KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
KERJA HALAL PENGHASILAN KECIL, KERJA HARAM PENGHASILAN BANYAK
Assalamu ‘alaikum…, Ustad…, mencari rezeki yang halal tuh hasilnya sedikit. orang lain mencari yang haram itu dapatnya banyak. kenapa ya?
Jawaban: Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Keadaan yang anda utarakan bahwa mencari rejeki halal hasilnya sedikit, sedangkan orang lain mencari rejeki haram hasilnya banyak, barangkali hanya pada kondisi sebagian orang, bukan pada semua orang. Karena berapa banyak orang mencari rejeki halal dan hasilnya pun banyak.
Hakikatnya kita hanya diperintahkan untuk mencari usaha atau bekerja, adapun hasilnya di tangan Allah . Karena kadar rejeki seseorang sudah ditentukan oleh Allah .
Sebagai seorang muslim yang taat, ia akan selalu memperhatikan rambu-rambu agamanya sehingga ia akan memilah antara perkara yang halal dan yang haram. Ia tidak akan menyuapi dirinya, istri dan anak-anaknya kecuali dengan suapan yang halal. Terlebih di zaman seperti yang disifati oleh Nabi :
يَأْتِي عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ
“Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli lagi apa yang dia ambil, apakah dari hasil yang halal atau yang haram.” (HR. Al-Bukhari dan An-Nasa’i)
Suapan yang haram tidak lain kecuali akan menyebabkan pemakannya terhalangi masuk surga. Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq , dari Nabi , beliau bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ
“Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.” (HR. Abu Ya’la)
Oleh karenanya, istri para as-salaf ash-shalih (para pendahulu kita yang baik) bila suaminya keluar dari rumahnya, iapun berpesan:
إِيَّاكَ وَكَسْبَ الْحَرَامِ، فَإِنَّا نَصْبِرُ عَلَى الْجُوْعِ وَلاَ نَصْبِرُ عَلىَ النَّارِ
“Jauhi olehmu penghasilan yang haram, karena kami mampu bersabar atas rasa lapar tapi kami tak mampu bersabar atas neraka.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin)
Oleh karena itu, anda tetap berusaha semaksimal mungkin mencari rejeki yang halal. Bisnis dan bekerjalah kemudian hasilnya serahkan kepada Alloh . Siapa saja yang senantiasa bertakwa Alloh , diantaranya dalam bekerja atau bisnis niscaya Alloh akan memberikan solusi dan jalan keluar. Alloh berfirman;
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).
Dijawab oleh ustadz Abul Fata Miftah, Lc (Pengasuh www.inilahfikih.com)