KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
IBUNDA KAUM FAKIR MISKIN ZAINAB BINTI KHUZAIMAH
Oleh: Syaeful Rohim, M.A.Pd
Sesungguhnya seseorang akan merasakan bahagia yang lebih dengan melihat kebahagiaan saudaranya sesama muslim. Hal itu dapat terjadi ketika seorang muslim dapat memberikan hartanya kepada saudaranya yang membutuhkan. Bunda Zainab merupakan ibu masakin (ibu bagi kaum fakir dan miskin). Beliau merasakan kebahagiaan yang lebih dengan membantu orang-orang yang membutuhkan, sehingga beliau diberi julukan yang begitu mulia.
Ummul mukminin Zainab lahir di tengah-tengah keluarga yang terhormat dan dermawan. Beliau tumbuh dewasa dengan pendidikan akhlak mulia dari keluarga, sehingga bunda Zainab mudah dalam mengorbankan hartanya untuk membantu orang-orang fakir dan miskin. Seringnya pengorbanan itu dilakukan olehnya, maka kaum Quraisy menjulukinya dengan ibu kaum fakir dan miskin. Lingkungan yang baik pada keluarga Zainab binti Khuzaimah memberikan keteguhan dalam hatinya untuk selalu memegang kebenaran.
Selain itu, bunda Zainab menyaksikan sendiri bagaimana kaum Muslimin mengorbankan segala sesuatu demi mempertahankan nikmat tauhid pada dirinya masing-masing. Pemandangan ini membuat hati Ummul Mukminin Zainab menjadi tertarik terhadap kenikmatan yang ada di dalam agama Islam. Akhirnya Zainab bertekad bulat untuk memeluk agama Islam dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh . Zainab lebih tertarik dengan kenikmatan yang ada di dalam Islam dari pada kenikmatan yang ada dalam keluarganya, baik kemewahan atau kedudukan. Zainab merupakan salah satu wanita yang pertama masuk Islam.
Setelah masuk Islam, kasih sayang dan kepedulian bunda Zainab kepada kaum papa itu semakin bertambah kuat. Apalagi setelah dipersunting oleh Nabi , sifat ini semakin bertambah kuat lagi. Ini karena setiap saat, ia menyaksikan langsung kasih sayang yang memancar deras dari hati Rosululloh . Beliau selalu menekankan kepada segenap kaum Muslimin agar bersedekah kepada orang-orang fakir dan miskin, dan terus menganjurkannya hingga mencapai kedudukan itsar (mendahulukan kebutuhan oran lain dari pada kebutuhan sendiri).
Salah satu hadis yang menunjukkan hal itu adalah hadis dari Abu Hurairoh yang diriwayatkan bahwa Nabi bersabda:
“Tidaklah para hamba memasuki waktu pagi hari, melainkan ada dua malaikat turun (ke dunia). Maka salah satu dari mereka berdoa: ‘Ya Alloh, berikanlah ganti (yang baik) kepada orang yang bersedekah’. Sedang malaikat yang satunya lagi mengatakan: ‘Ya Alloh, timpakanlah kerugian kepada orang yang menahan hartanya’. [HR. Bukhori dan Muslim]
“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan dari berbagai kesusahan di dunia seorang mukmin, pasti Alloh akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Alloh akan memudahkannya di dunia dan di akhirat”. (HR. Muslim)
Zainab sering mendengar hadis-hadis seperti itu, sehingga jiwanya terus melambung dan hatinya lebih banyak mengharapkan kenikmatan abadi yang tersedia di dalam surga Alloh . Kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia. Oleh sebab itu, dia tidak pernah menyisakan satu dirham atau satu dinar di dalam rumahnya. Sejak di masa jahiliyah, beliau telah dikenal dengan julukan Ummul Masakiin, maka bagaimana dengan keadaannya setelah menjadi Ummul Mukminin.
Zainab hidup di bawah naungan kasih sayang, cinta dan kelembutan. Ia hidup di dalam dekapan, kehangatan dan keagungan Islam. Ia merasa sangat bahagia yang tiada tara dengan bebelas kasih kepada orang-orang miskin, bersikap lembut, dan berbuat baik kepada mereka.
Bunda Zainab menghabiskan semua waktu yang dimilikinya untuk beribadah kepada Alloh , menyantuni sekian banyak orang miskin dan bersedekah kepada mereka. Karena sifatnya tersebut, ia sangat dikenal dengan Ummul Masakiin. Sungguh indah julukan yang agung dan menyebarkan semerbak kasih sayang itu.
Memang ibunda kita, Zainab adalah termasuk wanita yang baik hati dan memiliki jiwa yang mulia. Semua yang keluar dari rumahnya hanyalah sedekah dan ketaatan kepada Alloh sehingga membuatnya menjadi wanita yang mulia dan agung.
Semoga kita –terlebih lagi para wanita- dapat mencontoh kebaikan-kebaikan yang ada pada Ummul Mukminin dalam rangka mencari kenikmatan yang abadi dan ridho Alloh . Wallohu a’lam…..
Artikel:
www.inilahfikih.com