KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Berlindunglah Kepada Alloh dari Kejahatan Makhluk-Nya..!!
Oleh: Arifin, S.H.I
“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Robb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. al-Falaq [113] : 1-5)
Surat al-Falaq begitu familiar di telinga kaum Muslimin. Mayoritas kaum Muslimin hafal Surat al-Falaq. Bahkan banyak anak-anak yang menghafalnya. Para imam masjidpun sering membaca surat ini. Namun tahukah Anda latar belakang turunnya Surat al-Falaq ini?
Imam Bukhori meriwayatkan dalam shohihnya, bahwa Rosululloh disihir hingga seakan-akan beliau mendatangi (menggauli) istri-istrinya padahal pada hakikatnya Beliau tidak mendatanginya. Sufyan berkata, “Bila keadaannya seperti itu, itu adalah sihir yang dahsyat.” Maka Beliau bersabda, “Wahai Aisyah, tahukah engkau bahwa Alloh telah memberi fatwa (petunjuk) kepadaku terhadap suatu perkara yang aku mengharapkan fatwa (petunjuk) dari-Nya”.
Telah datang kepadaku dua orang laki-laki, salah satu di antara mereka duduk di sisi kepalaku sedangkan yang lainnya di sisi kedua kakiku. Maka lelaki yang duduk di sisi kepalaku bertanya kepada yang lainnya,”Kenapa lelaki ini? Dijawab oleh yang satunya,”Ia terkena sihir.” Dia bertanya lagi, “Siapakah yang menyihirnya.” Dia menjawab, “Labid bin A’shom seorang lelaki dari Bani Zuraiq, utusan Yahudi, dan dia adalah orang munafik. Dia bertanya lagi, “Dimana sihirnya.” Dia menjawab, “Dalam sisir dan rambut.” Katanya, “Diletakan dimana?” Dia menjawab, “Kemudian benda itu diletakkan di kulit mayang kurma lalu diletakkan di dasar sumur Dzarwan”.
Aisyah berkata, “Kemudian beliau mendatangi sumur tersebut hingga mengeluarkan buhulnya.” Beliau berkata, “Inilah sumur yang telah diperlihatkan kepadaku, air sumur tesebut seperti perasan hina’ (daun pacar), seakan-akan kulit mayang kurma itu seperti kepala setan. (Perawi berkata, “Beliaupun mengeluarkannya.”). Aku bertanya kepada Rosululloh ”Apakah anda tidak membalas sihirnya?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Alloh telah menyembuhkanku, dan saya tidak suka seseorangpun terkena kejahatan itu.”
Makna Global Surat al-Falaq
Sesunguhnya tatkala Nabi Muhammad disihir oleh Labid bin A’shom di Madinah, Alloh menurunkan Surat al-Falaq dan an-Naas. Malaikat Jibril menjampi beliau dengan kedua surat tersebut, lalu Alloh menyembuhkannya. Kedua surat tersebut termasuk surat Madaniyah. Alloh berfirman, “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh.” Artinya katakanlah wahai Rosul Kami, aku berlindung dan minta penjagaan kepada Robb yang menguasai subuh yaitu Alloh .
Sesungguhnya Alloh yang menciptakan waktu subuh, menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Tidak kuasa untuk berbuat hal itu semua melainkan karena keagungan kekuasaan-Nya dan keluasan ilmu-Nya.
Dari kejahatan makhluk-Nya, yaitu dari kejahatan ciptaan Alloh , baik manusia, hewan, benda padat (dari kejahatan yang berasal dari semua pemilik kejahatan), dan seluruh makhluk.
Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, yaitu apabila malam telah gelap gulita dan bulan tidak nampak karena kedua hal itu merupakan tanda keluarnya binatang berbisa, binatang buas, gerombolan orang-orang jahat untuk melakukan penyergapan, pencurian, menebar keburukan dan kerusakan.
Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, yaitu berlindunglah engkau kepada Alloh , Robb waktu subuh dari kejahatan para tukang sihir wanita yang menghembuskan pada buhul yang dijampi oleh mereka.
Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki, yaitu berlindunglah engkau kepada Robb waktu Subuh dari keburukan pendengki. Sebab diantara manusia ada yang dengki atau menampakan kedengkiannya untuk membahayakanmu atau hendak menimbulkan keburukan kepadamu atau agar engkau berbuat jahat dengan sebab kedengkiannya. Sesungguhnya dengki adalah berkeinginan agar hilang nikmat yang terdapat pada diri orang lain yang didengki, baik dia menginginkan nikmat itu berpindah kepadanya atau nikmat itu hilang, inilah dengki yang paling buruk. (Lihat : Aisar at-Tafasir, Abu Bakr al-Jazairi: 5/630)
Saudaraku…Dengan demikian kita mengetahui betapa agung dan mulianya Surat al-Falaq. Manfaat besar bagi siapa saja yang membaca, merenungi, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia berlindung dan meminta pemeliharaan kepada Alloh Dzat yang mampu mencegah dan menolak dari mara bahaya. Ia tidak sandarkan hatinya meminta perlindungan kepada makhluk yang memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Memohon perlindungan dari kejahatan seluruh makhluk kepada Alloh merupakan perwujudan tauhid.
Realita pada masa kini sangat banyak keburukan dan kejahatan yang menyebar di masyarakat kita. Mayoritas keburukan tersebut terjadi pada waktu malam gelap gulita atau pada saat bulan tidak purnama. Inilah kenyataan yang terjadi. Sungguh benar firman Alloh dan memang tidak ada ucapan yang lebih benar dari firman-Nya.
Kita mendapatkan berita gerombolan perampokan beraksi dini hari di sebuah rumah si A dengan merampok perhiasan dan uang tunai ratusan juta rupiah. Para pelaku menodongkan senjata api kepada penghuni rumah dan akhirnya mereka berhasil kabur. Kita dapatkan orang yang terkena gigitan ular atau kalajengking pada waktu malam hari pada saat dia singgah di suatu tempat. Kita dapatkan juga aksi sihir yang dilakukan oleh para dukun atau para normal terjadi pada malam hari. Sang korbanpun terasa sakit yang pedih pada waktu maghrib hingga pagi dini hari. Ada yang terasa sakit pada punggungnya hingga sang korban terasa seperti halnya terbakar oleh api yang menyala-nyala. Ada yang terasa sakit di kepalanya sehingga sang korban merasa kepala seperti ditusuk-tusuk dengan jarum atau benda tajam. Ada yang lumpuh kedua kakinya namun pada saat subuh atau di siang hari kedua kakinya berfungsi normal. Ada yang perutnya buncit dan membesar pada saat maghrib saja hingga isya namun setelah itu perutnya kembali sehat.
Bentengi Diri dengan Membaca Surat al-Falaq
Saudaraku…setelah kita mengetahui betapa banyak kejahatan dan keburukan yang ditimbulkan oleh manusia atau hewan atau setiap dzat yang berpotensi menimpakan kejahatan, maka seyogyanya kita sebagai orang Muslim berusaha membentengi diri agar kejahatan tersebut tidak menimpa kita. Pepatah mengatakan, “Mencegah lebih baik daripada Mengobati.”
Untuk melindungi diri dari kejahatan, tentunya seorang Muslim menggunakan sarana yang dibenarkan dalam hukum Islam bukan memanfaatkan sarana yang dilarang. Sebagian orang ada yang menangkal pencurian, binatang berbisa, santet atau sihir dengan jimat atau mantra kesyirikan atau menempelkan kaligarafi ayat kursi pada pintu rumah. Cara-cara seperti ini tidak diajarkan dalam ajaran Islam dan harus dijauhkan dengan sejauh-jauhnya.
Salah satu cara islami untuk membentengi diri dari berbagai kejahatan adalah membaca Surat al-Falaq. Sungguh Surat al-Falaq merupakan “imunisasi” Ilahi yang dahsyat untuk menolak marabahaya yang kebanyakan kaum Muslimin tidak mengetahuinya. Oleh karena itu, marilah kita galakkan membaca Surat al-Falaq terutama pada waktu yang dianjurkan oleh Rosululloh untuk membacanya.
Beliau menganjurkan kepada umatnya membaca surat ini di setiap selesai shalat wajib. ‘Uqbah bin ‘Amir meriwayatkan bahwa,
أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ
“Rosululloh memerintahkan saya untuk membaca al-Mu’awwidzat (Surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Naas) tiap selesai sholat.” (HR. Abu Dawud, dishohihkan oleh al-Albani)
Disunahkan juga membacanya sebelum dan sesudah tidur, sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Uqbah yang lain:
ياَ عُقْبَةُ ! اِقْرَأْ بِهِمَا كُلَّمَا نِمْتَ وَقُمْتَ، مَا سَأَلَ سَائِلٌ وَلاَ اِسْتَعَاذَ مُسْتَعِيْذٌ بِمِثْلِهِمَا
“Wahai ‘Uqbah, bacalah keduanya setiap kamu tidur dan bangun. Tidaklah seseorang bisa meminta atau berlindung dengan seperti keduanya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh al-Albani)
Hadits-hadits shohih juga menjelaskan bahwa Nabi menganjurkan membacanya pada dzikir pagi dan sore.
Rosululloh mengatakan kepada Abdulloh bin Khubaib : “Bacalah Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas, di waktu pagi dan sore, sebanyak 3 kali! Itu cukup bagimu untuk mencegah semua marabahaya” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dishohihkan oleh Albani)
Nabi bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membacanya tiga kali pada waktu shubuh dan pada waktu petang, maka tidak ada yang bisa membahayakannya sesuatu apa pun.” (HR. Abu Dawud)
Demikianlah kedahsyatan Surat al-Falaq, semoga kita bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari kita sehingga dengan izin Alloh terhindar dari seluruh marabahaya. Aamiin, Wallohu a’lam.
Artikel:
www.inilahfikih.com