KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
KITAB SIHIR ATAU KITAB ILMU HIKMAH?
Ramai-ramai membahas tentang kitab-kitab yang menjadi pro kontra antara ahli ruqyah dan pemakai jimat atau rajah.
Ahli ruqyah menyebutnya kitab sihir dan perdukunan (dengan mengutip qaul ulama)
Adapun pemakai rajah, jimat, dan jampi-jampi menyebutnya ilmu hikmah.
Bagi siapapun yang lahir dari kampung dan nyantri secara tekun sebenarnya tidak asing dengan kitab-kitab tersebut, bahkan bisa juga pernah mengamalkan, baik ijizah dari gurunya maupun membaca sendiri.
Apapun namanya, silahkan itu hak masing-masing menyebutnya. Yang pasti jika kita baca kitab-kitab itu;
-Mengajarkan faedah dan cara mengamalkan huruf-huruf hijaiyah dan surat-surat tertentu
-Mengajarkan cara membuat rajah, jimat, jampi-jampi dan mantra.
-Agar bisa ini dan itu baca ini dan itu, agar ini dan itu tulis huruf ini atau surat ini dan di tempel atau ditulis di kaca lalu disiram air dan airnya digunakan untuk ini dan itu.
-Jampi-jampi untuk melawan musuh, menangkal orang jahat
-Jampi-jampi meluluhkan hati orang, membuat cinta dan sayang
dan masih banyak amalan-amalan lainnya.
Hak, anda ingin berpihak ke mana? dan ke siapa? kalau saya pribadi sudah jelas ada sikap dan pendirian kuat dalam menyikapi ini.
Saya hanya menyampaikan pengalaman-pengalaman, dulu saya biasa merukyah orang, hampir tiap hari orang minta rukyah, namun saat ini sudah banyak saya tolak dan saya arahkan ke praktisi rukyah setiap ada yang minta rukyah, kecuali ada kondisi yang mendesak atau darurat.
Yang pasti, dari sekian kali merukyah, diantara curhatan, keluhan bahkan penyesalan mereka adalah telah mengamalkan jampi-jampi atau mantra-mantra yang katanya diajarkan gurunya atau didapat dari orang lain.
Suatu hari, datang anak muda meminta rukyah, saya tanya, apa alasan anda minta rukyah? “saya sering sekali didatangi sosok wanita misterius” Ujarnya. Langsung saya minta, “coba konsentrasi dan silahkan baca al fatehah, annas, al ikhlas dan alfalaq”. Baru saja membaca, tangannya sudah bergerak-gerak tanpa kontrol. Setelah saya tenangkan, saya arahkan, saya ajarkan rukyah dan saya ijinkan pulang.
Satu lagi, saya diminta datang ke rumah pasien, hidup dia tersiksa sekali, hanya bisa bengong tiap hari, sulit ibadah dan sulit kerja. Setelah saya arahkan, saya nasehati. Dan saya minta ijin ke kamarnya, saya periksa di mejanya, saya dapati map berisi tulisan-tulisan yang isinya adalah bacaan-bacaan untuk mencapai hajat atau tujuan tertentu, diantaranya tingkatan pertama: membaca al fatehah 7 kali tapa nafas, tingkatan kedua…tingkatan ketiga.
Ada cerita satu lagi, ibu-ibu datang dengan anaknya. Anaknya ini sudah lama sering kerasukan jin, diobati kesana kemari belum juga sembuh. Pokoknya tersiksa dalam kesehariannya, saya langsung arahkan, saya tanya-tanya kronologinya, di antara faktornya, ia ingin cepat kaya karena melihat ortunya dihina saudara-saudaranya lantaran miskin dan ia carilah caranya untuk kaya di internet, dapatlah mantra-mantra dan amalan yang harus dilakukan, ujung-ujungnya ya kerasukan jin, kesehariannya sangat sulit beraktifitas dan jiwanya terganggu sekali. Ternyata ibunya pun kerasukan jin, dan sempat saya rukyah juga, malah saya diludahin dan dibilang “ustadz jelek”..he…ya gak masalah, wong namanya orang lagi kesurupan.
Dari sini saya katakan, kalian mau ikut mana? mau ikut siapa? Mau makai jimat dan rajah? mau mengamalkan jampi-jampi dan mantra? atau akan meninggalkan semua itu?
÷Sekian÷
@Abul Fata Miftah Murod, Lc; S. Ud