Apa Hukum Donor Darah Dalam Keadaan Puasa?

Apa Hukum Donor Darah Dalam Keadaan Puasa?

Donor darah tidak ada bedanya dengan berbekam, yaitu sama-sama mengeluarkan darah dari tubuh seseorang. Sehingga hukumnya pun tidaklah berbeda.

Imam Al-Qodhi Ibnu Rusyd Al-Qurthuby Rahimahullah dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid menjelaskan tentang hukum berbekam dalam keadaan puasa, terdapat tiga pendapat dalam masalah ini: pertama, Berbekam membatalkan puasa, dan mengharuskan berbuka. Ini pendapat Imam Ahmad Rahimahullah, Dawud Rahimahullah, al-Auza`i Rahimahullah, dan Ishaq Ibn Rohawaih Rahimahullah. Kedua, Berbekam hukumnya makruh dan tidak membatalkan puasa. Ini pendapat Imam Malik, Syafii, dan ats-Tsauri. Ketiga, Berbekam tidak makruh dan tidak membatalkan puasa,. Ini pendapat Imam Abu hanifah Rahimahullah dan pengikut-pengikutnya.

Sebagian ulama kontemporer mencoba menggabungkan beberapa pendapat dan menyimpulkan bahwa berbekam dalam kondisi berpuasa dilarang karena dikhawatirkan menyebabkan dirinya lemah, sakit atau bahkan menyebabkan dirinya berbuka, sehingga apabila seseorang berbekam dan dirinya yakin tidak menyebabkan lemah atau sakit atau berbuka maka diperbolehkan baginya berbekam. Hukum ini juga berlaku pada hukum donor darah dalam keadaan berpuasa. Wallahu a’lam

✍🏽Abul Fata Miftah Murod, Lc; S. Ud

Artikel:

www.inilahfikih.com

@Inilah Fikih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *