KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…

Anda Pikir Berwajah Cantik Pasti Bahagia? Dan Anda Pikir Kebahagian Harus Di Dunia?
Jika anda melihat wanita yang sangat cantik, berpakaian rapi dan mewah mungkin anda berpikiran bahwa wanita itu hidupnya pasti nyaman, tentram, kecukupan atau paling bahagia diantara wanita lainnya.
Padahal tidak demikian keadaannya, karena kecantikan tidak menjamin kebahagiaan. Kebahagiaan itu ada pada setiap orang yang Allah kehendaki tanpa memandang cantik, jelek, kaya, miskin, sederhana, mewah dan lain sebagainya.
Dan sebagian orang ketika mengukur kebahagian selalu dikaitkan dengan kemewahan dunia dan dia berpikir standar kebahagiaan seseorang itu dilihat dengan kebahagiannya didunia. Padahal tidak demikian, karena tidak sedikit orang yang hidup dalam kemewahan akan tetapi hidupnya tidak bahagia.
Begitupula ada sebagian orang diuji oleh Allah di dunia dengan kekurangan harta, cacat fisik, penyakit, kehilangan keluarga, akan tetapi dia orang yang saleh dan tenyata dia akan bahagia di akherat.
Imam Adz-dzahaby rahimahullah menyebutkan sebuah kisah dimana Al-Mada’iny rahimahullah berkata: Aku pernah melihat seorang wanita cantik di suatu desa. Aku belum pernah melihat yang lebih cantik lagi bersih kulitnya selain dia. Aku berkata, Demi Allah atas anugerah Allah padamu ini pastilah kamu hidup senang dan bahagia. Wanita itu menjawab, bahkan sebaliknya. Demi Allah, saya adalah wanita yang sangat kesusahan dan menderita. Saya akan menceritakan kepada anda apa yang sudah terjadi. Dahulu saya mempunyai seorang suami. Darinya saya dikaruniai dua anak. Pada hari idul adha ayah keduanya menyembelih seekor kambing. Kedua anak itu sedang bermain-main. Sang kakak berkata, maukah kamu aku beritahu bagaimana cara ayah menyembelih kambing? Si kecil menjawab, Ya. Maka sang kakak pun menyembelihnya. Ketika dia melihat darah mengalir ia terkejut dan takut lalu berlari ke arah bukit. Di sana ia disergap oleh srigala. Ayahnya mencarinya, namun tersesat di padang pasir hingga akhirnya mati kehausan. Dan saya pun hidup sebatang kara sepanjang masa. Al-Mada’iny berkata, bagaimana anda bersabar? Wanita itu menjawab, “saya sudah berusaha. Namun kejadian itu ibarat luka, kadang kala ia masih kambuh”.
Orang cantik dalam kisah di atas dinilai oleh orang lain bahwa ia hidup dalam kebahagiaaan padahal yang ada adalah sebaliknya yaitu ia dalam kesengsaraan karena ia sedang diuji oleh Allah di dunianya dengan kematian anak dan suaminya sehingga dia hidup sebatangkara. Akan tetapi ujian itu akan menjadikannya bahagia di akherat. Anak yang meninggal di dunia akan bertemu dengan dia di surga-Nya nanti.
“Anak-anak yang meninggal dunia sebelum kedua orang tua mereka, kelak di surga mereka akan bebas bergerak laksana jentik-jentik yang bebas bergerak di dalam air. Mereka masing-masing akan menemui ayahnya atau kedua orang tua mereka, menarik bajunya dengan tangan mereka dan tidak melepaskannya sampai ia dimasukkan ke dalam surga. ” (HR. Muslim)
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut.
Sesungguhnya kebahagiaan hakiki adalah ketika kita ada di surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan. Surga tidak hanya diperuntukkan untuk orang yang cantik, tampan, mewah, kaya, terkenal atau berpangkat akan tetapi untuk siapa saja dari umat Islam yang dikehendaki-Nya.
Sengsara di dunia dengan diberikannya ujian kepada kita bisa jadi merupakan sebab kebahagiaan kita di akherat kelak. Dan orang yang hidup didunia tanpa ada ujian bahkan hidup penuh dengan kemewahan bisa jadi menjadi sebab kesengsaraan di akherat kelak.
Wallahu A’lam
Referensi utama:
Al-Kabair (Dosa-Dosa Besar) Karya Imam Adz-Dzahabi Rahimahullah
Akhukum Fillah:
Abul Fata Miftah, Lc
Artikel:
www.inilahfikih.com