KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
DOA NURUN NUBUAH
Dari Neng Nurul, assalamualaikum pak ustad, saya mau nanya apa maknanya doa nur nubuat, karena ada yg bilang doa ini adalah kematian, dan saya mohon penjelasannya pak ustad.
Jawaban:
TEKS DO’A NURUN NUBUWAH
ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺫِﻯ ﺍﻟﺴُّﻠْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ ، ﻭَﺫِﻯ ﺍﻟْﻤَﻦِّ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳْﻢِ ، ﻭَﺫِﻱ ﺍﻟْﻮَﺟْﻪِ ﺍﻟْﻜَﺮِﻳْﻢِ ، ﻭَﻭَﻟِﻲِّ ﺍﻟْﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﺘَّﺂﻣَّﺎﺕِ ، ﻭَﺍﻟﺪَّﻋَﻮَﺍﺕِ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﺠَﺎﺑَﺔِ ، ﻋَﺎﻗِﻞِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦِ ﻭَﺍﻟْﺤُﺴَﻴْﻦِ ﻣِﻦْ ﺍَﻧْﻔُﺲِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ، ﻋَﻴْﻦِ ﺍﻟْﻘُﺪْﺭَﺓِ ﻭﺍﻟﻨَّﺎﻇِﺮِﻳْﻦَ ، ﻭَﻋَﻴْﻦِ ﺍﻟْﺎِﻧْﺲِ ﻭَﺍﻟْﺠِﻦِّ ، ﻭَﺍِﻥْ ﻳَّﻜَﺎﺩُ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭْﺍ ﻟَﻴُﺰْ ﻟِﻘُﻮْﻧَﻚَ ﺑِﺎَﺑْﺼَﺎﺭِﻫِﻢْ ﻟَﻤَّﺎ ﺳَﻤِﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮَ ﻭَﻳَﻘُﻮْﻟُﻮْﻥَ ﺍِﻧَّﻪُ ﻟَﻤَﺠْﻨُﻮْﻥَ ، ﻭَﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺍِﻻَّ ﺫِﻛْﺮٌ ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ، ﻭَﻣُﺴْﺘَﺠَﺎﺏُ ﻟُﻘْﻤَﺎﻥَ ﺍﻟْﺤَﻜِﻴْﻢِ ، ﻭَﻭَﺭِﺙَ ﺳُﻠَﻴْﻤَﺎﻥُ ﺩَﻭُﺩَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻤَﺎ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﺍﻟْﻮَﺩُﻭْﺩُ ﺫُﻭ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﻟْﻤَﺠِﻴْﺪِ ، ﻃَﻮِّﻝْ ﻋُﻤْﺮِﻱْ ، ﻭَﺻَﺤِّﺢْ ﺍَﺟْﺴَﺎﺩِﻱْ ، ﻭَﺍﻗْﺾِ ﺣَﺎﺟَﺘِﻲْ ، ﻭَﺍَﻛْﺜِﺮْ ﺍَﻣْﻮَﺍﻟِﻲْ ﻭَﺍَﻭْﻟَﺎﺩِﻱْ ، ﻭَﺣَﺒِّﺐْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺍَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ ، ﻭَﺗَﺒَﺎﻋَﺪِ ﺍﻟْﻌَﺪَﺍﻭَﺓَ ﻛُﻠَّﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲْ ﺁﺩَﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ، ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﻴًّﺎ ﻭَّﻳَﺤِﻖَّ ﺍﻟْﻘَﻮْﻝُ ﻋَﻠَﻲ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳْﻦَ ، ﻭَﻗُﻞْ ﺟَﺂﺀَ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﻭَﺯَﻫَﻖَ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻞُ ، ﺍِﻥَّ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻞَ ﻛَﺎﻥَ ﺯَﻫُﻮْﻗًﺎ ، ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٰﻥِ ﻣَﺎﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺂﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ، ﻭَﻟَﺎﻳَﺰِﻳْﺪُ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴْﻦَ ﺍِﻟَّﺎ ﺧَﺴَﺎﺭًﺍ ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺭَﺑِّﻚَ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌِﺰَّﺓِ ﻋَﻤَّﺎ ﻳَﺼِﻔُﻮْﻥَ ، ﻭَﺳَﻠَﺎﻡٌ ﻋَﻠَﻲ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠِﻴْﻦَ ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّٰﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ، ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠﻰٰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠﻰٰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻭَﺃَﺗْﺒَﺎﻋِﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ
Artinya: Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin.
Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan Tiadalah itu semua melainkan sebagai peringatan bagi seluruh alam. Allah yang mengabulkan do’a Luqmanul Hakim dan mewariskan Sulaiman bin Daud Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang Mulia, panjangkanlah umurku, sehatkanlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia, dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam , orang-orang yang masih hidup dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah: “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”.
Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir.Dan semoga keselamatan bagi para Rasul.Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.
Ada banyak kejanggalan dalam doa nur nubuat, diantaranya:
1. Kesalahan dalam tata bahasa
Teks bagian awal doa ini tidak sesuai dengan kaidah nahwu (tata bahasa Arab). Teks yang keliru:
[اللَّهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ]
seharusnya, dibaca [ذَا], dengan hurup alif bukan [ذِى]. Karena Munada Mudhaf harusnya mansub bukan majrur. Namun, anehnya, kesalahan semacam ini terjadi secara berulang-ulang, yaitu di bagian ma’thufnya.
Teks [وَذِى الـمَنِّ القَدِيم] seharusnya [وَذَا الـمَنِّ القَدِيم]. Teks [وَذِى الوَجْه الكَرِيم] seharusnya [وَذَا الوَجْه الكَرِيم]. Teks [وَوَلِيِّ الكَلِمَات التآمات] seharusnya [وَوَلِيَّ الكَلِمَاتِ التآمَاتِ] dengan harakat fathah.
2. Susunan kalimat yang tidak sistematis dan tidak memiliki kaitan.
Di bagian awal doa, isiny memuji Allah, kemudian tiba-tiba dikutip ayat:
وَإِن يَكَادُ الذِّينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبصَارِهِم
“Hampir saja orang-orang kafir hendak menjatuhkanmu dengan pandangan mata mereka.”
Ayat ini menceritakan tentang sikap orang kafir yang hendak menyerang Nabi dengan penyakit ‘ain (penyakit karena pandangan hasad). Sehingga mereka bisa membunuh Nabi dari jauh.
Jika kita perhatikan, ayat ini tidak memiliki keterkaitan langsung antara ayat ini dengan pujian untuk Allah dalam bait sebelumnya.
3. Isi permintaan yang tidak tepat
Dalam doa tersebut ada permintaan:
[طَوِّلْ عُمْرِي]
Panjangkanlah umurku. Umur panjang secara mutlak bukanlah hal yang terpuji. Karena umur panjang belum tentu berkah. Lebih tepat jika meminta keberkahan umur bukan meminta umur panjang. Sebagaimana yang dilakukan Nabi ketika mendoakan Anas bin Malik:
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480)
Nabi tidak mendoakan secara mutlak, tapi beliau iringi dengan doa keberkahan.
Syekh Muhammad pernah ditanya tentang hukum memberikan ucapan “semoga panjang umur” Syekh mejawab, Tidak selayaknya mengucapkan “semoga panjang umur” secara mutlak, tanpa diikuti dengan kriteria yang lain. Karena panjang umur terkadang baik dan terkadang buruk. Padahal, manusia terjelek adalah orang yang panjang umurnya dan jelek amalnya. Oleh karena itu, andaikan ucapan yang disampaikan, “Semoga Allah memanjangkan usiamu di atas ketaatan” atau yang semacamnya maka ini tidak mengapa. (Lihat Fatawa as-Syimaliyah, Hal. 24)
5. Keutamaan yang terlalu berlebihan
Para pembaca doa ini menceritakan bahwa doa nur nubuat memiliki banyak keutamaan. Namun, kebanyakan keutamaan tersebut, hanya terkait kesenangan dunia. Padahal prinsip doa yang diajarkan syariat lebih banyak untuk kepentingan akhirat. Kalaupun isinya memohon kebaikan dunia, pasti juga diiringi dengan permohonan kebaikan akhirat. Diantara keutamaan yang aneh pada doa ini:
-Dapat bertemu dengan Jin, bisa merubah rupa.
-Dapat disayangi oleh musuh, jika dibaca ketika hendak keluar rumah.
-Dapat menjadi penjaga rumah dari gangguan jin, sihir, santet dan bahaya lainnya, jika ditulis lalu disimpan di dalam rumah. (Mungkin inilah yang melatar-belakangi kebiasaan orang yang menggantung jimat di depan rumah).-
-Dapat memperlihatkan hal-hal yang indah, jika dibaca 100 kali pada malam Sabtu.
-Dapat awet muda jika dibaca setiap malam Minggu.
-Dapat menjadikan wajah tampak lebih tampan/cantik jika dibaca setiap malam Kamis.
-Dan masih banyak keutamaan lainnya, yang semuanya mengarah pada kerakusan terhadap dunia.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak mungkin teks doa nur nubuat seperti yang disebutkan di atas berasal dari ajaran Nabi . Karena itu, tidak selayaknya untuk dibaca. Masih banyak doa-doa yang langsung bersumber dari Al-Quran dan hadits yang bisa diamalkan. Wallahu a`lam