Argumen Madzhab Syafii Melaksanakan Qunut Dimulai Pada Pertengan Bulan Ramadhan

Argumen Madzhab Syafii Melaksanakan Qunut Dimulai Pada Pertengan Bulan Ramadhan

Imam Ala’uddin Al-Kasani Al-Hanafi rahimahullah dalam kitabnya Badai’ush Shanai’ menyebutkan argumen madzhab syafii dalam masalah qunut yang dimulai pada pertengan ramadhan:

وَاحْتَجَّ فِي الْمَسْأَلَةِ الثَّانِيَةِ بِمَا رُوِيَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – لَمَّا أَمَرَ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ بِالْإِمَامَةِ فِي لَيَالِي رَمَضَانَ أَمَرَهُ
بِالْقُنُوتِ فِي النِّصْفِ الْأَخِيرِ مِنْهُ

“(Madzhab syafii) berhujjah dalam permasalahan kedua (yaitu qunut pada pertengahan ramadhan) dengan sebuah riwayat, bahwa Umar bin Al- Khaththab radhiyallahu anhu ketika memerintahkan Ubay bin Ka’ab radhiyallahu anhu menjadi imam pada malam-malam bulan ramadhan, Umar memerintahkannya untuk qunut pada pertengahan terakhir bulan ramadhan. ”

Semoga bisa menambah wawasan kita.

🖋Abul Fata Miftah, Lc

🌎www.inilahfikih.com
@Inilah Fikih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *