AWAS…SIHIR DAN PERDUKUNAN MENGANCAM KELUARGA

 AWAS…SIHIR DAN PERDUKUNAN MENGANCAM KELUARGA

Oleh: Hawari, M.E.I

Sadar atau tidak kita telah dikepung dengan dunia mistik dan sihir. Hitam dan pekatnya dunia mistik tersebut benar-benar telah menembus dinding-dinding rumah kaum muslimin melewati berbagai media massa. Propaganda para tukang sihir pun mulai menggiring aqidah umat menuju dunia gelap dan sadis. Film dan cerita sihir yang berbau mistik juga menjadi suguhan utama di berbagai belahan dunia. Bahkan majalah dan situs tentang dunia sihir semakin banyak digandrungi oleh masyarakat.

Kemajuan zaman yang semakin canggih ternyata tidak menjadikan kepercayaan manusia tentang dunia mistik luntur. Sebaliknya, justru banyak kalangan semakin tertarik mempelajari dunia mistik. Dukun dan para normal mulai terang-terangan pasang iklan di berbagai media massa. Dengan dalih pengobatan alternatif, biro jodoh, konsultasi bisnis dan lainnya para dukun asyik menyesatkan manusia dari jalan Alloh .

Realita yang Mengerikan

Kegandrungan terhadap dunia mistik ternyata bertambah marak dan laris di berbagai kalangan masyarakat. Bukan hanya rakyat biasa, namun para pejabat  sering terlibat langsung praktek sihir dan perdukunan di nusantara. Budaya sowan pejabat ke Mbah dukun dan “guru spiritual” seolah menjadi tradisi yang diminati banyak orang ketika ingin kariernya sukses. Berbagai testimoni pun dibuat untuk mengukuhkan dunia sihir dan perdukunan. Kejayaan dunia persihiran di zaman Fir’aun yang telah berabad-abad runtuhpun kini kembali mendapatkan angin segar untuk bangkit dan eksis di belakang para penguasa.  Apalagi didukung dari gerakan Yahudi dan penyembah setan, hal tersebut menjadikan dunia sihir semakin marak di dunia musik ,hiburan dan politik.

Tidak mengherankan jika saat ini tukang sihir kebanjiran tender untuk tampil di media massa.  Dengan dalih mengobati dan menghibur masyarakat. Mereka mendapat kursi kehormatan di panggung hiburan dan layar lebar. Terkadang Penampilan luar yang kelihatan islami dengan gamis, sorban atau peci membuat orang awam mudah dikibuli. Ditambah lagi plintiran ayat al-Qur’an yang di acak-acak seringkali menjadikan pasien semakin yakin bahwa hal tersebut adalah islami.

Yang menjadikan realita ini lebih mengerikan adalah ketika pasien yang berbondong-bondong tersebut adalah mereka yang notabenenya mengaku beragama islam. Sungguh ini merupakan keterpurukan besar di negeri yang  penduduknya mayoritas muslim seperti Indonesia.

Banyak Korban Telah Berjatuhan

Bukan hanya sekedar wacana bahwa dunia sihir telah mengancam banyak keluarga. Pengaruh sihir terhadap keluarga muslim benar-benar kita saksikan bersama. Fenomena kesurupan, guna-guna, santet, tenung, santet dan sederet penyakit sihir lainnya kerap menimpa keluarga muslim. Korban di sekitar kita terlalu banyak dan tak terhitung jumlahnya. Kalau kita perhatikan, benar-benar sadis dan tragis aksi para dukun dan tukang sihir. Sadis karena dukun dan tukang sihir selalu meyakiti manusia dengan sesuatu yang tidak kasat mata. Dan tragis karena korban yang terkena sihir bisa menderita seumur hidup atau bahkan mati binasa.

Kondisi ini seringkali menghantui keluarga muslim. Mereka terkadang diresahkan dengan ulah tukang sihir di tempat-tempat umum. Ajian pelet, hipnotis dan gendam telah banyak merugikan masyarakat. Harta dan kehormatan juga telah banyak terampas. Tentu hal tersebut harus dicari solusi islami sehingga masyarakat hidup damai dan tenteram tanpa sihir dan perdukunan.

Dunia Medis pun Diserang

Bukan hanya dunia musik, hiburan dan politik, dunia medis pun mulai diserang virus dunia mistik. Hari ini pengobatan alternatif semakin menjamur di masyarakat. Berbagai klinik kesehatan muncul di pinggir-pinggir jalan. Ada yang murni herbal ada juga yang ditambah dengan ritual dan ramuan lain. Fenomena tersebut selain dipicu dengan munculnya berbagai macam penyakit, juga karena biaya berobat di rumah sakit relatif mahal.

Hal lain yang juga menarik dicermati dari fenomena di atas yaitu booming-nya dukun dan tukang sihir yang berkedok kyiai atau ustadz. Mereka mulai membuka berbagai praktek pengobatan masal melalui berbagai macam padepokan. Ada yang dengan cara memindahkan penyakit ke hewan, salur tenaga dalam, ramuan-ramuan khusus made in sang dukun dan lain-lain.

Anehnya animo masyarakat untuk berobat ke pengobatan alternatif semakin meningkat. Padahal sebenarnya mereka sedang digiring kepada praktek-praktek sihir dan perdukunan tanpa sadar. Pengobatan dan testimony hanyalah kedok untuk mengelabuhi manusia saja.

Berhati-hatilah, Masyarakat Telah Banyak Dibohongi

Banyak orang telah dikibulin oleh dukun saat membuka praktek pengobatan. Untuk itu, sebaiknya Anda jangan dulu tertarik dengan promosi mereka. Cobalah cermati terlebih dahulu metode pengobatannya. Jika ternyata sang dokter menggunakan benda-benda pusaka, mantra-mantra yang tidak jelas, ruang prakteknya penuh dengan kemenyan, meminta membawa syarat-syarat aneh maka bisa dipastikan bahwa dia adalah dukun meski dijuluki ustadz dan kyiai. Masalah penampilan tidak bisa dijadikan standar. Sekarang mungkin sudah tidak zamannya lagi dukun dan para normal berpakaian seram serba hitam. Agar lebih meyakinkan pasien, mereka seringkali memakai peci, gamis, sorban, tasbih bahkan ayat-ayat al Qur’an yang sudah diacak-acak.

Sayangnya banyak orang yang tidak memperhatikan masalah ini. Saking “husnudzonnya” dengan sang dukun, pasien selalu bilang “iya mbah, iya eyang” ketika diperas uangnya. Akhirnya banyak pasien dibohongin dukun. Sampai ada yang mau dibohongin bahwa penyakitnya hanya bisa disembuhkan dengan jalan berzina dengan sang dukun atau penyihir. Na’udzubillahi mindzalik.

Kenapa Tidak Memilih yang Islami Saja?

Berkaitan khusus dengan aneka pengobatan yang seringkali dijadikan sarana perdukunan, maka kita harus ekstra waspada dari hal tersebut. Selain bersikap waspada, kita pun harus kembali kepada syariat Islam dalam masalah pengobatan. Sebab sektor inilah yang banyak dilirik para dukun untuk menjaring mangsanya.

Ketika disinggung tentang pengobatan islami, seringkali yang terlintas di benak orang pasti identik menggunakan herbal. Sebenarnya pengobatan islami bukan berarti terbatas pada herbal saja. Karena belum tentu setiap herbal dijamin islami. Herbal bisa saja dikatakan tidak islami jika memang terbuat dari bahan(baik tumbuhan maupun hewan) yang jelas diharamkan. Atau jika dalam pengobatan metodenya menyelisihi Islam.

Sebaliknya, obat kimia yang memang terbukti bermanfaat besar, tidak membahayakan, terbuat dari unsur yang halal, metodologinya benar dan teruji, maka Islampun secara umum mengakuinya. Sebab ada beberapa orang yang berpandangan bahwa obat kimia selalu identik dengan produk kafir, tidak islami dan cenderung hukumnya mutlak haram. Sebenarnya persoalannya bukan simple seperti itu. Seandainya memang benar produk kafir namun ternyata secara asalnya halal dan kaum muslimin tidak mampu membuat, bahkan sangat dibutuhkan karena kemaslahatan yang besar, maka dibolehkan bagi umat islam membelinya sebatas kebutuhan. Hal ini bukan berarti wala’ dengan mereka. Persoalan muamalah ini tentunya ada hukum dan batasannya.

Namun demikian di dalam Islam ada beberapa pengobatan yang sangat dianjurkan. Hal tersebut karena telah direkomendasikan oleh Alloh    dan Rosul-Nya. Inilah sebenarnya yang sering dikenal dengan pengobatan nabi (Thibbun Nabawi). Dan telah terbukti menyembuhkan beragam penyakit tanpa melalui sihir dan perdukunan.

Diantara media yang digunakan dalam pengobatan ala nabi  adalah sebagai berikut: 1. Air Zamzam, 2. Madu, 3. Minyak Zaitun, 3. Habbah Sauda’, 4. Susu Unta, 5. Bekam, 6.  Bersedekah seraya berdoa minta kesembuhan 6. Kurma Ajwa’ dan Ruqyah.

Kembali Kepada Islam Adalah Solusi Nyata

Tidak ada yang lebih memberikan solusi dari ancaman sihir dan perdukunan kecuali dengan kembali kepada Islam. Hanya Islamlah satu-satunya sistem yang mampu memberantas ancaman sihir dan perdukunan dengan tegas. Mudah-mudahan Alloh  menyelamatkan umat ini dari petaka sihir dan perdukunan yang semakin mengancam umat ini. Wallohu a‘lam bishowab.

Artkel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *