KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
HUKUM RIBA MENURUT MADZHAB SYAFI’I
Qodhi Abu Syuja’ berkata:
والربا في الذهب والفضة والمطعومات ولا يجوز بيع الذهب بالذهب والفضة كذلك إلا متماثلا نقدا ولا بيع ما ابتاعه حتى يقبضه ولا بيع اللحم بالحيوان ويجوز بيع الذهب والفضة متفاضلا نقدا وكذلك المطعومات لا يجوز بيع الجنس منها بمثله إلا متماثلا نقدا ويجوز بيع الجنس منها بغيره متفاضلا نقدا ولا يجوز بيع الغرر
Riba itu berlaku pada emas, perak dan makanan. Tidak boleh menjual emas dengan emas, begitu juga perak dengan perak kecuali dengan sepadan berat timbangannya serta dibayar tunai. Seseorang tidak boleh menjual benda yang telah dibelinya sehingga dia menerimanya. Tidak boleh menjual (menukar) daging dengan hewan. Boleh menjual (menukar) emas dengan perak tidak sebanding beratnya asalkan dengan tunai. Begitu juga makanan, tidak boleh menjual (menukar) satu jenis yang semacam kecuali sebanding (ukuran atau takarannya) dan tunai. Boleh menjual (menukar) satu jenis daripada makanan itu dengan (jenis makanan) lainnya yang tidak sebanding asal tunai. Tidak boleh menjual barang yang tidak terang (gharar).
Definisi Riba:
Menurut Dr. Musthofa Dib Al-Bugho, riba secara bahasa adalah tambahan. Sedangakan riba menurut syariat adalah jenis muamalah yang mengandung tambahan dalam bentuk khusus yang saling kontradiksi dengan dasar-dasar hukum Islam.
Hukum Riba:
Riba merupakan dosa besar yang diharamkan berdasarkan Qur’an , sunnah dan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Barangsiapa yang menghalalkan dan membolehkannya maka dia telah kafir. Karena mengingkari sesuatu yang telah diharamkan Alloh melalui al-Qur’an dan diharamkan Rosululloh melalui sunnahnya dan menyelisihi ijma’ kaum muslimin merupakan bentuk kesesatan. Adapun orang yang terjatuh pada muamalah riba maka dia telah melakukan dosa besar dan diperintahkan untuk bertaubat dan meninggalkannya.
Allah ta’ala berfirman:
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Allâh menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [al-Baqarah/2:275]
Diriwayatkan oleh imam Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia menceritakan:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.”
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah itu?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allâh, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, …. (HR. Al-Bukhori dan Muslim)
Jenis Barang Riba:
Qodhi Abu Syuja’ menjelaskan bahwa jenis riba meliputi:
1. Emas dan perak.
Ketentuan-ketentuan emas dan perak adalah:
a. Tidak boleh menjual emas dan perak kecuali dengan harga yang semisal. Maksudnya adalah tidak berlebih ukurannya satu dengan yang lain.
b. Menjual atau menukar emas dan perak dengan cara tunai/non kredit atau istilah syarinya adalah yadan bi yadin. Yaitu harus saling mengambil barangnya atau menyerahkan uang dan barangnya di tempat jual beli secara langsung dan tuani.
Sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا تبيعوا الذهب بالذهب إلا مثلا بمثل، ولا تشفوا بعضها على بعض، ولا تبيعوا الورق بالورق إلا مثلا بمثل، ولا تشفوا بعضها على بعض، ولا تبيعوا منها غائبا بناجز. رواه البخاري ومسلم
“Janganlah engkau jual emas ditukar dengan emas melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau lebihkan sebagiannya di atas sebagian lainnya. Janganlah engkau jual perak ditukar dengan perak melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau lebihkan sebagiannya di atas sebagian lainnya. Dan janganlah engkau jual sebagiannya yang diserahkan dengan kontan ditukar dengan lainnya yang tidak diserahkan dengan kontan.” (HR. al-Bukhary dan Muslim).
c. Diperbolehkan menjual/menukar emas dengan perak berbeda nilainya dengan syarat pembayaran secara tunai.
2. Daging. Tidak boleh menjual (barter) daging dengan hewan hidup. Dasarnya adalah hadits Samuroh bahwa Nabi melarang penjualan kambing dengan daging. (HR. Hakim)
3. Makanan. Meliputi bahan makanan pokok sebagaimana yang disebutkan dalam hadits. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
والبر بالبر والشعير بالشعير والتمر بالتمر والملح بالملح مثلا بمثل، سواء بسواء، يدا بيد، فمن زاد أو استزاد فقد أربى، الآخذ والمعطي فيه سواء. رواه مسلم
“Gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, harus sama dan sama dan kontan. Barangsiapa yang menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba, pemungut dan yang memberikannya dalam hal ini sama.” (HR. Muslim).
Rosululloh melarang menjual makanan misal 1 sho’ kurma bagus dengan 2 sho kurma jelek.
Referensi:
1. At-Tadzhib fii Adillat Matan Ghoyah wa Taqrib, Dr. Mustofa Dieb Al-Bugho
2. Subulussalam, Muhammad bin Ismail As-Son’ani
Disusun : Salman Yudi Aris D., S.Ud.,Lc
Editor: Abul Fata Miftah, Lc ; S. Ud