KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…

Larangan Memilih Pemimpin Dan Teman Setia Dari Kalangan Orang Kafir (Faidah Dari Al-Quran Surat Al-Maidah Ayat 51)
Imam Jalaluddin As-Suyuti Asy-Syafii Rahimahullah dalam tafsir Al-Jalalain mengatakan, Allah Ta’ala berfirman:
ﻳٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ۟ ﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭﺍ۟ ﭐﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﭐﻟﻨَّﺼٰﺮَﻯٰٓ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺂﺀَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺂﺀُ ﺑَﻌْﺾٍ ۚ ﻭَﻣَﻦ ﻳَﺘَﻮَﻟَّﻬُﻢ ﻣِّﻨﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُۥ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ۗ ﺇِﻥَّ ﭐﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻬْﺪِﻯ ﭐﻟْﻘَﻮْﻡَ ﭐﻟﻈّٰﻠِﻤِﻴﻦَ
“(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin) menjadikan orang yang kamu ikuti dan menjadikan orang yang kamu cintai. (Sebagian mereka menjadi pemimpin bagi sebagian lainnya) karena mereka bersatu padu dalam kekafiran. (Siapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka dia termasuk di antara mereka) artinya termasuk golongan mereka. (Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang yang dzalim) karena mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka. (Qs. Al Maidah :51)
Faidah Yang Bisa Kami Petik:
1. Jika kalian mengaku orang beriman janganlah mengangkat orang kafir sebagai pemimpin, teman setia, atasan, orang kepercayaan, serta menaruh kecintaan kepadanya.
2. Sesama orang kafir, saling mengangkat pemimpin diantara mereka, saling membantu, mereka kerahkan jiwa dan harta untuk bersatu padu. Dalam rangka apa?, untuk melestarikan kekafirannya. Mengapa sesama mereka terjalin kerjasama yang solid?, karena mereka dalam satu visi dan misi, apakah berarti orang islam tidak boleh ikut bergabung dengan mereka dalam kerjasama tersebut? betul !! karena orang Islam tidak satu misi dengan mereka, orang Islam memiliki misi iman dan tauhid sedangkan orang kafir misinya adalah kekufuran dalam pandangan Islam, berarti jika ada orang Islam bekerjasama dalam hal itu maka ia manusia yang tidak tahu arah, mencampur adukkan antara iman dan kekufuran dan ini nyata-nyata kesesatan, iman dan kekafiran tidak akan bersatu, sungguh tidak pantas orang Islam membantu orang kafir dalam melestarikan kekafiran, setiap pengikut agama itu pasti punya misi mendakwahkan agamanya lebih-lebih ia memiliki kekuasaan.
3. Allah memulai ayat ini dengan seruan untuk orang beriman, Allah tegaskan barangsiapa diantara orang yang asal dirinya beriman namun mengangkat orang orang kafir sebagai pemimpin, sebagai teman setia, atau sebagai atasan, maka tipe orang ini sama dengan mereka. Ingat dalam uraian diatas bahwa orang kafir itu cirinya tolong saling menolong dalam kekafirannya, berarti orang islam yang mengangkat orang kafir sebagai pemimpin maka dia memperkokoh dan memperkuat serta membantu menyukseskan program tolong menolong dalam kekafiran. Masih ingat sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam? “Seseorang itu bisa dinilai kualitas keagamaannya dari teman dekatnya”, jika ada orang yang mengaku Islam tetapi loyal, cinta, menjadi bawahan, serta menjadi teman setia orang kafir, maka kalian sangat mudah menilai jatidiri orang tersebut yang mengaku dirinya Islam. Teman dekat kita adalah cerminan diri kita, makanya jangan kaget ada orang Islam tetapi menjaga tempat ibadah orang kafir, ada orang Islam mati-matian mengamankan, membela, membantu, menjadi jubir, siap mati demi orang kafir, berarti dari awal tipe manusia seperti ini sudah berteman, loyal, mendapatkan bantuan, mendapatkan proyek, makan, jabatan, pangkat dari orang kafir, bahkan dihidupi oleh orang kafir.
4. Alloh tidak akan memberikan hidayah kepada orang dzalim, disebabkan mereka mengangkat pemimpin kafir dan loyal kepada mereka. Orang Islam yang memilih orang kafir pasti orang dzalim. Memilih pemimpin kafir salah satu penutup pintu hidayah. Maka jangan kaget jika kebanyakan orang yang memilih orang kafir sebagai pemimpin itu jarang shalat bahkan tidak shalat, jarang ke masjid, jarang membaca Al-Quran, jarang puasa, jarang zakat, jarang taklim atau mengaji, jarang istigfar, jarang mendekat ulama, jarang berbuat baik kepada orang tua dan ulama, jarang melakukan amal-amal shalih bahkan ketika di nasehati dia menentang keras, karena Allah tidak akan memberi hidayah kepadanya. Jangan kaget jika ulama berpuluh puluh kali menjelaskan haramnya memilih orang kafir, berpuluh puluh kali kalian dakwahin tetapi mereka tidak sadar malah memusuhi ulama dan umat Islam, karena hidayah ditutup darinya. Hanya pertolongan Allah dan rahmat-Nya yang menyelamatkan tipe tipe manusia seperti ini.
Wallahu a’lam, semoga Allah menjaga diri kita dari sikap loyal dan menjadi pembela orang-orang kafir serta Allah jadikan kita sebagai muslim yang cinta dengan Islam, syariat, Al-Quran dan para ulama robbani.
Oleh: Abul Fata Murod, S. Ud; Lc
Artikel:
alghurobasite.wordpress.com
Inilahfikih.com