“Surat dari Mantan Paranormal” (teruntuk Paranormal Dan Pengguna Jasanya)

“Surat dari Mantan Paranormal” (teruntuk Paranormal Dan Pengguna Jasanya)

Oleh: Salim, S.Ud

Kenalkanlah kami adalah bekas paranormal atau dukun atau guru ilmu ghoib dari salah satu kota besar di Jawa Barat yang dulu gemar akan hal-hal supranatural, hingga kami sempat beberapa tahun mendirikan perguruan ilmu ghoib dengan dalih membantu sesama manusia. Maksud kami membuat tulisan ini yaitu sebagai persembahan kepada bangsa Indonesia sekaligus memberi masukan kepada generasi muda bangsa untuk mendapatkan informasi-informasi penting terhadap kegiatan-kegiatan supranatural yang dulu pernah kami tekuni untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidup, baik itu berbentuk finansial atau berupa sikap atau rasa hormat dari orang lain.

Maksud kami yang lain dalam membuat tulisan ini yaitu untuk meminta maaf kepada para pasien atau pengikut-pengikut kami yang telah lama kami sesatkan imannya melalui praktik-praktik sesat yag kami ajarkan sekaligus kami juga berusaha untuk menyelamatkan seluruh umat beragama dengan cara mengingatkan akan bahaya-bahaya kesesatan yang sengaja dilakukan oleh ahli-ahli spiritual yang berkedok agama.

Maaf juga, kepada mereka-mereka yang masih menjalankan praktek-praktek paranormal karena mungkin perkataan saya terlalu tajam untuk mengungkapkan seluruh trik-trik saya sewaktu mengurusi menejemen padepokan.

Penjelasan-penjelasan kami bukan berdasarkan fitnah dan kebohongan yang kami sengaja perbuat, melainkan berdasarkan pengalaman dan riset terhadap aktivitas-aktivitas paranormal di Indonesia. Dalam tulisan kami ini, kami memberikan penjelasan secara transparan dan terbuka karena kami merasa cukup memiliki banyak sumber yang telah memberikan kami input untuk memberikan informasi kepada umat beragama terhadap tipu daya para tukang sihir, dukun paranormal yang sembunyi di dalam aktiitas-aktivitas agama.

Kami juga berusaha untuk membuka akal para umat beragama untuk lebih pintar dalam menyeleksi segala macam tipu daya yang dilakukan melalui aktivitas-aktivitas agama.

Kalau nanti ada yang merasa kunci rahasia bisnisnya terbuka, silahkan saja ambil positifnya, karena maksud baik saya sebenarnya yaitu untuk mengingatkan Anda bahwa generasi bangsa Indonesia semakin lama semakin cerdas dan kritis, oleh karena itu jangan pernah kita mencoba untuk membunuh motivasi dan semangat belajar dan kerja mereka untuk bersaing dalam dunia global. Kemampuan generasi muda dalam bersaing di dalam dunia internasional sudah waktunya kita dukung karena mereka adalah sumber daya manusia yang potensial dalam memajukan negara kita tercinta ini. Walaupun Anda mengatakan saya sebagai manusia munafik karena pernah menjalankan praktek-prakek penipuan, semua itu akan saya terima dengan tulus. Sekarang: apakah kalian ingin kembali ke jalan yang benar seperti saya dan paranormal-paranormal yang lainnya yang telah insaf, atau Anda tetap menginginkan jalan dosa yang sama, atau Anda sedang menunggu sampai Anda mengumpulkan jutaan rupiah yang sudah Anda tentukan sebelum Anda insaf? dan yang terpenting jangan sampai ada salah satu dari generasi kita terhempas ke dalam jurang kemusyrikan sehingga mengAndalkan ilmu-ilmu sihir yang sangat bertentangan dengan jalan agama. Saya juga tahu bahwa mungkin praktek penipuan ini dilakukan demi mencukupi kebutuhan hidup. Tetapi tegakah Anda menipu ribuan umat beragama ke dalam syirik hanya dengan dalih mencari makan? Kita hidup di dunia hanya sementara dan ingatlah… jangan sampai hidup kita yang sekilas ini diisi dengan dosa-dosa besar yang bisa kita hindarkan.

Berikut ini adalah fakta tentang guru di perguruan kami: “Terus terang saja, dari lamanya kami menggeluti dunia supranatural, sebenarnya kami saling bertanya satu sama lain mengenai ilmu yang kami masing-masing miliki. Setelah beberapa bulan menjalani pembohongan publik tentang ilmu ghoib di perguruan kami, akhir mula kami saling bertanya satu sama lain tentang eksistensi ilmu-ilmu kami, dan ternyata imu-ilmu kami tidak sebanding dengan kebohongan yang kami lakukan kepada publik dan pengikut kami. Tapi karena terdesak oleh masalah finansial, kami secara berat hati menjalankan kegiatan-kegiatan paranormal di perguruan kami ini (saking terdesaknya sehingga kami beranggapan bahwa dosa kami bisa dinegosiasi dengan Alloh  kelak) walaupun kami tahu bahwa kemampuan kami untuk menolong orang sangat terbatas. Kami waktu itu sepakat bahwa, memberi motivasi dan percaya diri kepada para pasien akan kekuatan ilmu adalah kunci untuk mendapatkan kredibilitas-kredibilitas dari publik supaya mereka tetap percaya kepada perguruan kami. Adalah kata “kunci” yang kami sering gunakan untuk menghempas sikap penasaran para pengikut kami, yaitu “atas izin Alloh”

Sebagai layaknya seorang dukun, romo, paranormal, orang pintar, atau apapun namanya, kami melakukan banyak kebohongan-kebohongan kepada publik supaya mereka tetap memberikan sikap positif terhadap kami bahkan tidak sedikit dari mereka menganggap kami sebagai seorang wali yang keramat.

  1. Berikut trik-trik kami: pasien palsu dan fiktif (artis, politisi, usahawan, nasihat munafik (melarang berbuat sihir namun kami melakukannya), senjata ayat al-Qur’an dan hadits palsu, puasa gila (di luar batas kewajaran) dan ilmu fiktif (berdasarkan kreatifitas emajinasi sendiri), gelar-gelar palsu (penambah gengsi), ramalan dusta, benda pusaka palsu (penambah pengkultusan), mendiskriditkan perguruan lain, kata kunci “khodam” dusta, menumbuhkan sugesti pada pasien, moto rahasia kami: “Anda bertanya, maka kami harus membual”, misi kami: “kebodohan Anda adalah keuntungan bagi kami”).
  2. Berikut sifat dari pasien yang mudah tertipu dengan dongeng kesaktian kami: pemalas dan cepat frustasi, bodoh, tidak percaya diri, rajin sholat demi ilmu tertentu, orang terkenal (artis, olah ragawan, pejabat, atau politisi).
  3. Alasan kami untuk meninggalkan kegiatan perguruan: Perasaan dosa yang kami perbuat (menipu, berbuat syirik, sikap sok tahu, dan serakah) selalu menghantui hidup kami selama kami menjadi guru. Sikap ini pertama-tama dikemukakan oleh salah satu anggota guru kami yang merasa tersiksa dalam melakukan dosa besar tersebut. Dosa yang paling dominan menurut teman saya pada waktu itu yaitu mengajarkan orang-orang untuk menyekutukan Alloh . Lagi pula keluarga teman saya tersebut tidak meridhoi kegiatan tersebut.                                  Dari kisah di atas sudah nampak jelas dan gamblang bagi kita, bahwa sihir dan sejenisnya tidak lebih dari penipuan dan kedustaan belaka, masihkan kita percaya dengan dukun dan tukang sihir yang menjadikan “dusta” dan “bualan” sebagai moto mereka..?? masihkah kita mau dibohongi oleh mereka?? Wana’udzubillah min dzalik.  Sumber: Abu Umar Abdillah, dalam bukunya, “Dukun Hitam Dukun Putih”, mengutip dari website, http://paranormalsakti.freehomepage.com. dengan sedikit ringkasan.

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *