Kekejaman Kaum Musyrikin Terhadap Orang Yang Baru Masuk Islam

 

Kekejaman Kaum Musyrikin Terhadap Orang Yang Baru Masuk Islam

Dalam perjalanan sejarah, telah dikenal kekejaman orang musyrik terhadap umat Islam lebih-lebih kepada orang yang baru masuk Islam, sungguh mereka tidak pernah ridho ketika orang berbondong-bondong memeluk agama Islam dan meninggalkan kekufuran, hal ini bisa dilihat pada zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Apa yang dilakukan oleh orang musyrik terhadap para pemeluk agama Islam?, tentunya beragam siksaan yang mereka lakukan, berikut contoh kekejaman orang musyrik terhadap orang yang baru masuk Islam:

1. Orang-orang Quraisy meneror orang yang baru masuk Islam, menangkapnya, menghajarnya, membiarkan lapar dan haus, menjemur mereka di padang pasir Makkah jika musim panas membara.

2. Umayya bin Khalaf ketika mendapati sahabat Bilal bin Rabah Radhiyallahu Anhu masuk Islam, dia mengeluarkannya ketika matahari sedang dipuncak teriknya. Ia membaringkannya diatas padang pasir Makkah kemudian memerintahkan untuk meletakkan batu besar di atas dadanya. Menghadapi ujian tersebut Bilal bin Rabah Radhiyallahu Anhu hanya berkata: Ahad (Esa), Ahad (Esa)

3. Ummu Ubais Zinnirah, ia termasuk orang yang terlibat dalam perang Badar dan Uhud. Ia pernah mendapatkan siksaan hingga buta matanya. Orang-orang Quraisy berkata: Matanya dicabut Al-Lata dan Al-Uzza, Zinnirah berkata:Demi Baitullah, mereka berbohong. Al-Lata dan Al-Uzza adalah patung yang tidak berbuat apa-apa. Kemudian Allah mengembalikan matanya menjadi melihat kembali.

4. Abu Bakar Radhiyallahu Anhu berjalan melewati budak muslimah Bani Muammil diperkampungan Bani Adi Bin Ka’ab. Ketika itu Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu menyiksanya agar meninggalkan Islam, Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu waktu itu masih musyrik, tidak henti-hentinya ia menyiksa wanita itu hingga ia merasa lelah, Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu berkata: Aku berhenti menyiksamu hanyalah karena kelelahan. Budak itu berkata: Demikianlah Allah berbuat terhadap dirimu. Kemudian Abu Bakar Radhiyallahu Anhu membeli budak tersebut dan memerdekakannya.

5. Tatkala matahari sedang mencapai puncak panasnya, Bani Makhzum membawa sahabat Ammar bin Yasir Radhiyallahu Anhu, ayahnya dan ibunya yang semuanya telah masuk Islam ke padang pasir Makkah untuk disiksa. Pada saat mereka bertiga sedang disiksa, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melewati mereka. Beliau bersabda: Sabarlah, wahai keluarga Yasir karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga. Mereka (Bani Makhzum) membunuh Ummu Ammar karena tetap kokoh dan menolak kecuali Islam.

6. Abu Jahal selalu mencemooh kaum muslimin. Jika ia mendengar orang yang mendapatkan perlindungan masuk Islam ia mencemooh dengan mengatakan: Engkau murtad dari agama ayahmu, padahal ayahmu lebih baik darimu, kami pasti menjelek-jelekkan mimpimu, tidak menerima pendapatmu, dan merusak kehormatanmu.

Jika orang itu pelaku bisnis Abu jahal mengatakan: Demi Allah, kami pasti membuat bisnismu bangkrut, dan kami hancurkan kekayaanmu.

Jika orang itu lemah, Abu Jahal menyiksanya dan merayunya.

7. Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu menceritakan tentang penyiksaan orang kafir terhadap sahabat Nabi, orang-orang Quraisy memukul salah seorang sahabat, membuatnya kelaparan dan kehausan hingga salah seorang dari mereka tidak bisa berdiri tegak akibat beratnya penyiksaan yang diterima.

8. Beberapa Bani Makhzum mendatangi rumah Hisyam bin Al-Walid, karena saudaranya yang bernama Al-Walid bin Al-Walid bin Al-Mughirah Radhiyallahu Anhu telah memeluk Islam. Mereka sepakat untuk memurtadkan kembali anak-anak muda mereka yang telah masuk Islam.

Itulah beberapa contoh penyiksaan orang musyrik terhadap umat Islam, dari sini kita lihat betapa kuatnya pendirian mereka didalam memeluk agama Islam. Bagi kita mungkin tidak pernah mendapatkan ujian seberat itu, maka bersyukurlah atas nikmat teragung ini yaitu Islam, jangan kufuri nikmat ini. Kita hendaknya berusaha dan berlomba-lomba menjadi pribadi muslim yang tangguh dalam keimanan, dan sungguh mahal nikmat Islam ini, sampai-sampai ujian yang bertubi-tubi dialami oleh para pembawa panji Islam dizaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. ironis sekali, disaat seseorang sudah diberikan karunia Islam namun mereka mengabaikan nilai-nilai, hukum-hukum, syariat dan aturan Islam. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan senantiasa meneguhkan dan mengistiqomahkan di jalan-Nya.

Wallahu A’lam, semoga bermanfaat.

Referensi Utama:

Sirah Nabawiyah Karya Ibnu Ishaq Rahimahullah dengan syarah dan Tahqiq Ibnu Hisyam Rahimahullah

Oleh:Abul Fata Miftah, Lc; S. Ud

Artikel:

www.inilahfikih.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *