BENARKAH SHOLAT ISYA’ BOLEH DIAKHIRKAN?

BENARKAH SHOLAT ISYA’ BOLEH DIAKHIRKAN?

Hukum asalnya, shalat harus dilakukan di awal waktu. Dari Abdullah bin Mas’ud radliyallahu anhu, bahwa beliau bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam: “Amal apakah yang paling dicintai Allah?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya:

الصلاة على وقتها

“Shalat pada waktunya.” (HR. Muslim)

Namun terdapat sebuah hadits yang menjelaskan kebolehan mengakhirkan shalat isya’. Ini berlaku bagi kaum lelaki yang hendak shalat berjamaah yang kebanyakannya ada di satu tempat tertentu dan sepakat untuk diakhirkan, juga berlaku untuk wanita yang shalat di rumah. Hal ini berdasarkan riwayat yang berbunyi,

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: أَعْتَمَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ لَيْلَةٍ بِالْعَشَاءِ  حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اَللَّيْلِ  ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى وَقَالَ: “إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي”. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dan dari Aisyah Radliyallahu anha berkata: Pada suatu malam pernah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengakhirkan shalat Isya’ hingga larut malam. Kemudian beliau keluar dan shalat dan bersabda: “Sungguh inilah waktunya jika tidak memberatkan umatku.” (HR. Muslim)

Syaikh Abdullah Ibnu Shaleh Al-Fauzan hafidzahullah berkata: “Hadis ini merupakan dalil dianjurkannya mengakhirkan waktu shalat isya hingga larut malam, maksudnya di akhir sepertiga malam pertama -sekitar jam 10 malam-“. (Lihat Kitab Minhatul ‘Allam Fi Syarhi Bulughil Maram Bab Shalat). Wallahu a’lam

@Abul Fata Miftah Murod, Lc

Artikel: www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *