Meneladani Akhlak Rosululloh

Meneladani Akhlak Rosululloh

Oleh: Arifin, SHI.

Menelisik butiran akhlak Rosululloh merupakan suatu hal yang sangat mnyenangkan dan menakjubkan. Sungguh telah terkumpul pada beliau akhlak yang mulia, , keutamaan-keutamaan dan kebaikan-kebaikan yang tidak terdapat pada manusia yang lainnya. Beliau membuka “mata hati” kaumnya dengan tauhid yang jernih, syari’at yang mudah, dan akhlak yang luhur.

Alloh Yang Maha Mulia telah memberikan kesaksiaan bahwa Nabi Muhammad  adalah orang yang paling sempurna akhlaknya, paling mulia dan paling utama. Tak ada seseorangpun yang sanggup menandinginya.

Alloh  berfirman:

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Qalam [68]: 4)

‘Athiyyah  berkata, “(sesungguhnya kamu) benar-benar beretika luhur.”

Sa’ad bin Hisyam , berkata, “Aku bertanya kepada ‘Aisyah , Wahai ibunda kaum mukminin, kabarkan kepadaku akhlak Rosululloh! Ia menjawab, ‘Tidakkah engkau telah membaca al-Quran?’ Sa’ad menjawab, ‘Ya.’ Ia berkata, ‘Akhlak beliau adalah al-Qur’an’.” (HR. Muslim)

Beliau memiliki akhlak dan kepribadian yang telah disempurnakan, akar dan keturunannya telah dimuliakan, kedudukan dan derajatnya telah ditinggikan, supaya jiwa tidak bosan mengikutinya dalam melaksanakan segala hal yang mampu dilaksanakan dan dalam rangka mendekatkan diri kepada Alloh dengan mengikuti dan meneladani akhlak Rosul-Nya.

Alloh  berfirman:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh

dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.” (QS. Al-Ahzab [33] :21)

Berdasarkan ayat tersebut, tentu saja sebaik-baik teladan bagi setiap Muslim adalah Rosululloh  yang diutus oleh Alloh untuk menyempurnakan akhlak mulia dan budi pekerti yang luhur.

Untuk menyelami akhlak Beliau , marilah kita memperhatikan tiga contoh akhlak Beliau  yang sangat terpuji, yaitu  kesabaran, lemah lembut dan kedermawanannya.

Beliau  adalah sosok ideal dalam hal kesabaran dan contoh sempurna bagi umatnya yang hendak mengikutinya. Kesabaran beliaulah yang paling berhak kita teladani dan diikuti.

Dari Urwah bin Zubair , ia berkata: “Aku berkata kepada Abdulloh bin Amr bin Ash: beritahukan kepadaku tentang siksaan yang paling menyedihkan yang dilakukan oleh orang-orang Quraiys terhadap Rosululloh , lalu Abdulloh bin Amr bercerita: Ketika Rosululloh sedang shalat di sisi hajar Aswad di Ka’bah, tiba-tiba datanglah Uqbah bin Abi Mu’ith, lalu dengan serta merta memegang pundak Rosululloh dan mengalungkannya ke leher Beliau, kemudian menjerat leher beliau dengan sekeras-kerasnya. Kemudian ketika itu datanglah Abu Bakar AS-Shidiq yang langsung menarik pundak Uqbah dan menyingkirkan dari sisi Rosululloh, kemudian Abu Bakar membaca ayat:

“Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena Dia menyatakan: “Robbku ialah Alloh padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Robbmu.” (QS. Mu’min [40] :28) (HR. Bukhori dan Muslim)

Nabi  sangat memperhatikan dan menggangap agung kedudukan lemah lembut dalam setiap perkara. Beliau menjelaskan hal itu melalui ucapan dan perbuatannya dengan penjelasan yang sempurna dan menyeluruh, agar umatnya mampu mempraktekkan lemah lembut dalam seluruh urusan dan perkara kehidupannya.

Dari Anas , ia berkata: “Ketika kami sedang berada di masjid bersama Rosululloh , tiba-tiba datang seorang Arab Badui, kemudian masuk masjid dan kencing di dalamnya, seketika itu juga para sahabat menghardiknya seraya berkata, “Apa-apaan ini?, Kemudian Rosululloh bersabda, “Biarkanlah ia jangan kalian putus kencingnya!”, akhirnya mereka membiarkan orang tersebut menyelesaikan kencingnya, setelah itu Rosululloh memanggilnya dan bersabda kepadanya: “Sesungguhnya masjid ini tidak layak sedikitpun dikencingi dan dikotori (dengan kotoran seperti ini), sesungguhnya masjid ini hanya untuk dzikir kepada Alloh, shalat dan untuk membaca al-Qur’an. Kemudian Rosululloh menyuruh salah seorang sahabatnya mengambil seember air dan menyiramnya ditempat kencing.” (HR. Bukhori)

Kemurahan hati Nabi Muhammad  merupakan suri tauladan yang paling tinggi bagi umat Islam. Tangan beliau laksana angin yang berhembus. Jika diminta seseuatu, Beliau  senantiasa memberikan apa yang ada disisinya. Tidak pernah berkata ‘tidak’ saat dimintai sesuatu.

Anas bin Malik  berkata, “Ketika Islam datang, Rosululloh tak pernah dimintai sesuatu kecuali beliau memberikannya. Suatu ketika seseorang laki-laki datang kepada beliau untuk mengemis. Beliau memberinya seekor kambing yang digembalakan di antara dua bukuit. Orang itu mendatangi kaumnya lalu berkata:, “Wahai kaumku, masuklah agama Islam, sebab Muhammad telah memberi sesuatu tanpa takut kekurangan.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Demikianlah sebagaian kecil pesona akhlak Nabi Muhammad , mudah-mudahan kita dapat mengikuti dan meneladani beliau sehingga kita menperoleh kebahagian hidup di dunia dan di akhirat kelak. Amiin…

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *