KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
BERBICARA TENTANG SURGA DAN PENDUDUKNYA
Berikut beberapa gambaran surga dan penduduknya sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Quran dan Al-Hadits:
1. Penduduk surga merasa aman dan sentosa, tidak ada kedengkian sedikitpun di hati mereka.
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa akan berdiam di dalam syurga yang di tengahnya ada beberapa mata air yang memancar. Masuklah engkau semua ke dalamnya dengan selamat serta aman sentosa. Dan Kami hilangkan rasa kedengkian yang ada di dalam hati mereka, sehingga mereka menjadi sebagai saudaran-saudara, saling berhadap-hadapan di atas ranjang. Mereka tidak pernah disentuh oleh keletihan dalam syurga itu dan mereka tidak akan dikeluarkan dari sana.” (QS. al-Hijr: 45-48)
2. Penduduk surga akan mendapatkan segala apa saja yang diinginkan jiwanya dan mereka kekal di dalamnya.
Allah Ta’ala berfirman: “Hai hamba-hambaKu, pada hari ini engkau semua tidak perlu merasa takut dan tidak perlu pula berhati susah. yaitu orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka adalah pemeluk-pemeluk Agama Islam. Masuklah engkau semua dalam syurga, juga isteri-isterimu dengan perasaan gembira. Kepada mereka diedarkanlah piring-piring dari emas, demikian pula gelas-gelasnya. Di situ terdapatlah semua yang diinginkan oleh jiwa dan yang sedap dipandang mata dan engkau semua kekal di dalamnya. Itulah syurga yang diwariskan kepadamu semua dengan sebab amalan kebaikan yang telah engkau semua lakukan. Di situ engkau semua akan memperoleh buah-buahan yang banyak sekali, sebagian daripada buah-buahan itu engkau semua akan memakannya.” (az-Zukhruf: 68-73)
3. Penduduk surga mengenakan sutera halus dan sutera berkembang, sambil duduk berhadap-hadapan dan mereka juga diberikan pasangan bidadari-bidadari yang jelita matanya.
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu akan berdiam di tempat yang aman sentosa – yakni syurga. Mereka mengenakan sutera halus dan sutera berkembang, sambil duduk berhadap-hadapan. Demikianlah hal-ihwal para ahli syurga itu. Mereka juga Kami kawinkan dengan bidadari-bidadari yang jelita matanya. Di situ mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan sentosa. Di situ mereka tidak akan merasakan kematian lagi, selain kematian yang pertama-ketika di dunia dulu. Allah melindungi mereka dari siksa neraka jahim. Sebagai kurnia dari Tuhanmu. Yang sedemikian itu adalah suatu kebahagiaan yang agung sekali.” (ad-Dukhan: 51-57)
4. Penduduk surga diberikan minum dari minuman yang ditutup rapat, tutupnya adalah minyak kasturi
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang berbakti kepada Allah Itu niscaya memperoleh kenikmatan. Di atas sofa mereka memandang. Engkau dapat mengenal cahaya kenikmatan tadi pada wajah-wajah mereka. Mereka diberi minum dari minuman yang ditutup rapat. Tutupnya adalah minyak kasturi dan untuk memperoleh itu hendaklah berlomba-lomba orang-orang yang mau berlomba-lumba. Adapun campurannya adalah dari tasnim. yaitu merupakan sebuah mata air yang dengan minuman inilah orang-orang yang dekat – kepada Allah – akan dapat meminumnya.” (al-Muthaffifin: 22-28)
5. Penduduk syurga makan dan minum, tetapi mereka tidak membuang air besar, tidak beringus dan tidak pula membuang air kecil
Dari Jabir radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Dalam syurga itu para ahli syurga makan dan minum, tetapi mereka itu tidak membuang air besar, tidak beringus dan tidak pula membuang air kecil, tetapi makanan yang sedemikian itu dapat pula keluar sendawa dan keringat yang keluar dari tubuhnya itu adalah berbau minyak kasturi. Mereka diilhami untuk terus bertasbih serta bertakbir – kepada Allah – sebagaimana juga dikaruniai pernafasan tanpa kesukaran dalam kesemuanya itu.” (HR. Muslim)
6. Allah sediakan kepada para penghuni surga nikmat/pahala yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, juga tidak pernah terlintas dalam hati.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman – dalam Hadis Qudsi: “Aku menyediakan untuk hamba-hambaKu yang shalih nikmat yang tidak pernah ada mata melihatnya, tidak pernah ada telinga mendengarnya, juga tidak ada lintasan dalam hati seseorang manusia pun. Bacalah olehmu semua sekehendakmu – ayat yang artinya: “Maka tiada seorang-pun yang dapat mengetahui pahala yang disembunyikan untuk mereka yang berupa apa-apa yang menyenangkan mata.” (as-Sajdah:17) (Muttafaq ‘alaih)
7. Keadaan golongan pertama yang masuk surga dan golongan seterusnya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Pertama kali kelompok yang memasuki syurga itu adalah bagaikan rupa bulan purnama – yakni ketika tanggal empat belas -kemudian orang-orang yang masuk di belakang mereka itu adalah sebagai bintang di langit yang terterang cahayanya. Mereka itu di dalam syurga tidak akan buang air kecil atau besar, juga tidak pernah berludah dan beringus. Sisirnya adalah terbuat dari emas, sedang keringatnya adalah bagaikan minyak kasturi dan perapiannya adalah aluwwah yaitu kayu harum. Istri-istri mereka adalah bidadari-bidadari yang jelita matanya. Mereka itu dititahkan sebagai seorang lelaki yang sama, sebagaimana rupa ayah mereka yakni Nabi Adam, tingginya ada enam puluh hasta ke langit – yakni ke atasnya.” (Muttafaq ‘alaih)
8. Di dalam surga para penghuninya disediakan 2 bidadari yang sumsum betisnya itu dapat dilihat dari balik daging karena keindahannya.
Dalam riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim disebutkan: “Di dalam syurga wadah-wadah yang dipergunakan oleh mereka – yakni para ahli syurga – adalah terbuat dari emas, keringat mereka adalah bagaikan minyak kasturi. Tiap seseorang dari semua ahli syurga itu mempunyai dua orang isteri yang sumsum betisnya itu dapat dilihat dari balik daging kerana indahnya, tiada perbedaan antara para ahli syurga itu dan tiada pula rasa saling benci-membenci. Hati mereka adalah bagaikan hati satu orang lelaki. Mereka bertasbih pada waktu pagi dan petang.”
9. Serendah-rendah tingkatan ahli syurga
Dari al-Mughirah bin Syu’bah dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ia bersabda: “Musa bertanya kepada Tuhannya: “Bagaimanakah serendah-rendah tingkat ahli syurga itu?” Allah berfirman: “yaitu seorang lelaki yang datang sesudah para ahli syurga dimasukkan dalam syurga. Kepadanya dikatakan: “Masuklah ke dalam syurga!” Orang itu berkata: “Ya Tuhanku, bagaimanakah saya dapat masuk, sedang orang-orang sudah sama menempati kediamannya sendiri-sendiri dan mereka telah pula mengambil baagian yang ditentukan untuk mereka ambil – yang berupa kenikmatan-kenikmatan yang bermacam-macam.” Kepadanya dikatakan lagi: “Adakah engkau ridha kalau untukmu diberikan baagian seperti kerajaan seseorang raja dari sekian banyak raja-raja di dunia?” la menjawab: “Saya ridha.” Allah lalu berfirman: “Engkau dapat memperolehnya yang sedemikian dan lagi yang seperti itu, lagi yang seperti itu, juga yang seperti itu pula dan seperti itu pula.” Untuk kelima kalinya ia berkata: “Saya ridha ya Tuhanku.” Allah berfirman pula: “Inilah untukmu dan ada sepuluh lagi yang seperti dengan ini. Untukmu juga segala sesuatu yang diinginkan oleh hatimu dan yang nyaman dipandang oleh matanya.” Orang itu berkata: “Saya ridha ya Tuhanku.” Musa bertanya lagi: “Ya Tuhanku, bagaimanakah tingkat yang tertinggi bagi ahli syurga itu?” Allah berfirman: “Mereka itu adalah orang-orang yang Aku kehendaki. Aku tanamkan kekaramahan mereka dengan kekuasaanKu dan Aku tutupkan atasnya -supaya tidak diketahui oleh siapa pun. Karana itu, tiada mata yang pernah melihat, tiada telinga yang pernah mendengar dan tiada pernah terlintas dalam hati seseorang manusia pun.”( Riwayat Muslim)
10. Seorang mukmin di sebuah kemah saling menggilir istrinya akan tetapi antara yang satu dengan yang lainnya tidak ada yang mengetahuinya.
Dari Abu Musa radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya bagi seseorang mu’min dalam syurga itu adalah sebuah kemah yang terbuat dari mutiara yang utuh sebiji, berlubang tengah. Panjangnya ke langit – yakni ke atas tingginya – ada enam puluh mil. Bagi seseorang mu’min di dalamnya itu ada beberapa keluarga yang dikelilingi oleh orang mu’min tadi, tetapi antara yang seorang dengan yang lainnya – di kalangan keluarga atau isterinya-isterinya tidak ada yang mengetahuinya- karana sangat luasnya atau memang dibuat sedemikian rupa oleh Allah.” (Muttafaq ‘alaih)
11. Ada sebuah pohon yang sangat besar di surga
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam ia bersabda: “Sesungguhnya di dalam syurga itu ada sebuah pohon yang jikalau seseorang berjalan dengan berkenderaan kuda pacuan yang kuat dan cepat larinya dalam waktu seratus tahun, tentu belum dapat menempuhnya – yakni belum lagi dapat sampai ke tempat permulaan berangkatnya.” (Muttafaq ‘alaih)
12. Penghuni syurga dapat melihat ruangan-ruangan penghuni surga lainnya yang ada di atas mereka
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam ia bersabda: “Sesungguhnya ahli syurga itu dapat melihat penghuni-penghuni bilik-bilik yang ada di atas mereka, sebagaimana engkau semua melihat bintang yang cemerlang cahayanya yang berlalu di cakrawala dari arah timur ke arah barat, karena adanya kelebihan keutamaan di antara mereka itu.” Para sahabat bertanya: “Apakah itu kediaman-kediaman para Nabi yang tidak dapat dicapai oleh orang yang selain mereka itu?” Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Benar, demi Dzat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaannya, tetapi juga tempatnya orang-orang yang beriman kepada Allah serta benar-benar percaya kepada Rasul-rasul.” (Muttafaq ‘alaih)
13. Separuh dari panah yang ada di syurga itu lebih baik daripada segala sesuatu yang matahari terbit serta terbenam padanya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Separuh dari panah yang ada di syurga itu adalah lebih baik daripada segala sesuatu yang matahari terbit serta terbenam padanya – yakni lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (Muttafaq ‘alaih)
14. Ada pasar di surga dan penduduknya mendatanginya disetiap hari jumat
Dari Anas radhiyallahu bahwasanya Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di dalam syurga itu ada pasarnya, yang didatangi oleh para ahli syurga pada tiap hari Jum’at, lalu meniuplah angin utara- sebagai kiasan yang penuh kenyamanan dan keberkahan -kemudian mengenai wajah-wajah dan pakaian-pakaian mereka, sehingga mereka itu menjadi bertambah bagus dan elok. Selanjutnya kembalilah mereka ke tempat keluarga mereka dalam keadaan mereka telah bertambah bagus dan elok itu. Keluarga-keluarganya itu berkata kepada mereka: “Demi Allah, sungguh-sungguh anda sekalian telah bertambah bagus dan eloknya.” Mereka lalu menjawab: “Engkau semua pun, demi Allah, benar-benar telah bertambah indah dan cantiknya.” (Riwayat Muslim)
15. Para ahli syurga itu dapat melihat bilik-biliknya sendiri yang ada di dalam syurga sebagaimana melihat bintang di langit.
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu anhu bahawasanya Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya para ahli syurga itu dapat melihat bilik-biliknya sendiri yang ada di dalam syurga itu, sebagaimana engkau semua dapat melihat bintang di langit.” (Muttafaq ‘alaih)
16. Penduduk surga hidup dan tidak akan pernah mati, sehat dan tidak akan pernah sakit, muda dan tidak akan pernah tua, bahagia dan tidak akan pernah sengsara.
Dari Abu Said bin Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma bahawasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila para ahli syurga sudah memasuki syurga, maka berserulah seseorang penyeru: “Sesungguhnya bagimu semua akan hidup dan tidak akan mati, engkau semua akan sihat dan tidak akan sakit dan tidak akan tua, engkau semua akan terus memperoleh kenikmatan dan tidak akan memperoleh kesukaran selama-lamanya.” (Riwayat Muslim)
17. Penduduk surga akan bertemu secara langsung dengan Alllah Yang Maha Indah dan inilah puncak tertinggi dari kenikmatan penghuni surga
Dari Shuhaib radhiyallahu anhu bahawasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jikalau semua ahli syurga sudah memasuki syurga, lalu Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “Adakah sesuatu yang engkau semua inginkan supaya Aku dapat menambahkan kenikmatan itu padamu semua?” Mereka menjawab: “Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kita – maksudnya menjadikan wajah-wajah itu bercahaya? Bukankah Engkau telah memasukkan kita dalam syurga dan menyelamatkan kita dari neraka?” Kemudian tersingkaplah tabir – yang menutupi Zat Allah Ta’ala. Maka tidak ada suatu kenikmatan yang diberikan kepada para ahli syurga itu yang lebih mereka sukai daripada melihat kepada Zatnya Tuhan mereka,” – yakni dapat melihat wujudnya Allah Ta’ala dengan terang-terangan dapat disaksikan oleh mata. (Riwayat Muslim)
Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita semua untuk memasuki surga-Nya yang penuh kenikmatan tiada tara.
Referensi utama:
(Kitab Riyadhus Shalihin Karya Imam An-Nawawi Asy-Syafii Rahimahullah)
Artikel:
www.inilahfikih.com
Moslem Store:
www.toko.inilahfikih.com