Dzikir Pagi Petang, Benteng Para Pejuang

Dzikir Pagi Petang, Benteng Para Pejuang

Oleh: Wahyu Gumilang, S.Pd.I

 “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”  (QS. Al-Ahzab [33]: 41-42)

Dalam ayat ini Alloh  telah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa berdzikir (dengan menyebut nama-Nya) pada waktu pagi dan petang hari. Hal ini pasti mengandung manfaat yang sangat besar sekali bagi kehidupan setiap pribadi muslim.

Dzikir merupakan salah satu ibadah yang Alloh  syariatkan kepada setiap hamba-hamba-Nya dari kalangan para Nabi dan Rosul dan juga umatnya sebagai “asupan nutrisi” bagi ruhani mereka. Rosululloh  mengibaratkan orang yang tidak berdzikir kepada Alloh  seperti orang mati, sebagaimana sabda Rosululloh ,

عَنْ أَبِي مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الذِّي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالذِّي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa  berkata, Rosululloh  bersabda: “Perumpamaan orang yang ingat akan Robb-nya dengan orang yang tidak ingat Robb-nya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.”    (HR. Bukhori, No. 6407)

Oleh karena itu, dzikir memiliki peran sangat penting bagi seorang muslim khususnya para dai yang senantiasa mengajak manusia untuk menyembah Alloh  semata.

Sudah dimaklumi bahwa tugas para dai yaitu dakwah, yang merupakan tugas para Nabi dan Rosul yang sangat berat, dimana orang yang menjalankan tugas ini akan senantiasa mendapat serangan dari musuh-musuh Alloh , baik secara fisik maupun non fisik.

Untuk itu maka Alloh  telah menjadikan ibadah dzikir sebagai senjata sekaligus perisai (benteng) untuk melindungi seorang muslim dari hal-hal tersebut.

Bagaimana tidak.., ketika kita berdzikir (mengingat Alloh  dengan hati, lisan dan amalan anggota badan), maka Alloh  pun akan senantiasa mengingat kita, sebagaimana firman-Nya:

“Oleh karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku.”  (QS. Al-Baqoroh [2]: 152)

Ingatnya Alloh  kepada hamba-Nya yang berdzikir menunjukkkan bahwa Alloh  senantiasa memperhatikan dan menjaga kehidupannya dari segala mudhorot, baik yang datang dari dalam dirinya (seperti, kelemahan jiwa, rasa malas, tidak percaya diri, putus asa, pesimis dalam segala hal, ragu-ragu dalam ibadah) ataupun yang datang dari ancaman dan serangan musuh-musuh-Nya (iblis dan balatentaranya). Inilah yang dimaksud bahwa dzikir merupakan benteng yang berfungsi untuk melindungi para pejuang agama Alloh dari serangan-serangan yang digencarkan oleh iblis dan bala tentaranya, karena pada hakikatnya Alloh -lah yang sebaik-baik penolong dan pelindung (benteng) bagi setiap muslim. Alloh  berfirman:

“(yaitu) orang-orang (yang mentaati Alloh dan Rosul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Alloh menjadi penolong kami dan Alloh adalah sebaik-baik pelindung”. (QS. Ali Imron [3]: 173)

Atas dasar besarnya rahmat Alloh  kepada para hamba-Nya, maka Dia pun mensyariatkan agar para hamba-Nya senantiasa berdzikir kepada-Nya disetiap pagi dan petang hari.  Dengan demikian, Dia pun akan memperhatikan mereka dengan memberi perlindungan dan penjagaan-Nya. Maka sudah seharusnya bagi kita untuk senantiasa berdzikir kepada Alloh  setiap pagi dan petang, sebagaimana yang telah disyariatkan-Nya dengan dzikir-dzikir yang telah dicontohkan oleh Rosul-Nya. Selain mendapatkan penjagaan dan perlindungan dari Alloh , kita pun akan menuai pahala yang melimpah berupa kenikmatan yang berlipat-lipat di akhirat kelak yaitu surge-Nya yang kekal abadi sebagaimana firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untuk kalian), supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.” (QS. Al-Ahzab [33]: 41-44)

Semoga Alloh  senantiasa memberikan kemudahan kepada kita untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya, baik dengan hati, lisan serta anggota badan kita, terutama dalam mengistiqomahkan dzikir pagi dan petang sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rosululloh  sebaik-baik pelaksana syariat dari Alloh  Yang Maha Sempurna. Wallohu waliyyuttaufiq.

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *