HUKUMAN BAGI PELAKU H0M0SEKS

HUKUMAN BAGI PELAKU H0M0SEKS

Para ulama terbagi menjadi tiga kelompok pendapat berkenaan dengan pelaku homoseks

Pertama. Hukuman bagi pelaku homoseks lebih besar dari pezina, sebagaimana hukumannya di akhirat kelak lebih berat.

Kedua. Hukuman bagi pelaku homoseks adalah sama seperti hukuman yang dijatuhkan kepada pezina.

Ketiga. Hukuman bagi pelaku homoseks lebih ringan daripada hukuman terhadap pezina.

Menurut sebagian ulama pengikut mazhab Syafi’i, seorang pelaku homoseks (fa’il) harus dihukum seperti hukuman pezina, sementara orang yang dijadikan objek homoseksual (maf’ul bih) harus dihukum cambuk baik yang bersangkutan masih jejaka maupun sudah duda, karena dia tidak
bisa menikmati perbuatan itu seperti yang dirasakan seorang pelaku (fa’il).

Sebagian ahli fikih ada pula yang berpendapat, tidak ada hukuman yang bisa dijatuhkan kepada kedua pelaku homoseksual, karena perbuatan
itu hanya sekedar menyimpang dari tabiat dan dianggap perbuatan yang buruk, seperti orang yang memakan bangkai, meminum darah, air kencing
dan lainnya, sehingga hal ini tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk menjatuhkan hukuman kepada keduanya. Menurut mereka, jika seseorang
melakukan homoseks secara terus menerus, maka dia bisa dijatuhi hukuman mati sebagai pelajaran bagi yang lain. Pendapat ini juga ditegaskan oleh sahabat-sahabat Abu Hanifah.

Adapun pendapat yang benar adalah bahwa hukuman bagi pelaku homoseksual harus lebih berat daripada hukuman pezina, karena para sahabat Rasulullah telah sepakat dalam hal ini. Homoseksual lebih banyak
kerusakannya dan jauh menyimpang dari kesucian. Di samping itu, Allah
tidak pernah menimpakan azab yang lebih keras kepada suatu kaum daripada
azab yang telah ditimpakan kepada kaum Luth. Allah berfirman: “Sesungguhnya kalian benar-benar melakukan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kalian. ” (QS. Al-Ankabut: 28).

Sumber: Kitab Raudhatul Muhibbin Karya Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *