KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Ketika Umrah Menjadi Trend
Oleh: Arifin, SHI.
Akhir-akhir ini umrah menjadi trend di kalangan seleberitis. Lihatlah para artis atau seleberitis yang memilih umrah untuk mengisi liburan untuk berdoa di depan ka’bah ketika dirundung masalah atau konflik. Sebagian lainnya memilih umrah sekaligus melaksanakan pernikahan di tanah suci. Sebagian lagi menjadikan tanah suci sebagai tempat untuk berbulan madu guna mengokohkan ikatan tali cinta dan kasih sayang pasutri baru.
Terakhir yang tidak kalah penting berkaitan dengan fenomena maraknya umrah di kalangan elit politik atau wakil rakyat. Begitu pula dengan instansi pemerintah maupun swasta yang memberikan insentif, reward atau bonus berupa umrah kepada pegawai atau karyawannya yang berprestasi.
Keutamaan Umrah
Umrah merupakan ibadah agung yang sarat penuh keutamaan. Bagi siapa saja yang telah mampu melaksanakannya tentu sangat bahagia. Sedangkan orang yang belum berumrah namun mengetahui tentang keutamaannya tentu berkeinginan besar untuk melaksanakannya.
Pundi-pundi pahala akan diraih bagi orang yang umrah di kehidupan akhiratnya. Dosa-dosa kecil yang melekat pada tubuhnya akan dihapus oleh Alloh . Umrah merupakan bagian jihad di jalan Alloh . Tak hanya itu umrah adalah sarana Ilahi mengikis kemiskinan dan kefakiran. Luar biasa dan sungguh menakjubkan ibadah umrah ini.
Rosululloh bersabda;
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya.”(HR. al-Bukhori dan Muslim)
‘Aisyah berkata:
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ
“Wahai Rosululloh, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan umroh.” (HR. Ibnu Majah)
Rosululloh bersabda:
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. “(HR. an Nasai, at-Tirmidzi, dan Ahmad)
Agar Umrah Bernilai Pahala
Fenomena umrah di kalangan para artis, seleberitis, elit politik, wakil rakyat, pengusaha dan kaum agniya lainnya merupakan fenomena positif karena mereka melakukan aktivitas peribadahan mulia. Tinggal masalahnya, bagaimana meluruskan niat umrah itu sendiri.
Jika seseorang berumrah berniat mencari popularitas, kesohoran, dan trend semata, maka umrahnya menjadi sia-sia tak bernilai di hadapan Alloh . Jika seseorang menunaikan ibadah umrah berniat meraih perbendaharaan dunia, niscaya tidak diterimalah ibadah umrahnya. Jika seseorang berumrah karena riya’, niscaya Alloh menjadikan amal ibadah umrahnya menjadi amalan yang tiada guna.
Rosululloh bersabda;
إِنَّمَا الأعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang akan memperoleh balasan dari apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya itu karena Alloh dan Rosul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Imam an-Nawawi berkata, ‘Barangsiapa hijrahnya karena Alloh dan Rosul-Nya’ maksudnya adalah barangsiapa yang berhijrah karena wajah Alloh, niscaya ia memperoleh pahala dari-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia atau wanita, maka ia memperoleh hal itu sedangkan di akhirat kelak ia tidak memperoleh bagian pahala.(Syarh an-Nawawi 13/54)
Rosululloh bersabda:
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang menuntut ilmu yang seyogyannya mecari wajah Alloh semata namun ia hanya mencari perhiasan dunia, niscaya ia tidak akan mencium aroma surga pada hari Kiamat.”
Pilih Umrah Berkali-Kali atau Sedekah
Seorang yang berangkat ke tanah suci untuk menunaikan umrah berkali-kali secara syari’at Islam sah-sah saja. Namun di sana terdapat amalan yang lebih penting yang akan mengalirkan pahala besar dan terus menerus bagi pelakunya. Amalan tersebut adalah infak dan sedekah kepada para penuntut ilmu dan proyek-proyek pembiayaan dakwah Ahlussunnah Waljama’ah. Perhatikan secara seksama hadits berikut!
Rosululloh bersabda;
مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيْلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَّفَ غَازِياً فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
“Siapa yang membantu menyiapkan persiapan orang untuk berperang di jalan Alloh, maka samalah halnya ia ikut berperang dan siapa saja yang menjaga atau memperhatikan keluarga yang ditinggalkannya dengan baik, berarti dia juga telah ikut berperang.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Syaikh Muhammad Sholih Utsaimin berkata,
وَيُؤْخَذُ مِنْ هَذَا أَنَّ كُلَّ مَنْ أَعَانَ شَخْصًا فِي طَاعَةِ اللهِ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ فَإِذَا أَعَنْتَ طَالِبَ عِلْمٍ فِي شِرَاءِ الْكُتُبِ لَهْ أَوْ تَأْمِيْنِ السَّكَنِ أَوْ النَّفَقَةِ أَوْ مَا أَشْبَهَ ذَلِكَ فَإِنَّ لَكَ أَجْرًا أَيْ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئًا وَهَكَذَا أَيْضًا لَوْ أَعَنْتَ مُصَلِّيًا عَلَى تَسْهِيْلِ مُهِمَّتِهِ فِي صَلاَتِهِ فِي مَكَانِهِ وَثِيَابِهِ أَوْ فِي وُضُوْئِهِ فِي أَيَِّ شَيْءٍ فَإِنَّهُ يُكْتَبُ لَكَ فِي ذَلِكَ أَجْرٌ فَالْقَاعِدَةُ الْعَامَّةُ أَنَّ مَنْ أَعَانَ شَخْصًا فِي طَاعَةٍ مِنْ طَاعَةِ اللهِ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئاً
“Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa setiap orang yang membantu seseorang dalam menaati Alloh, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya. Jika kamu membantu orang yang menuntut ilmu untuk membelikan buku atau mengamankan tempat tinggal atau menafkahi dan sebagainya, maka kamu mendapatkan pahala atau seperti pahalanya tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun. Begitu juga jika kamu membantu seseorang yang hendak mengerjakan shalat, seperti: menyiapkan peralatan shalat berupa tempat, pakaian, peralatan wudhu, dan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam shalat, maka kamu akan mendapatkan pahala shalatnya, tanpa dikurangi sedikitpun.” (Syarh Riyadhus Sholihin Bab Ta’awun ‘ala al-Birr wa at-Taqwa)
Ajaib dan sungguh menakjubkan! Mungkin anda akan berdecak takjub akan pahala melimpah bagi anda selaku donatur yang mendermakan harta kepada para penuntut ilmu. Bukankah para penuntut ilmu yang anda santuni jika ia membaca al-Qur’an, niscaya anda akan memperoleh pahala sepertinya. Bukankah para penuntut ilmu yang anda nafkahi jika ia menunaikan shalat malam, niscaya anda kelak menuai balasan semisalnya. Bukankah para penuntut ilmu yang anda bantu jika ia menyebarkan ilmunya ke pelosok negeri, niscaya anda memperoleh pahala terus menerus meskipun anda telah meninggal dunia.
Oh…sungguh fantastis pahala yang dipersiapkan bagi para donatur penuntut ilmu. Marilah donasikan sebagian harta kita kepada proyek-proyek dakwah Ahlussunnah Waljama’ah. Jangan ragu dan bimbang bahwa mendonasikan sebagaian harta kita merupakan salah satu pintu rezeki.
Artikel:
www.inilahfikih.com
Setiap orang pasti merindukan tanah suci. Di tempat tersebut ada dua aktivitas ibadah yang mulia yaitu umrah dan haji. Berjuta-juta Kaum Muslimin dari penjuru dunia menuju ke sana untuk menunaikan ibadah mulia tersebut. Untuk umrah sendiri bisa dilakukan setiap saat. Sedangkan haji hanya khusus di bulan haji, bulan Dzulhijjah.