KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
FENOMENA-FENOMENA DI AKHIR ZAMAN
Bismillah, segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Shallallahu alai wa sallam, para sahabatnya serta ummatnya yang komitmen terhadap sunnahnya hingga hari kiamat.
Berikut fenomena-fenomena yang terjadi di akhir zaman yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada ummatnya. Semoga kita bisa mengambil faidah darinya.
1. Kaum muslimin akan memerangi kaum Yahudi
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah akan terjadi hari kiamat, hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sampai-sampai kaum Yahudi itu bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata: “Hai orang Islam, inilah orang Yahudi ada di belakang saya. Kemarilah, lalu bunuhlah ia,” kecuali pohon gharqad – semacam pohon yang berduri dan tumbuh di Baitul Maqdis, kerena sesungguhnya pohon ini adalah dari pohon kaum Yahudi – dan oleh sebab itu ia melindunginya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Seorang laki-laki berjalan mondar-mandir melewati makam
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, dunia ini tidak akan lenyap – yakni timbul hari kiamat, sehingga seseorang lelaki berjalan melalui makam, lalu ia mondar-mandir di situ, kemudian berkata: “Aduhai diriku, alangkah baiknya kalau saya yang menempati kubur ini.” la mengharap sedemikian itu bukan karena tertekan oleh urusan agamanya. Tidak ada lain yang menyebabkan ia berkata sedemikian tadi, kecuali karena adanya bencana duniawi yang menimpa dirinya.” (Muttafaq ‘alaih)
3. Sungai Furat menampakkan tumpukan gunung emas
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga sungai Furat itu terbuka, nampak tumpukan gunung emas – karena airnya telah kering -, yang diperebutkan sehingga terjadi peperangan, kemudian terbunuhlah dalam berebutan itu dari setiap seratus tentera ada sembilan puluh sembilan orang, sehingga setiap orang yang mengikuti pertempuran itu berkata: “Barangkali saja, semogalah saya yang selamat – yakni termasuk satu dari seratus tadi.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Hampir sekali sungai Furat itu terbuka lalu menampakkan simpanan gudang emasnya, maka barangsiapa yang hadir di situ, janganlah sampai mengambil sesuatu pun dari harta itu.” (Muttafaq ‘alaih)
4. Orang-orang meninggalkan madinah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang akan meninggalkan Madinah dalam sebaik-baiknya keadaan yang pernah ada dan tidak ada yang mendiami itu melainkan binatang ‘Awafi (yang dimaksudkan dengan binatang ‘Awafi yakni burung dari golongan binatang buas serta burung). Ada pun manusia yang terakhir sekali dikumpulkan adalah dua orang penggembala dari suku Mizainah yang keduanya itu hendak menuju ke Madinah. Keduanya berteriak-teriak dengan menggembala kambing. Tiba-tiba Madinah ditemukannya penuh binatang buas belaka – sebab penghuninya sudah habis sama sekali. Setelah keduanya sampai di Tsaniyyatul Wada’ lalu tersungkurlah pada mukanya.” (Muttafaq ‘alaih)
5. Akan ada khalifah yang menyebar-nyebarkan harta
Dari Abu Said al-Khudhri radhiyallahu anhu bahawasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Akan ada seorang khalifah dari beberapa khalifah yang memerintahkan engkau semua pada akhir zaman nanti, ia menyebar-nyebarkan harta dan sama sekali tidak menghitung-hitung berapa banyaknya.” (Riwayat Muslim)
6. Tidak ada lagi yang mau menerima sedekah
Dari Abu Musa radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Niscaya akan datang pada sekalian manusia suatu zaman yang seseorang itu berkeliling dengan membawa harta yang akan disedekahkan berupa emas, tetapi ia tidak menemukan seseorang-pun yang akan mengambil sedekah itu daripadanya. ” (HR. Muslim)
7. Sedikitnya kaum lelaki
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Juga akan datang suatu zaman yang di situ seorang lelaki dapat dilihat oleh orang banyak, ia diikuti oleh empat puluh orang perempuan yang semua ini menggantungkan nasibnya pada lelaki tersebut. lni disebabkan kerana sedikitnya kaum lelaki dan banyaknya kaum wanita. (Riwayat Muslim)
8. Seorang lelaki membeli sebidang tanah yang di dalamnya ada kendil berisi emas
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallhu alaihi wasallam sabdanya: “Ada seorang lelaki membeli sebidang tanah dari lelaki lain, kemudian orang yang membeli sebidang tanah tadi menemukan sebuah kendil yang di dalamnya terdapat emas dalam tanah itu. Orang yang membeli tanah itu berkata kepada penjualnya: “Ambillah emasmu, sebab yang hanya saya beli daripadamu itu adalah tanahnya saja dan saya tidak merasa membeli emasnya.” Tetapi orang yang mempunyai tanah-yakni penjualnya- berkata: ” Yang hanya saya jual kepadamu itu adalah tanah beserta apa yang ada di dalamnya – jadi termasuk emas itu pula.” Keduanya berselisih lalu meminta hukum kepada seseorang lain. Kemudian orang yang dimintai pertimbangan hukum ini berkata: “Apakah salah seorang dari engkau berdua ini ada yang mempunyai anak lelaki?” Seorang di antara keduanya berkata: “Saya mempunyai seorang anak lelaki. Yang seorang lagi berkata: “Saya mempunyai seorang anak perempuan.” Orang tadi lalu berkata: “Nikahkan sajalah anak lelaki dengan anak perempuan itu dan belanjakanlah untuk kepentingan kedua anak itu dari emas ini dan bersedekahlah engkau berdua dengan harta itu.” (Muttafaq ‘alaih)
9. Orang-orang shaleh akan meninggal satu- persatu
Dari Mirdas al-Aslami radhiyallahu anhu ia berkata: “Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang yang shalih itu pergi – yakni habis karena meninggal dunia, seangkatan demi seangkatan dan akhirnya tertinggallah sisa-sisa yang buruk dari ummat manusia itu bagaikan hampas buah sya’ir atau seperti sisa-sisa kurma – yakni tinggal yang buruk-buruk setelah dipilih-pilih waktu memakannya. Allah tidak menghargai sedikitpun nilai mereka ini.” (Riwayat Bukhari)
Dan masih banyak fenomena-fenomena lainnya yang terjadi di akhir zaman. Semoga bermanfaat
Referensi:
Kitab Riyadhus Shalihin Karya Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah
Artikel:
www.inilahfikih.com