KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
AYO MENIKAH DI BULAN SYAWAL
Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha istri Nabi shallallahu alaihi wasallam menceritakan:
تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ))
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka istri-istri Rasulullah shallallahu alaihi Wasallam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radhiyallahu anha dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).
Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah berkata dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim:
فيه استحباب التزويج والتزوج والدخول في شوال، وقد نص أصحابنا على استحبابه، واستدلوا بهذا الحديث
“(Hadis ini) menunjukkan anjuran melakukan akad pernikahan dan melakukan dukhul (menggaulinya) pada bulan syawal. Ulama-ulama madzhab kami (syafiiyah) telah menganjurkannya dengan berdalil hadits ini. ”
وقد نصّ على استحباب أن يكون عقد النكاح والدخول في شوال المالكية والشافعية وبعض الحنابلة، وهو ظاهر كلام أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها
“Malikiyah, Syafiiyah dan sebagian Hanabilah telah menetapkan adanya anjuran melakukan akad pernikahan dan dukhul (menggaulinya) pada bulan syawal, dan ini yang terlihat dari ucapan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha. [Lihat fatwa.islam.net no.76661].
Menikah memiliki banyak keutamaan, diantaranya:
1. Dengan menikah bisa menjaga pandangan dan juga sebagai tameng dari perbuatan zina
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah [mampu menafkahi dan bersenggama], maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Al-Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).
2. Menikah adalah sunnah para Nabi, terutama Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Allah Taala berfirman:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum-mu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan…” (QS. Ar-Ra’d/13: 38)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: …Barangsiapa yang membenci sunnahku (diantaranya menikah), maka bukan golonganku. ” (HR. Muslim)
3. Dengan menikah menjadikan pribadi yang cukup dan mapan
Allah Taala berfirman:
وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya…” (QS. An-Nuur: 32)
4. Menikah adalah penyempurna agama
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. al-Baihaqi dihasankan syaikh al-Albani).
5. Menikah adalah sarana memperbanyak keturunan yang shaleh dari ummat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأَنْبِيَاءَ يَومَ الْقِيَامَةِ
“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” [Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik]
6. Menikah akan mengurangi atau menghilangkan kepenatan dan stres
:يقول الجويني الشافعي رحمه الله في نهاية المطلب النكاح من أسباب زوال الجنون ، كما أن العزبة من أسباب الجنون
Telah berkata Imam Al-Juwaini Asy-Syafii rahimahullah dalam kitabnya Nihayatul Mathlab: “Menikah termasuk diantara sebab hilangnya stres sebagaimana membujang termasuk sebab munculnya stres”.
7. Doa keberkahan bagi yang menikah
وَعَنْهُ ; أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَفَّأَ إِنْسَانًا إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ : ( بَارَكَ اَللَّهُ لَكَ , وَبَارَكَ عَلَيْكَ , وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ , وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ , وَابْنُ خُزَيْمَةَ , وَابْنُ حِبَّانَ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wasallam bila mendoakan seseorang yang menikah, beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu dan menetapkan berkah atasmu, serta mengumpulkan engkau berdua dalam kebaikan.” [Hadits Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban]
8. Menikah sarana mendapatkan perhiasan dunia yang terbaik
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Hadits riwayat Muslim dari Abdullah ibnu Umar)
9. Menikah untuk meraih kehidupan yang penuh cinta, ketentraman dan kasih sayang
Allah berfirman: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs. Ar-Ruum (30) : 21).
Semoga bermanfaat.
✍🏽Abul Fata Miftah Murod, Lc; S. Ud
Artikel:
www.inilahfikih.com