KIAT MENGHILANGKAN RASA TAKUT

KIAT MENGHILANGKAN RASA TAKUT

Assalammu’alaikum Ustad, mau bertanya doa apa untuk menghilangkan perasaan ketika takut? & untuk menghindarkan dari gangguan syaitan? Terima kasih

Jawaban:

Dari Zainab bintu Jahsy Radhiyallahu anha,

دَخَلَ عَلَيْهَا فَزِعًا يَقُولُ « لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ » . وَحَلَّقَ بِإِصْبَعِهِ الإِبْهَامِ وَالَّتِى تَلِيهَا . قَالَتْ زَيْنَبُ ابْنَةُ جَحْشٍ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَ: نَعَمْ ، إِذَا كَثُرَ الْخُبْثُ

Suatu ketika Nabi pernah masuk ke dalam rumahnya dalam kondisi sangat ketakutan, beliau mengucapkan,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ

Laa ilaaha illaallah, waspadalah orang arab, akan datangnya bahaya yang dekat waktunya. Hari ini telah dibuka benteng Yakjuj dan Makjuj sebesar ini. Kemudian beliau membuat lingkaran antara jempol dengan telunjuk. Zainab bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan, sementara di tengah kita banyak orang shaleh?’ Jawab beliau,

نَعَمْ ، إِذَا كَثُرَ الْخُبْثُ

“Ya, jika maksiat meraja lela.” (HR. Bukhari & Muslim)

Diantara faidah dari hadits ini, bahwa hadits ini dijadikan rujukan oleh para ulama tentang bacaan ketika seseorang mengalami ketakutan. Dalam kondisi ketakutan Rasulullah membaca, ‘Laa ilaaha illallah’. Karena itu, Syaikh Dr. Sa’d bin Wahf al-Qahthani dalam Kitabnya Hisnul Muslim – kumpulan doa dari al-Quran dan Hadis Shahih – memasukkan kalimat ini sebagai doa ketika ketakutan. Beliau mengatakan,

مَا يُقَالُ عِنْدَ الفَزَعِ

“Bacaan ketika sangat ketakutan” (Lihat Kitab Hisnul Muslim, hlm. 141)

Agar kita memiliki senjata supaya tidak diganggu setan. Coba ikuti kiat-kiat berikut.
1- Patut dipahami, setan adalah musuh manusia. Allah berfirman,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)
2- Berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)
3- Berlindung dari gangguan setan dan senantiasa meminta tolong pada Allah . Allah berfirman,

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ  .وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.” (QS. Al-A’raf: 199-200)

Ada beberapa tempat atau waktu meminta perlindungan dari gangguan setan diantaranya:
a- Ketika masuk kamar mandi. Dari Anas bin Malik , beliau mengatakan,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Rasulullah ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).” (HR. Bukhari dan Muslim)
b- Ketika marah. Dari Sulaiman bin Surd , beliau menceritakan, “Suatu hari saya duduk bersama Nabi . Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah bersabda,

إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ

“Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim (aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk), marahnya akan hilang.” (HR. Bukhari dan Muslim).
c- Ketika singgah di suatu tempat
Diriwayatkan dari Khawlah binti Hakim As-Sulamiyyah; beliau mendengar Rasulullah bersabda,

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

“Barang siapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan, ‘A’uudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq (Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk),” maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut.” (HR. Muslim, no. 2708)
d- Ketika membaca Al-Qur’an diperintahkan memulainya dengan membaca taawudz, sebagaimana dalam ayat,

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Apabila kamu membaca Al-Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)
e- Melindungi anak dan keluarga
Do’a yang biasa diucapkan Nabi untuk meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain, yaitu:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ  وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

“‘Audzu bi kalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracun dan dari pengaruh ‘ain yang buruk).” (HR. Bukhari no. 3371). Nabi katakan bahwa dulu bapak kalian berdua yaitu Nabi Isma’il dan Ishaq meminta perlindungan pada Allah dengan do’a tersebut.
Kemudian, terdapat pula do’a yang dibacakan oleh malaikat Jibril ketika Nabi mendapat gangguan setan, yaitu:

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

“Bismillahi arqiika min kulli syai-in yu’dziika min syarri kulli nafsin aw ‘aini haasidin. Allahu yasyfiika, bismillah arqiika.” (Dengan menyebut nama Allah, aku membacakan ruqyah untukmu dari segala sesuatu yang menganggumu dari kejahatan setiap jiwa dan pengaruh ‘ain. Semoga Allah menyembuhkanmu).” (HR. Muslim no. 2186). Dan doa-doa lainnya seperti yang diajarkan oleh Rasulullah . Wallahu a`lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *