Ingin Mengeluarkan Zakat Perdagangan Namun Tidak Memiliki Uang Tunai Untuk Menunaikan Zakatnya

Ingin Mengeluarkan Zakat Perdagangan Namun Tidak Memiliki Uang Tunai Untuk Menunaikan Zakatnya

Salah satu pertanyaan yang masuk ke saya yaitu pada masa pandemi seperti ini laju perdagangan sangat lambat bahkan beberapa orang betul-betul kesulitan untuk menjual dan menghabiskan barang dagangan yang dimilikinya, akhirnya barang dagangannya menumpuk di gudang atau toko dan nilainya telah mencapai nishab zakat.

Di sisi lain telah tiba saatnya ia harus mengeluarkan zakat perdagangan tersebut, akan tetapi ia tidak memiliki uang tunai untuk membayar zakat tersebut lantaran barang dagangannya tidak laku. Bagaimanakah solusinya?

Setelah saya membaca beberapa fatwa ulama, saya jumpai salah satu fatwa ulama timur tengah yang in syaAllah bisa dijadikan referensi atas permasalahan ini.

Ringkasnya, apabila seseorang yang tidak memiliki uang tunai untuk membayar zakat perdagangannya lantaran barang dagangannya kurang laku atau tersendat, maka ia bisa melakukan hal berikut ini;

1. Mengeluarkan zakatnya bukan dengan uang tunai tetapi dengan bentuk barang dagangannya. Dan ini pendapat yang dirajihkan oleh sebagian ulama yaitu bolehnya mengeluarkan zakat perdagangan dengan bentuk barang. Misalnya ia berdagang baju, maka ia keluarkan zakat berupa baju

2. Kalau seandainya fakir miskin di sekitarnya ternyata kurang membutuhkan barang dagangan tersebut, boleh juga ia menunda zakatnya sampai ia memiliki uang tunai untuk zakat dengan menjual barang dagangan tersebut. Namun jika ini dirasa sulit, maka ia tetap boleh mengeluarkan zakatnya dengan bentuk barang.

3. Kalau seandainya nilai zakat yang harus ia keluarkan sejumlah 5.000.000 dan ia hanya memiliki uang tunai 2.000.000, boleh juga ia membayarkan zakat dengan uang 2.000.000 tadi, lalu sisanya ditangguhkan sampai ia memilikinya dan menyempurnakan zakat yang belum terpenuhi secara keseluruhan.

إذا لم يكن عندك من النقود ما تكفي لإخراج زكاة تجارتك ، فبإمكانك أن تخرجيها من عروض التجارة ( البضاعة ) التي وجبت فيها الزكاة ؛ فزكاة التجارة يصح إخراجها من العروض ، على القول الراجح .

فإن لم يكن في العروض التي عندك منفعة للفقير المستحق للزكاة ، ولم تكن هذه ( البضاعة ) من حاجته ، فلا حرج عليك ، إن شاء الله ، في تأخير زكاتها ، إلى أن يباع من العروض ما يكفي الزكاة .
فإن كان عندك من المال ما يكفي لبعض الزكاة ، وجب إخراج المتيسر ، وما لم يتم إخراجه يبقى دينا عندك حتى تتمكن من إخراجه.

Sumber: https://www.google.com/amp/s/islamqa.info/amp/ar/answers/177963

@Abul Fata Murod (inilahfikih.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *