KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
ARTI MAKSIAT
Dari Hamba Allah. Assalamualaikum pak ustadz, apakah makna dari maksiat mohon penjelasan nya.
Jawaban: Sayyi’ah, khathi’ah, dzanbun, dan itsmun; empat istilah ini memiliki arti yang berdekatan, yaitu maksiat. Maksiat bisa disebut sayyi’ah, bisa disebut khathi’ah, bisa disebut itsmun, bisa juga disebut dzanbun. Semua sinonimnya, memiliki makna yang berdekatan. Yang wajib dilakukan adalah mewaspadainya. Maksiat seperti ghibah, bisa disebut dzanbun, bisa disebut maksiat, bisa juga disebut khathi’ah.
Dengan demikian, setiap mukmin wajib menjauhi segala yang Allah haramkan baginya. Baik dia sebut dosa, itsmun, khati’ah, atau maksiat.
Menghindari semua perbuatan buruk yang Allah haramkan. Baik dinamakan khathi’ah, sayyi’ah, maksiat, atau itsmun. Semua harus diwaspadai atau dijauhi, karena semua itu adalah nama untuk segala yang Allah larang.
Kesimpulannya, dalam syariat, maksiat boleh disebut sayyi’ah, khathi’ah, itsmun, atau dzanbun. Semua itu mirip, sinonim. Semua perbuatan yang disebut dengan istilah tersebut adalah perbuatan yang wajib dijauhi. Contoh maksiat: ghibah atau mengggunjing dan gosip. Setiap mukmin wajib menjauhi setiap hal yang diharamkan Allah , baik itu disebut dzanbun, itsmun, khathi’ah, atau pun maksiat. Semua buntuk keburukan yang Allah haramkan itu wajib dihindari.
Pokok-pokok maksiat baik yang kecil maupun yang besar ada tiga:
1. Bergantungnya hati kepada selain Allah.
2. Mengikuti kekuatan marah.
3. Menaati kekuatan syahwat.
Hasil puncak ketergantungan hati kepada selain Allah adalah syirik dan berdo’a kepada selain Allah. Hasil puncak menaati kekuatan marah adalah pembunuhan. Dan hasil puncak menaati kekuatan syahwat adalah zina.
Allah mengumpulkan tiga pokok ini dalam firmanNya:
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat pembalasan dosanya” (QS. Al Furqon: 68). Wallahu a`lam