KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Apakah Mani Najis?
Ulama berbeda pendapat sebagai berikut;
1. Mani adalah najis. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah dan Malik. Dari Aisyah, ketika ditanya tentang mani yang mengenai baju, maka ia berkata: “Aku mencucinya dari baju Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau kemudian keluar untuk melaksanakan shalat, dan bekas cuciannya itu ada pada bajunya. ” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dalam hadis ini disebutkan bahwa Aisyah mencuci baju Nabi yang terkena mani, hal ini menununjukkan najisnya mani.
Kedua: Mani adalah suci. Ini adalah pendapat Imam Syafii dan Daud. Dan inilah pendapat ulama yang terpilih.
Dalilnya adalah riwayat ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasanya mencuci pakaiannya yang terkena mani baru kemudian berangkat menuju shalat dengan mengenakan pakaian tersebut sementara aku masih bisa melihat bekas bilasan pada pakaian tersebut.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Aku pernah mengerik bekas mani yang tersisa pada pakaian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu beliau kenakan untuk shalat.”
Dalam lafal lain berbunyi: “Aku pernah mengerik mani yang mengering pada pakaian beliau dengan kuku.”
Bahkan diriwayatkan secara shahih bahwa beliau membiarkannya saja mani yang masih basah atau belum mengering. Cukup beliau mengusapnya dengan batang kayu atau sejenisnya. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ahmad (VI/243).
Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menghilangkan bekas mani pada pakaiannya dengan kayu idzkhir kemudian mengerjakan shalat dengan mengenakannya. Bila mani itu mengering beliau gosok kemudian mengerjakan shalat dengan mengenakannya.”
(H.R Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahih beliau dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ I/197)
Semua hadits ini menunjukkan bahwa mani tidak najis, kalau sekiranya najis maka Nabi akan memerintahkan untuk mencucinya hingga bersih dan tidak membekas sedikitpun.
Wallahu a’lam
www.inilahfikih.com