KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Memburu Pahala Dengan Membunuh Tokek Dan Cicak
اَلْوَزَغُ Adalah sebuah kata yang tercantum dalam hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya cicak besar atau dikenal dengan tokek, namun sebagian ahli bahasa mengatakan maknanya berlaku juga pada ukuran yang kecil atau kita menyebutnya cicak, dikalangan orang arab disebut “Abu Barish”.
Sebagian orang memandang bahwa membunuh tokek atau cicak adalah sesuatu yang biasa-biasa saja. Biasanya karena merasa risih, terganggu dengan kotorannya, suaranya atau terkadang masuk ke bejana yang berisi makanan atau air sehingga mendorong seseorang untuk membunuhnya.
Di dalam ajaran Islam membunuh tokek atau cicak ternyata dinilai sebuah amalan kebaikan yang mendatangkan pahala. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠّﻢ : ﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻞ َﻭَﺯَﻏَﺔً ﻓِﻲْ ﺃَﻭَّﻝِ ﺿَﺮْﺑَﺔٍ ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻭَﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻠَﻬَﺎ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻀَّﺮْﺑَﺔِ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔِ ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﺪُﻭْﻥِ ﺍﻟْﺄُﻭْﻟَﻰ ﻭَﺇِﻥْ ﻗَﺘَﻠَﻬَﺎ ﻓِﻲْ ﺍﻟﻀَّﺮْﺑَﺔِ ﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺜَﺔِ ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﺪُﻭْﻥِ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa yang membunuh cicak (tokek) pada pukulan pertama maka dia akan mendapatkan pahala sekian dan sekian, dan barang siapa yang membunuh tokek (cicak) pada pukulan yang kedua maka dia akan mendapatkan kebaikan sekian-dan sekian di bawah kebaikan yang pertama, dan barang siapa yang membunuhnya pada pukulan ketiga maka dia akan mendapatkan kebaikan sekian dan sekian di bawah kebaikan yang kedua.” [HR Muslim]
Setidaknya ada dua alasan mengapa diperintahkan membunuh cicak (tokek):
Pertama: Dulu ia meniup api kepada Nabi Ibrahim agar api semakin berkobar.
Dari Ummu Syarik Radhiyallahu Anha:
ﺃﻥّ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ ﺃﻣﺮﻫﺎ ﺑﻘﺘﻞ ﺍﻷﻭﺯﺍﻉ، ﻭﻗﺎﻝ : ﻛﺎﻥ ﻳﻨﻔﺦ ﻋﻠﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ
“Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkannnya membunuh cicak (tokek), beliau bersabda: Dulu ia meniup-niup api kepada Ibrahim (agar semakin berkobar)”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Syaikh Muhammad bin Shalih Rahimahullah berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengkhabarkan bahwa cicak (tokek) dahulu meniup api kepada Nabi Ibrahim – Wal ‘Iyadzu Billah-ketika beliau dilemparkan ke dalam api oleh musuh-musuhnya agar api semakin berkobar. Hal ini menunjukkan permusuhan yang nyata terhadap ahli tauhid dan ahli ikhlas, maka dari itu hendaknya seseorang memburu cicak (tokek) dirumah, dipasar, di masjid dan membunuhnya. [Lihat Syarah Riyadhus Salihin].
Kedua: Para Ulama mengkategorikan cicak (tokek) sebagai hewan fasiq dan membahayakan atau mengganggu manusia.
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata tentang cicak (tokek): اَلْفُوَيْسِقْ “hewan fasiq”.
Imam An-Nawawi Asy-Syafii Rahimahullah berkata: Nabi Shallallallahu Alaihi Wassalam memerintahkan dan memotivasi agar membunuhnya dikarenakan cicak (tokek) termasuk (hewan) membahayakan. Adapun penyebutan sebagai (hewan) fasiq dikarenakan ada kemiripan atau sejenis dengan 5 hewan (gagak, elang/rajawali, kalajengking, tikus, dan anjing galak) yang dihukumi fasiq, yang boleh dibunuh saat ihram. [Lihat Syarah Shahih Muslim]
Membunuh cicak (tokek) dengan memukulnya diusahakan hanya dengan satu pukulan yang mematikannya. karena semakin sedikit jumlah pukulan maka semakin besar pahalanya daripada dengan pukulan yang berkali-kali.
Amalan ini terlihat biasa-biasa saja atau bahkan sebagian orang memandang remeh, tidak ada motivasi untuk memburu pahala ketika melihat cicak atau tokek, namun amalan ini dalam islam mendatangkan pahala dan dinilai amalan kebaikan, maka janganlah pernah meremehkan suatu amalan kebaikan walaupun terlihat biasa-biasa saja.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada Jabir bin Sulaim Radhiyallahu Anhu:
ﻭَﻻَ ﺗَﺤْﻘِﺮَﻥَّ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﺃَﻥْ ﺗُﻜَﻠِّﻢَ ﺃَﺧَﺎﻙَ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻣُﻨْﺒَﺴِﻂٌ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻭَﺟْﻬُﻚَ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ
“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)
Wallahu A’lam. Semoga Bermanfaat
Oleh: Abul Fata Miftah Murod, S. Ud; Lc
Artikel:
www.inilahfikih.com