SUDAH MINTA MAAF NAMUN ADIKNYA ENGGAN MEMAAFKAN
Dari Bu ini. assalamualaikum pak ustadz, saya kan habis berselisih paham sama adik-adik saya, saya sudah minta maaf tapi adik saya masih kasar sama saya, gimana pak ustad? saya takut putus silaturahmi, tapi saya malah melihat adik saya suka membuang muka, tolong jawab pertanyaan saya.
Jawaban: Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Untuk permasalahan yang anda alami rinciannya adalah sebagai berikut;
Pertama: Tindakan yang anda lakukan sudah tepat, yaitu meminta maaf. Apabila anda sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan adik anda semaksimal yang anda bisa lakukan, namun dia tidak mau memaafkan, InsyaAllah anda tidak termasuk orang yang mendapatkan ancaman dosa mendiamkan saudara muslim seperti dalam hadits Nabi .
Imam Ibnu Ruslan rahimahullah mengatakan, “Yang bisa kita simpulkan, apabila salah satunya berusaha berdamai dengan yang lain tapi perdamaian itu tidak diterima, maka orang yang berusaha berdamai tersebut diampuni. (Lihat Kitab Syarh az-Zarqani ‘ala al-Muwaththo’, 4/335).
Kedua: Anda bersabar atas perlakuan adik anda dan tetap berusaha silaturrahmi kepadanya, bahkan inilah hakikat dari silaturrahmi.
Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah bersabda,
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari no. 5991)
Dalam hadits lain, dari Abu Hurairah ia berkata, “Seorang pria mendatangi Rasulullah sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturrahmi dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya, dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka”. Rasulullah menjawab, “Kalau memang halnya seperti yang engkau katakan, (maka) seolah- olah engkau memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu.” (HR. Muslim no. 2558). Wallahu a’lam
Dijawab oleh ustadz Abul Fata Miftah, Lc (Pengasuh www.inilahfikih.com)