PERANG BANI QOINUQO

PERANG BANI QOINUQO
1. Bani Qoinuqo adalah salah satu suku Yahudi yang hidup di perkampungan khusus di Madinah. Kebencian kaum Yahudi pada kemenangan kaum muslimin atas orang kafir Quroisy, membuat mereka banyak menghembuskan perpecahan dan fitnah di kalangan kaum muslimin. Rosululloh sudah sering menasehati mereka dan menawarkan mereka untuk masuk Islam, namun justru semakin membuat mereka angkuh dan mengejek kaum muslimin.
2. Tatkala Rosululloh tiba di Madinah setelah mengalahkan orang-orang kafir Quroisy di Perang Badar, orang-orang Yahudi berkumpul di pasar Bani Qoinuqo. Lalu datanglah Nabi dan berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Yahudi, masuk Islam-lah kalian sebelum kalian ditimpa dengan hal yang sama seperti yang menimpa Quroisy (kekalahan dan kehinaan)”. Mereka menjawab, “Wahai Muhammad, janganlah tertipu dengan dirimu sendiri lantaran menang melawan orang-orang Quroisy. Mereka adalah orang-orang yang dungu, yang tidak mengerti tentang peperangan. Kalau engkau memerangi kami, niscaya engkau akan tahu bahwa engkau belum pernah menemui orang sehebat kami (di medan perang)”.
3. Hingga suatu saat, ketika wanita muslimah sedang belanja di pasar mereka, orang-orang Yahudi melecehkannya dengan meminta wanita tersebut melepas-kan hijabnya. Tentu saja ia menolaknya. Kemudian salah satu dari mereka mengikat hijabnya, sehingga ketika muslimah tersebut berdiri, maka ter-singkaplah auratnya dengan diiringi gelak tawa dari orang-orang Yahudi di sekitarnya. Lantas salah seorang sahabat menolongnya dan membunuh pelaku-nya yang kemudian orang-orang Yahudi mengeroyoknya dan membunuhnya.
4. Ketika berita ini sampai kepada Rosululloh , Beliau langsung mengumpulkan tentaranya untuk berangkat ke perkampungan Bani Qoinuqo dan orang-orang Yahudi langsung berlindung di benteng-benteng mereka saat melihat kedatangan pasukan kaum muslimin. Mereka dikepung selama 15 hari pada bulan Syawal hingga awal Dzulqo’dah tahun ke-2 Hijriyah. Akhirnya Bani Qoinuqo menyerah karena ketakutan melanda mereka.
5. Abdulloh bin Ubay bin Salul dengan gaya kemunafikannya membujuk Rosululloh agar tidak membunuh mereka, dan akhirnya Rosululloh mengusir mereka dari kota Madinah agar tidak berdampingan dengan kaum mukminin.
6. Untuk lebih menunjukkan ketegasan, Rosululloh memerintahkan untuk membunuh Ka’ab bin al-Asyrof; seorang Yahudi yang paling dengki terhadap Islam dan kaum muslimin serta secara terang-terangan menyakiti kaum muslimin. Eksekusi ini pengaruhnya besar dalam menambah kegentaran kaum Yahudi, karena ia adalah orang terpandang di kaumnya, kaya raya dan penyair, sehingga tidak lagi berani bertindak sewenang-wenang terhadap kaum muslimin.

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *