KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Apakah bersuci merupakan syarat khutbah?
Dalam masalah ini para ulama’ berbeda pendapat,
Pendapat pertama, menyatakan bahwa bersuci bukan termasuk dari syarat khutbah, dalilnya:
1. Bahwasanya khutbah bukan merupakan bagian dari sholat jum’at, kalaulah khutbah merupakan bagian dari sholat jum’at niscaya khutbah dilakukan dengan menghadap ke kiblat. Maka dari itu bersuci bukan merupakan syarat dari khutbah.
2. Karena khutbah bukan syarat sahnya sholat jum’at maka thaharah (bersuci) bukan mejadi syarat khutbah pula.
3. Khutbah termasuk dzikir, sedangkan orang yang junub dan berhadats boleh berdzikir tanpa harus bersuci terlebih dahulu.
(Pengecualian, bagi orang yang berhadats besar ia tidak boleh berkhutbah, karena terdapat bacaan ayat Al-Qur’an sementara orang yang berhadats besar tidak boleh membaca Al-Qur’an sedikitpun).
Pendapat kedua,
menyatakan bahwa bersuci merupakan syarat sahnya khutbah, dalilnya:
1. Rosulullah ﷺ selalu bersuci sebelum berkhutbah dan beliau juga bersabda:
”sholatlah kalian sebagaimana engkau melihat aku sholat”.
Maksud hadits ini adalah Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya agar senantiasa mengikuti bagaimana cara beliau beribadah kepada Allah ﷻ.
2. Khutbah merupakan syarat sah sholat jum’at, maka bersuci merupakan syarat sahnya khotib dalam berkhutbah karena khutbah bagian dari sholat jum’at.
3. Tidak pernah dikabarkan dalam hadits bahwa Rosulullah ﷺ setelah selesai berkhutbah bersuci terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat jum’at. Hal ini menandakan bahwa sebelum beliau berkhutbah beliau sudah bersuci terlebih dahulu.
Adapun dari dua pendapat di atas, maka silahkan pilih pendapat menurut yang diyakini masing-masing.
Referensi:
– Kitab Bada’i’u Shanai’
– Kitab Al-Mudawwanah
– Kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab
– Kitab Al-Mughni
– Kitab At-Tahdzib
– Kitab Al-Inshaf
– Kitab Shahih Al-Bukhari
Sumber:
https://t.me/rhaudhatululum
Artikel: www.inilahfikih.com