KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
METODE MENGHILANGKAN KEMUNGKARAN
Dalam metode menghilangkan kemungkaran, biasanya setiap orang memiliki metode sesuai kemampuan dan keberaniannya.
-Ada yang takut menyinggung perasaan pelaku kemungkaran, sehingga ia betul-betul memilih kata-kata atau tindakan yang sekiranya tidak membuat marah pelakunya. Ini biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama
-Ada yang menggunakan metode memberi lalu menasehati, misal memberi makanan atau hadiah baik sekali maupun berkali kali baru menasehati agar kemungkaran tersebut ditinggalkan. Metode ini pun nasehatnya ada yang sebatas sindirin dan ada yang terang-terangan mengarah pada kemungkaran tersebut.
-Ada yang ingin sekali ia menghilangkan kemungkaran itu, akhirnya ia berfikir lama untuk mencari metode, namun ia tetap takut menghilangkan kemungkaran, akhirnya ia hanya memilih menyelamatkan dirinya saja dengan menghindari kemungkaran tersebut.
-Ada yang hanya mendoakan pelaku kemungkaran tersebut agar mendapatkan hidayah, dan ia tetap masih berada di lingkungan yang ada kemungkaran itu.
-Ada yang langsung bertindak tegas, baik dengan kata-kata maupun aksi sampai kemungkaran tersebut hilang.
Dari sekian metode ini, bisa dipraktekkan sesuai kemampuan dan keberanian, bukan untuk membenarkan satu metode lalu menyalahkan metode lain.
Karena, kondisi orang tidak bisa disama ratakan, yang tegas tidak boleh menyalahkan yang lembut dan yang lembut tidak boleh menyalahkan yang tegas. Dan silahkan simak sejarah yang tercatat tentang kehidupan Nabi, sahabat, tabiin dan para ulama terdahulu dalam menghilangkan kemungkaran.
Yang harus disalahkan adalah ketika orang mengaku beriman, lalu menemukan perbuatan yang bertentangan dengan keimanannya namun dirinya sama sekali tidak merasa terbebani dengan konsekuensi imannya yaitu dalam hal ini adalah amar ma’ruf dan nahi mungkar.
Lebih salah lagi, ketika ia malah mendukung dan membela kemungkaran tersebut, dan lebih parah lagi apabila memusuhi dan memprovokasi agar orang memusuhi pelaku amar ma’ruf dan nahi mungkar.
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ»
Dari Abu Sai’d Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 49]
Di zaman penuh fitnah dan kejahilan mari perbanyak doa:
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
“Ya Allah tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar dan bantulah kami untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan bantulah kami untuk menjauhinya”.
@Abul Fata Murod