KEUTAMAAN SHOLAT DAN ANCAMAN MENINGGALKANNYA

KEUTAMAAN SHOLAT DAN ANCAMAN MENINGGALKANNYA

1. Sholat adalah tiang agama. Rosululloh bersabda: “Inti pokok segala perkara adalah Islam dan tiangnya adalah sholat.” (HR. Tirmizi)
Barangsiapa yang menegakkan sholat, maka berarti ia menegakkan agama, dan barangsiapa yang meninggalkan sholat berarti ia merobohkan agama.
2. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Alloh berfirman: “…Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar…” (QS. Al-Ankabut: 45)
3. Perumpamaan sholat lima waktu yang dengannya Alloh menghapus dosa adalah laksana sungai yang mengalir deras di depan pintu rumah seseorang, lalu ia mandi padanya lima kali setiap harinya. Lantas kira-kira apakah kotoran masih ada yang tersisa darinya? Tentunya pasti sudah bersih. Rosululloh bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan sholat lima waktu, dengannya Alloh akan menghapuskan dosa.” (HR. Bukhori dan Muslim)
4. Sholat merupakan penentu baik dan buruknya amal seorang hamba. Nabi bersabda:

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Namun apabila sholatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari sholat wajibnya, maka Alloh berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari sholat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmizi)
Jika sholat seseorang baik sebagaimana yang diperintahkan dan dicontohkan oleh Rosululloh , maka amalan selain sholat akan baik pula selainnya. Sehingga hisab amalnya akan mudah. Sebaliknya, jika sholat seseorang buruk, maka amalan selainnya akan buruk, sehingga akan sulit ketika dihisab amalan-amalannya.
5. Meninggalkan sholat merupakan bentuk dosa besar. Orang-orang yang meninggalkan sholat terancam bukan termasuk bagian dari orang-orang beriman. Kecuali jika ia bertaubat kepada Alloh dan melaksanakan sholat.

Alloh berfirman: “Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka mereka itu adalah saudara-saudara kalian seagama…” (QS. At-Taubah: 11)
6. Nabi menjelaskan bahwa siapa saja yang meninggalkan sholat, maka terancam kekufuran dan keluar dari agama Islam. Rosululloh bersabda: “Pembatas antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim)
7. Orang yang meninggalkan sholat, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Saqor dalam kondisi terhina. Alloh berfirman:

“Apa sebab yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqor? Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat.” (QS. Al-Muddatsir: 42-43)
8. Orang-orang yang melalaikan sholat termasuk golongan yang mendustakan agama. Mereka kelak akan disiksa di neraka, yaitu diberi siksa berupa nanah yang diambil di dasar Jahannam, dibakar dengan api yang menyala-nyala dan siksa-siksa lain yang mengerikan. Alloh berfirman: “Tahukah kamu siapakah orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Ia juga tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat. Yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya.” (QS. Al-Ma’un: 1-5)

Artikel: www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *