PERKASA TANPA BENDA PUSAKA

PERKASA TANPA BENDA PUSAKA

Oleh: Ganjar Wijaya

Udin: “Eh bro…. Coba lihat nih, ane bawa apaan…?”

Maul: “Waduh, buat apaan ente bawa-bawa silet gitu gan…?”

Udin: “Hehe… Coba lihat ini…”

Sreet…

Maul: “Ya Alloh … Apa-apaan ente gan… nyilet tangan ente sendiri…?”

Udin: “Tenang bro… lihat dong…!!”

Maul: “Wih… Kok gak ada darah? Gak luka sama sekali… Tajem kan tuh silet?”

Udin: “Ente coba aja sendiri nih…!!”

Maul: “Ah ogah… Ngeri, keliatan tajem gitu… Tapi bener tuh, ente kagak apa-apa?”

Udin: “Hehe… Ya kan ente lihat sendiri… Badan ane udah dimasukin wirid-wirid khusus dari ustadz sembada, dan ane juga dikasih jimat yang bisa menghindarkan ane dari marabahaya… jadi badan ane udah kebal dan gak takut kalau lagi dimana-mana… haha…”

Maul: “Wih…, boleh juga tuh. Ane juga pengen nyoba ah… Biar kebal kayak ente…. Entar kan orang-orang pada kagum sama ane… Bisa kan din”

Udin: “Bisa dong… Yang penting ente kudu ngikutin syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku dari ustadz sembada…”

Sebuah dialog antara Udin dan Maul tentang penggunaan benda-benda pusaka yang katanya dapat mengebalkan tubuh mereka… Sebuah dialog yang jelas-jelas hanya karangan Ka-Ge belaka. Hehe… Tetapiiiiii…, bukan berarti tidak ada dialog yang mirip-mirip seperti itu di sekitar kita… Karena pada kenyataannya, penggunaan benda-benda pusaka di sekitar kalangan kawula muda sebagai alat untuk “membuat kondisi yang di luar kebiasaan” bukanlah hal yang aneh. Ada yang menggunakannya untuk mengebalkan diri, ada yang untuk memelet, menggendam, melariskan dagangan, dan lain sebagainya. Itu semua nyata di sekitar kita. Jangankan di kalangan kawula muda secara umum, di beberapa pesantren di negeri ini yang seharusnya kental dengan nilai-nilai Islam, justru bersinkronisasi dengan praktek-praktek yang sangat dibenci Islam ini. Laa haula wa laa quwwata illaa billah.

Jelas banget Sobat Gerimis…, fenomena penyandaran eksistensi seseorang pada benda-benda pusaka merupakan suatu kengerian. Entah itu diembel-embeli simbol-simbol islami atau tidak, adalah jelas-jelas merupakan satu bentuk kesyirikan yang nyata.

Coba deh Sobat Gerimis jawab, apa pernah seumur hidup Rosululloh  menggunakan benda-benda pusaka untuk mengebalkan dirinya? Bahkan ketika bertempur di kancah peperangan, apa pernah? Bukankah yang ada ketika di perang Uhud, gigi seri beliau ada yang pecah karena terkena hantaman Abdulloh bin Qoimah? Begitu juga dengan para sahabat Rosululloh , sebutin satu saja deh dari mereka jika ada yang pernah menggunakan benda-benda pusaka untuk membuat diri mereka menjadi perkasa?

No way sob, no way…, gak pernah ada tuh sejarahnya Rosululloh  dan para sahabatnya menggunakan benda-benda pusaka untuk bisa kebal, menghilang dari pandangan, menghipnotis, dan lain sebagainya dari hal-hal yang dianggap “wah” oleh manusia. Tetapi, siapa yang gak kenal dengan kegagahan dan ketangkasan Rosululloh  dan para sahabatnya di medan laga? Hanya dalam tempo beberapa tahun saja, Jazirah Arab bisa dikuasai, dan dua kekuatan dunia, Romawi dan Persia centang perenang menghadapi mereka, tanpa melibatkan sedikitpun dengan yang namanya benda pusaka. Coba bandingkan dengan keadaan negeri kita di masa lalu. Di saat jimat dan klenik masih dipatenkan sebagai budaya nusantara, maka selama ratusan tahun menjadi masa paling memilukan bangsa kita dengan rentetan penjajahan yang terus silih berganti.

Benarlah apa yang disabdakan Rosululloh  ketika melihat seorang pemuda menggunakan benda pusaka yang melilit di tangannya. “Ini adalah” Kata pemuda itu menjawab pertanyaan Rosul “untuk menangkal penyakit yang dapat menimpa tangan…”

“Ketahuilah” Rosululloh  menegaskan, “benda itu tidak menambah apapun kepadamu kecuali kelemahan, keluarkanlah benda itu darimu, karena sesungguhnya jika engkau mati dan benda itu masih bersamamu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.”

Tuh kan…, Rosululloh  sendiri bilang gak ada manfaatnya, bahkan justru membuat kita lemah…, dan parahnya, ada ancaman kerugian untuk selamanya, yaitu bisa menyebabkan kekal di api neraka jahannam karena telah berbuat kesyirikan. “Sesungguhnya” Kata Rosululloh  di dalam sabdanya yang lain, jampi-jampi, jimat-jimat dan tiwalah adalah syirik”. (HR. Abu Dawud)

So…, jangan mau deh dibohongin setan. Kekuatan-kekuatan seperti itu pada hakikatnya datang dari setan, yang berarti hanya tipuan belaka agar kita terus terseret dalam arus kesesatan, dan akhirnya nemenin setan di neraka jahannam untuk selama-lamanya. Wal’iyadzubillah.

Mohonlah kekuatan hanya kepada Alloh . Karena tiada daya dan upaya kecuali atas izin Alloh . Wallohu a’lam…

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *