PERANG AHZAB

PERANG AHZAB
1. Nama lain perang Ahzab adalah perang Khondaq. Terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriyah. Perang ini dipicu setelah terjadinya peristiwa pengusiran orang-orang Bani Nadhir. Ketika pengusiran Bani Nadhir usai, kedengkian kaum Yahudi semakin menyala-nyala. Karena itu mereka mengutus 20 pemimpin mereka berkunjung ke Mekkah untuk menemui kufar Quroisy dan mendorong mereka untuk memerangi Rosululloh . Mereka pun menjanjikan untuk memberikan pertolongan dan berpihak kepada mereka. Kaum Quroisy pun memenuhi permintaan itu. Para pemimpin Yahudi itu kemudian menuju Ghotofan. Mereka mendapat sambutan baik dari Bani Fazarah dan Bani Murrah. Berkat dukungan ini, kaum Yahudi semakin berani dan bergerak menuju Madinah.
2. Ketika terdengar informasi keberangkatan para pemimpin Yahudi Bani Nadhir guna meminta bantuan militer, Rosululloh langsung mengumpulkan tokoh-tokoh kaum muslimin untuk bermusyawarah mengambil keputusan terbaik.
3. Lantas Salman Al-Farisi menyarankan agar dilakukan penggalian parit (khondaq) di sekeliling Madinah. Rosululloh pun menyetujuinya dan me-merintahkan para sahabatnya untuk menggali parit serta Beliau pun ikut terjun langsung. Kaum muslimin menggali parit ini sepanjang siang, dan pulang ke rumah jika malam menjelang. Sehingga penggaliannya dapat diselesaikan dengan cepat meskipun pada saat itu dalam keadaan dingin dan persediaan bahan makanan sedikit, bahkan pernah selama tiga hari mereka tidak makan. Akan tetapi hangatnya iman mengusir cuaca dingin dan rasa lapar yang melilit itu. Dalam kondisi seperti itu, Rosululloh memberi semangat dengan menasyidkan bait syairnya: “Ya Alloh, sesungguhnya tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat… maka ampunilah orang-orang Anshor dan Muhajirin…”
4. Pasukan Quroisy yang berjumlah 4.000 orang mulai berdatangan. Di tambah lagi pasukan dari suku Ghotofan serta dari sekutu-sekutunya, hingga totalnya berjumlah 10.000 prajurit. Sedangkan pasukan Muslim hanya berjumlah 3.000 orang.
5. Ketika pasukan Quroisy dan sekutunya hendak menyerang kota Madinah, mereka terkejut sekaligus takjub dengan galian parit tersebut, sebab pertahan-an semacam itu belum pernah ada dalam sejarah bangsa Arab.
6. Pasukan musyrikin mencari celah untuk menembus pasukan kaum muslimin. Sedangkan pasukan kaum muslimin selalu memantau gerak-gerik musuhnya dari seberang parit, sambil sesekali melontarkan anak panahnya agar pasukan musuh tidak berani mendekat. Setiap kali mereka ingin menyerbu, kaum Muslimin pun menghujani mereka dengan panah. Pengepungan ini berlangsung selama satu bulan, sehingga semangat pasukan Ahzab menurun.
7. Dalam kondisi genting tersebut, kaum Yahudi bani Quraizoh yang memiliki per-janjian dengan kaum muslimin melakukan pengkhianatan, mereka memberikan bantuan logistik kepada pihak musuh sebagai bukti bergabungnya mereka kepada pasukan musuh untuk melawan kaum muslimin. Jadilah kondisi semakin kritis. Di depan ada musuh yang sangat besar, sementara di belakang ada orang-orang Yahudi berkhianat, padahal kaum wanita berada di dekat mereka.
8. Kemudian Alloh menolong kaum muslimin dengan mengirimkan angin topan di saat malam hujan deras yang amat dingin kepada kaum musyrikin. Angin itu membalikkan periuk-periuk dan merobek-robek perkemahan mereka serta perbekalan mereka terpendam ke dalam pasir. Sehingga mereka sangat ketakutan dan pada malam itu juga mereka semua meninggalkan perkemahan.

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *