“Lebih baik membantu orang-orang sekitar yang membutuhkan, ngapain membantu orang lain dan negara lain”

“Lebih baik membantu orang-orang sekitar yang membutuhkan, ngapain membantu orang lain dan negara lain”

Ucapan” Lebih baik membantu orang-orang sekitar yang membutuhkan”, ini terlihat sangat bagus, namun Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita bukan hanya membantu saudara atau muslim sekitar kita saja. Tapi, diperintahkan membantu siapa saja dan di mana saja dari saudara kita yang membutuhkan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. (HR. Muslim)

Allah dan Rasul-Nya juga bukan hanya memerintahkan kita untuk membantu pribadi muslim, namun juga untuk segala sarana baik peralatan maupun SDM dalam penegakan dan kejayaan Islam.

وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan berjihadlah dengan harta dan diri kalian di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui” (QS. At Taubah: 41)

Kan, orang di sekitar banyak yang lebih butuh, ngapain bantu orang lain dan negara lain?

-Kalo dana anda sedikit atau anda bukan orang yang terus menerus berinfak, iya utamakan orang sekitar anda dulu.

-Tapi, di sana juga banyak orang yang mempunyai dana lebih dan sangat gemar berinfak, sering membantu orang sekitar, maka ia harus membantu orang lain di luar daerah atau negara lain juga.

-Dan tidak selamanya orang di sekitar layak kita bantu, bisa saja di sekitar orang-orangnya jarang ibadah, banyak maksiat, tidak peduli Islam, tidak peduli adab dan akhlak, gemar menghamburkan harta untuk maksiat. sehingga bisa saja yang ingin membantu lebih memilih orang di luar daerahnya yaitu ke orang-orang yang lebih rajin ibadah, taat, dan peduli agama Allah.

-Bisa juga orang di sekitarnya ada yang butuh dan miskin, tapi orang di luar daerahnya jauh lebih butuh, seperti di negara atau daerah yang mereka banyak terkena gizi buruk, hanya bisa makan sekali dalam sehari, banyak warga yang makan dari sisa-sisa makan orang lain, bahkan untuk makan ada yang merebus daun dan rumput, untuk dapat air bersih sulit, sulit tidur karena dampak konflik dll.

-Bisa juga, bantuan orang sekitar hanya untuk menegakkan tulang dan dagingnya, adapun bantuan untuk orang di luar daerahnya untuk menegakkan badannya, menebar ilmu, dakwah, hidayah, agama, memperbaiki kerusakan umat, pelaku amar ma’ruf nahi mungkar.

-Intinya, jika anda bisa membantu orang terdekat sekaligus orang yang jauh kenapa tidak anda lakukan?

-Miris dan ironisnya, ada orang yang tidak pernah membantu orang lain atau agama Allah, tidak pernah berinfak, tidak pernah donasi, atau sangat amat jarang melakukan itu semua, tapi berlagak sok bijak mengomentari para donatur dan lembaga-lembaga penyalur donasi. Dia belum pernah turun ke pelosok-polosok, berminggu-minggu, berbulan-bulan di medan bencana, konflik dan peperangan, meninggalkan anak dan istri atau keluarga, tapi komentarnya sudah seperti para relawan, pengelola lembaga sosial dan amal islami bertahun-tahun lamanya. Berkomentar bermodal berita, katanya dan katanya.

-Kalau hanya asal bunyi dan bersuara, hewan-hewan saya rasa lebih pandai bersuara.

-Kalaupun ada kekurangan pada pribadi muslim atau komunitas muslim atau komunitas amal Islami, lakukan tindakan yang mengandung maslahat bukan malah mafsadat, apalagi tindakan kita bisa dijadikan peluang para musuh Islam menghantam pribadi muslim atau komunitas muslim atau komunitas amal Islami.

Semoga Allah menjaga lisan-lisan kita dari ucapan-ucapan yang membantu musuh Islam dalam menjatuhkan Muslimin, Islam, komunitas Islam dan komunitas-komunitas aktivitas dan amal Islami.

@Abul Fata Murod, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *