KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Kedahsyatan Istighfar
Saudaraku Kaum Muslimin…
Sering kita melafadkan kalimat istighfar (astaghfirullah atau astaghfirullahal adzim atau astaghfirullah wa’atubu ilaik) dalam berbagai kesempatan baik setelah shalat atau sambil memasak, merapikan rumah, duduk santai, berbaring, di kendaraan atau ketika kita khusyu’ bermunajat kepada-Nya.
Banyak diantara kaum Muslimin yang belum mengetahui begitu banyak keutamaan kalimat yang mulia ini sehingga banyak diantara mereka mengeluh atas segala problema yang mereka hadapi baik kesempitan dalam rezeki, tidak kunjungnya hujan turun, sulitnya mendapatkan keturunan, kegersangan hidup, kegalauan hati dan kegundahan jiwa disebabkan perbuatan dosa dan lain sebagainya.
ISTIGHFAR SEBAB DIHAPUSNYA DOSA
Semua manusia bersalah, ia tidak bisa berlepas diri dari kesalahan, karena Alloh tatkala menciptakan malaikat dan menciptakan manusia, maka Alloh telah menggariskan terhadap manusia bahwasanya mereka bersalah, bagaimanapun juga, seorang manusia tidak akan terlepaskan dari dosa, kenapa?, karena ia seorang manusia dan bukan malaikat.
Dengan mengucapkan istighfar, tentunya diringi dengan meninggalkan perbuatan dosa, maka Alloh menghapus dosa dan kesalahan hamba-hamba-Nya.
Alloh berfirman;
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Alloh? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)
Janganlah anda putus asa untuk bertobat kepada Alloh . Sebesar apapun dosa yang anda lakukan sementara anda beristighfar dan bertaubat kepada-Nya dengan tobat sebenar-benarnya, niscaya Alloh akan mengampuni dosa anda.
Alloh berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Alloh dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Robb kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. at-Tahrim : 8)
ISTIGHFAR SEBAB MASUK SURGA
Demi Alloh , surga adalah negeri yang berkilau kemilau dan berbau semerbak, dengan sungai yang terus mengalir dan buah-buahan bersusun hijau, serta istri-istri nan cantik jelita. Di sana ada pohon sidr (bidara) yang tidak berduri, buah pisang yang bersusun-susun, pohon rindang membentang dan air yang tertuangkan.
Wahai hamba Alloh , di sana mereka makan dan bersenang-senang, tidak pernah mengeluarkan ingus dan tidak pernah buang air, hanya mengeluarkan bau kesturi. Di sana mereka tertawa dan tidak pernah menangis. Di sana mereka menetap dan tidak pernah berpindah. Di sana mereka hidup dan tidak pernah mati. Di sana wajah-wajah ceria dan cerah. Di sana terdapat keindahan yang nyata dan hurun ’ien (bidadari surga). Di sana terdapat kesenangan abadi. Di sana segala sesuatu indah. Di sanalah hijab akan tersingkap, dan merekapun melihat wajah Alloh Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi.
Saudaraku…siapa yang berkehendak memperoleh surga yang penuh kebahagiaan dan keindahan ini? Adakah tiket mudah untuk menggapai surga?
Rosululloh bersabda:
“Barangsiapa membaca sayyidul istighfar dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli surga.” (HR. al-Bukhari, Ahmad, dan an-Nasai)
Jadi, membaca sayyidul istighfar merupakan sarana memperoleh surga. Apa itu sayyidul istighfar? Perlu kita ketahui bersama bahwa lafad kalimat istighfar itu bermacam-macam seperti; astaghfirullah atau astaghfirullahal adzim atau astaghfirullah wa’atubu ilaik atau kalimat sayyidul istighfar dan inilah kalimat istighfar yang paling utama. Bacaan kalimat tersebut adalah;
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Alloh Engkau adalah Robbku, tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.
ISTIGHFAR SEBAGAI KUNCI REZEKI
Tahukah anda bahwa istighfar adalah kunci rezeki bagi para hamba Alloh . Kunci rezeki ini tidak dipahami oleh kebanyakan kaum Muslimin. Padahal, istighfar memiliki pengaruh yang sangat dahsyat dalam mengubah rezeki seseorang.
Firman Alloh menyingkap secara tegas, lugas, dan jelas bahwa istighfar merupakan kunci rezeki. Percayalah dan yakinlah bahwa pada firman Alloh terdapat petunjuk dan bimbingan mengais rezeki dengan istighfar.
Alloh berfirman:
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Robb kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian sungai-sungai.” (QS. Nuh : 10-12)
Ayat di atas menjelaskan dengan gamblang bahwa di antara buah istighfar: turunnya hujan, lancarnya rezeki, banyaknya keturunan, suburnya kebun serta mengalirnya sungai.
Imam al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shobih bahwa ia berkata, “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Hasan al-Bashri tentang kegersangan bumi (kemarau), maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Alloh.!”. Yang lain mengadu kepadanya tentang kefakiran yang menimpanya, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Alloh.!”. Yang lain berkata kepadanya, Do’akan untukku agar Alloh menganugerahkan kepadaku anak!”, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Alloh.!”. Yang lain mengadu kepada beliau tentang kekeringan menimpa kebunnya, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Alloh!”. Maka kami mempermasalahkan hal itu. Beliau jawab, “Tidaklah aku jawab sedikitpun dari sisiku, sesungguhnya Alloh berfirman dalam Surat Nuh, ‘Mohonlah ampun kepada Robb kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat’”. (Tafsir ath-Thobari 8/302)
Dikisahkan bahwa seorang ikhwan pergi ke pasar untuk menjual barang dagangannya. Waktu itu pasar sesak dengan penjual dan pembeli. Dia duduk di tempat yang telah disiapkan untuk jualan dan menjajakan dagangannya, sementara ia duduk di dekatnya. Waktu berlalu lama tapi orang-orang tidak tertarik dengan barang dagangannya. Dia sangat membutuhkan uang mau tidak mau dia harus menjual barang dagangannya tersebut. Waktu sudah lama tapi tidak seorangpun yang mau membeli. Dia merasa sempit dan mulai berpikir, apa yang harus dia lakukan? Seketika muncul dalam ingatannya sebuah hadits yang pernah ia dengar dari imam masjid, dia berkata, Rosululloh bersabda;
مَنْ أَكْثَرَ مِنَ الاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللهَ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ
“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Alloh memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).
Dia pun mulai istighfar dan beristighfar, dia bercerita, “Demi Alloh, tatkala saya mulai istighfar orang-orang mulai datang kepadaku. Yang ini ingin membelinya dan yang lain lagi ingin agar dia yang membelinya. Yang ini nambah harga dan yang lain menaikannya lagi. Sampai saya merasa senang. Saya menjual habis daganganku dan Alhamdulillah. Saya pulang ke rumah dengan membawa uang sementara kedua mataku meneteskan air mata karena saya telah telah banyak mengabaikan harta berharga ini (istighfar) dan Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh Robb semesta alam.
ISTIGHFAR SEBAB MEMPEROLEH ANAK
Anak adalah anugerah yang diberikan oleh Alloh . Anugerah yang membuat sepasang hati semakin bertambah bahagia. Kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan harta-benda. Anak adalah rezeki dari Alloh . Sudah sepantasnya pasangan suami istri bersyukur atas rezeki itu.
Alloh berfirman:
“Kepunyaan Alloh-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. asy-Syuraa : 49-50)
Sekian lama belum dikarunia anak, tentu akan membuat pasangan suami istri risau dan gelisah. Dalam kasus seperti ini, istrilah yang biasanya merasakan beban paling berat. Apalagi ada pandangan bahwa penyebab semua itu adalah dari pihak istri. Ia yang mandul dan tidak bisa melahirkan keturunan. Padahal bukanlah seperti itu. Bukanlah salah istri, karena setiap takdir Alloh-lah yang telah menggariskannya. Lagi pula, tidak selalu istri yang menjadi penyebabnya, pihak suami sering pula menjadi sebab belum dikaruniainya anak.
Saudaraku…terdapat satu resep Ilahi yang sering dilalaikan pasangan suami istri untuk mendapat keturunan. Apa itu? Ya…banyak mengucapkan kalimat istighfar. Banyak pasutri yang lebih yakin pada dokter spesialis kandungan dari pada percaya pada resep Ilahi ini, padahal Alloh yang memberikan karunia anak kepada siapa saja yang dikehendaki dan Dialah yang berfirman bahwa istighfar merupakan sarana memperoleh banyak keturunan.
Alloh berfirman;
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Robb kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian sungai-sungai.” (QS. Nuh : 10-12)
Di dalam musnadnya, Abu Hanifah meriwayatkan dari Jabir bin Abdulloh bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi seraya berkata, “Wahai Rosululloh! Aku tidak di karuniai seorang anak pun dan aku tidak memiliki anak.” Maka Rosululloh bersabda,
فَأَيْنَ أَنْتَ مِنْ كَثْرَةِ الإسْتِغْفَارِ وَكَثْرَةِ الصَّدَقَةِ تُرْزَقُ بِهِمَا
“Lalu di mana kamu dari banyak istighfar dan bersedekah, karena engkau akan diberi rezeki anak karena sebab keduanya.”
Lalu laki-laki tersebut memperbanyak sedekah dan istighfar. Jabir berkata, “Maka orang tersebut dikaruniai sembilan anak laki-laki.”
Dikisahkan bahwa seorang pria mendatangi imam masjid Nabawi di kota Madinah, Saudi Arabia. Kepada sang imam, pria tersebut mengatakan bahwa ia telah beberapa tahun menikah namun belum juga dikarunia keturunan oleh Alloh .Berbagai terapi medis dan alternatif telah dijalaninya bersama istri tercinta agar segera memperoleh momongan. Tetapi semua usaha (ikhtiar) tersebut belum membuahkan hasil. Pria tersebut mengharapkan agar sang imam berkenan untuk mendoakannya agar Alloh segera memberinya keturunan.
Sang imam pun bersedia untuk mendoakan pria tersebut. Namun beliau juga meminta pria itu agar tetap berdoa serta rajin membaca istighfar. Sang pria yang belum dikaruniai anak itu menuruti nasehat sang imam. Ia semakin rajin berdoa serta banyak membaca istighfar. Beberapa pekan kemudian pria itu mendatangi sang imam dengan wajah berseri-seri dan mengatakan kalau istrinya telah positif hamil.
Berita menggembirakan tersebut kemudian sampai kepada sejumlah dokter ahli kandungan di negara pengekspor minyak itu. Mereka pun mengadakan penelitian khusus untuk mengetahui hubungan antara bacaan istighfar dengan kesuburan sistem reproduksi seseorang. Setelah beberapa lama mengadakan penelitian, para ahli kandungan Saudi Arabia berhasil mendapatkan jawabannya. Ternyata semakin sering seorang pria membaca istighfar secara lengkap (astaghfirullahaladzim), maka tulang belakangnya akan semakin kuat. Dalam tinjauan medis, kekuatan tulang belakang seorang pria akan mempengaruhi berhasil-tidaknya proses ‘pembuahan’.
ISTIGHFAR SOLUSI PROBLEMATIKA RUMAH TANGGA
Sesungguhnya membina rumah tangga laksana mendayung bahtera untuk mengarungi jeram dan luasnya samudra. Terkadang ada badai yang kuat menghempas dan memporak-porandakan layar bahtera di lautan lepas. Begitu juga goncangan ombak yang begitu dahsyat membuat jiwa kita lelah setiap saat.
Prahara rumah tangga memang tidak bisa dihindarkan ketika seseorang membangun mahligai rumah tangga. Ia ibarat bumbu dalam rumah tangga. Tergantung kita yang meraciknya.
Setidaknya ada beberapa solusi yang perlu dan patut diambil dalam menyikapi problematika dalam rumah tangga. Solusi yang paling utama adalah meninggalkan perbuatan maksiat dan banyak beristighfar kepada Alloh . Sebab tidaklah musibah yang menimpa seseorang melainkan perbuatan dosa yang telak dilakukannya.
Alloh berfirman:
“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian).” (QS. asy-Suura : 30)
Dengan banyak berbuat ketaatan dan beristighfar, niscaya seorang hamba akan diperbaiki urusannya dalam rumah tangganya.
Alloh berfirman:
“Barangsiapa bertakwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. ath-Tholaq : 2-3)
Abu Hazm berkata, “Tidaklah seorang hamba itu memperbaiki hubungannya dengan Alloh, melainkan Alloh akan memperbaiki hubungannya dengan manusia.”
Dikisahkan bahwa seseorang menceritakan, “Di suatu hari saya pulang dalam keadaan letih dan penuh beban. Aku membuka pintu tiba-tiba istri menunggu penuh tanda marah dan emosi. Dia langsung melayangkan kepadaku beberapa pertanyaan. Saya tidak bisa menguasai diri, lalu menghadapinya dengan emosi dan amarah yang sama.
Malam sudah larut, sementara debat dan marah terus berlanjut sampai menjelang Shubuh. Akhirnya, istriku mengambil inisiatif meninggalkan rumah dan pergi ke rumah orang tuanya. Saya berusaha mengurungkan tekadnya tapi tidak berhasil, dia masuk ke kamar, kami mempersiapkan tasnya untuk bergegas pergi. Saya meninggalkannya dan keluar rumah tanpa tahu ke mana harus pergi, saya sangat emonsional dan marah.
Disamping rumahku terdapat sebuah masjid dan adzan Shubuh sebentar lagi dikumandangkan. Saya masuk masjid, berwudhu, dan shalat dua rakaat. Tak lama kemudian adzan Shubuh dikumandangkan, saya pun shalat Shubuh berjamaah. Saya diam di masjid, beristighfar kepada Alloh dan keadaan itu terus berlangsung kurang lebih satu jam. Lalu saya bangkit pulang ke rumah dan membuka pintu ketika tiba-tiba istriku duduk menungguku dengan senyum. Saya mengucapkan salam dan bertanya, kamu masih berkeras hati ingin pergi?’ Dia berkata, ‘Tidak.’ Saya bergumam, ‘Ini aneh, apa yang telah terjadi?’ Kemudian saya bertanya tentang rahasia di balik perubahan ini. Dia menjelaskan, ‘Demi Alloh, saya tidak tahu akan tetapi semenjak satu jam yang lalu jiwa saya menjadi tenang, dan saya sadar kalau saya salah lalu Alloh menunjukiku.’ Saya teringat waktu itu adalah bertepatan dengan waktu saya duduk beristighfar kepada Alloh. Lalu saya ingat sabda Nabi ,
“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Alloh memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
ISTIGHFAR OBAT PENYAKIT FISIK DAN JIWA
Wahai kaum Muslimin yang sedang Alloh uji dengan suatu penyakit, tertimpa bala dan bencana, dirundung duka, yakinlah sesungguhnya semua itu adalah sebuah ketentuan dan takdir dari Alloh yang sudah tertulis jauh sebelum manusia diciptakan. Semoga kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan tercurah kepada anda. Semoga Alloh ganti semua duka nestapa yang anda rasakan dengan ampunan, rahmat, dan kesehatan.
Saudaraku seiman yang sedang Alloh uji, mungkin berbagai macam obat-obatan dan cara medis telah ditempuh untuk menghilangkan derita anda, akan tetapi hingga detik ini tidak juga kunjung sembuh. Sepertinya anda lupa terhadap suatu obat mujarab warisan Rosul yang terbukti akan keampuhannya telah menghilangkan berbagai macam penyakit kronis. Obat tersebut adalah istighfar….ya istighfar bukan yang lain, kedengarannya memang rancu dan aneh, tapi inilah syari’at, wahyu yang berbicara, bukan selainnya.
Alloh berfirman:
“Dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Robb kalian dan bertaubat kepada-Nya. (jika kalian mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepada kalian sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS. Huud : 3)
Qatadah berkata, “Sesungguhnya al Qur’an itu memberitahukan kepada kalian akan penyakit dan obatnya. Adapun penyakit kalian ialah dosa-dosa, sementara obatnya adalah istighfar.” (lihat al Jawab al Kafi)
Saat anda mengalami sakit, maka perbanyaklah istighfar, niscaya Alloh akan memberikan kepada anda kekuatan dan semangat dalam menghadapi ujian ini.
Alloh berfirman:
“Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Robb kalian lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atas kalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan kalian, dan janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud : 52)
ISTIGHFAR DAN GEMPA
Dalam gempa di Pakistan yang diketahui banyak orang, di mana korbannya mencapai ribuaan, pertolongan Alloh berkenan menyelamatkan seorang laki-laki dari kematian.
Pada saat gempa, ia berada di rumah sedang menyantap makanannya. Kemudian dia beranjak ke tempat tidurnya untuk sdikit istirahat. Saat dia terlentang di atas kasurnya, tiba-tiba gempa hebat terjadi. Kamar bergetar hebat, bahkan seluruh rumah. Atap di atasnya mulai retak dan dia melihatnya. Begitu dahsyatnya hingga dia tidak bisa bergerak dari tempatnya. Tembok-tembok kamar mulai berjatuhan di hadapan matanya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengucapkan, astaghfirullah…astaghfirullah…dan terus berkelanjutan sementara atap rumah pun mulai jatuh.
Peristiwa itu terjadi begitu singkat hanya beberapa menit. Alloh berkehendak menyelamatkan orang ini, dia menceritakan dirinya, ‘Atap yang terbuat dari tanah Khurusan yang tebal benar-benar jatuh, akan tetapi – alhamdulillah-reruntuhannya jatuh di pojok ruangan kecuali tempat yang saya ada di sana. Saya bangkit dan keluar, saya pun memuji Alloh .” Saya berkata, ‘Sungguh benar sabda Rosululloh ;
“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Alloh memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
ISTIGHFAR DAN TUKANG ROTI
Kisah ini terjadi pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal . Imam Ahmad ingin menghabiskan malam-malamnya di masjid, akan tetapi beliau dilarang menginap di masjid lewat perantara penjaga masjid. Imam Ahmad berusaha agar diizinkan untuk menginap di sebuah masjid, namun usaha dia sia-sia. Imam Ahmad berkata, ‘Saya akan tidur di sini.’ Dan benar Imam Ahmad pun tidur di tempatnya itu. Penjaga masjid mengeluarkannya dari area masjid.
Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang syaikh yang berwibawa, terlihat padanya cirri-ciri kebaikan dan ketakwaan.
Tiba-tiba beliau dilihat oleh seorang tukang roti. Melihat beliau meninap di luar area masjid, maka tukang roti itu menawarkan Imam Ahmad agar menginap di rumahnya. Lantas Imam Ahmad mengikuti si tukang roti. Dia menjamu beliau lalu beranjak pergi mengambil adonannya untuk membuat roti. Imam Ahmad mendengar si tukang roti beristighfar dan beristighfar. Waktu berlalu lama, sementara dia tetap seperti itu (beristighfar). Imam Ahmad bin Hanbal keheranan. Ketika hari beranjak pagi, Imam Ahmad bertanya kepada sang tukang roti tentang istighfarnya semalam, dia menjawab bahwa selama mengadon tepungnya, dia mengadon sambil beristighfar.
Imam Ahmad bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu mendapat buah dari istighfarmu?’ Imam Ahmad bertanya kepada sang tukang roti dengan pertanyaan ini karena beliau tahu buah-buah istighfar, beliau tahu keutamaan istighfar, serta tahu faidah-faidah istighfar.
Tukang roti berkata, ‘Ya. Demi Alloh, saya tidak memohon sebuah permohonan pasti dikabulkan kecuali satu doa.’
Imam Ahmad bertanya, ‘Apa itu?’ Si tukang roti berkata, ‘Permohnan untuk melihat Imam Ahmad bin Hanbal!’
Imam Ahmad berkata, ‘Saya Ahmad bin Hanbal. Demi Alloh saya diseret kepadamu.’
Saudaraku Kaum Muslimin…
Silahkan perbanyaklah istighfar dan tinggalkanlah perbuatan dosa, serta tunggulah buahnya. Jika buahnya belum terlihat juga, perbanyaklah terus istighfar dan jangan pernah berputus asa! Alloh pasti akan memberikan jalan solusi bagi anda.
Artikel:
www.inilahfikih.com