KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM
KEDUDUKAN ADAB DALAM ISLAM Secara umum adab adalah melakukan sesuatu yang terpuji berupa ucapan dan perbuatan atau yang terkenal dengan sebutan al-akhlaq al-karimah. Dalam Islam, masalah…
Waspadalah! Mereka adalah Musuh Abadi
Oleh: Arifin, SHI.
Pertempuran abadi antara orang-orang beriman melawan orang-orang kafir berlangsung hingga hari Kiamat. Mereka berusaha memusuhi orang-orang yang beriman kapapanpun dan dimanapun berada. Mereka berbuat makar dan menyesatkan kaum Mukminin agar ke luar dari jalur kebenaran, meninggalkan ajaran agama mereka, dan mengikuti tradisi orang-orang kafir.
Alloh berfirman;
“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Alloh menggagalkan tipu daya itu. Dan Alloh Sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. al-Anfal [8] : 30)
Mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudhorotan/mara bahaya, gembira melihat derita kaum Mukminin, dan sangat membenci kepada orang-orang beriman.
Alloh berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian ambil menjadi teman kepercayaan kalian orang-orang yang, di luar kalangan kalian (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami), jika kalian memahaminya.” (QS. Ali Imron [3] : 118)
هذا تحذير من الله لعباده عن ولاية الكفار، واتخاذهم بطانة، أو خصيصة وأصدقاء، يسرون إليهم، ويفضون لهم بأسرار المؤمنين، فوضح لعباده المؤمنين الأمور الموجبة للبراءة من اتخاذهم بطانة بأنهم لا يألونكم خبالا، أي: هم حريصون غير مقصرين في إيصال الضرر بكم، وقد بدت البغضاء من كلامهم، وفلتات ألسنتهم، وما تخفيه صدورهم، من البغضاء والعداوة، أكبر مما ظهر لكم من أقوالهم وأفعالهم
“Ini adalah peringatan Alloh buat hamba-hamba-Nya dari menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka, menjadikan mereka sahabat terpercaya, kolega dan teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Alloh menjelaskan kepada hamba-hemba-Nya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan menreka anti dari mengambil orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, yaitu bahwasanya mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudhorotan bagimu. Mereka berusaha dan tidak pernah lelah dalam mengakibatkan kemudhorotan bagi kalian dan sesungguhnya telah nampak adanya kebencian dari perkataan dan ucapan-ucapan sinis mereka, juga kebencian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi dari apa yang dinampakkan oleh mereka dalam perkataan maupun perbuatan mereka.” (Tafsir as-Sa’di 1/973)
Mereka adalah musuh yang nyata dan jelas bagi kaum Mukminin. Orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan tentunya tidak akan tersembunyi tentang perkara ini. Mereka paham benar akan firman Alloh :
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. an-Nisa’ [4] ; 101)
Ragam orang-orang kafir yang memusuhi kaum Mukminin bermacam-macam. Meskipun berbeda, mereka berpadu dan bersatu, bahu membahu, dan tolong menolong untuk menghalang-halangi kaum Mukminin dari meniti jalan Alloh .
Orang-orang munafik merupakan bagian dari orang-orang kafir. Mereka menampakkan Islam dan menyembunyikan kekafiran. Mereka menunaikan shalat sebagaimana kita shalat. Mereka berpuasa sebagaimana kita berpuasa. Mereka berinfak sebagaimana kita berinfak. Mereka melaksanakan aktivitas peribadatan sebagaimana kita beribadah, namum hati mereka benci kepada Islam, dan membantu musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam. Ingat! Orang-orang munafik adalah musuh bagi kaum Mukminin. Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh :
“Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Alloh membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. al-Munafiqun [63] : 4)
Yahudi dan Nasrani juga merupakan musuh bagi kaum Mukminin. Cengkraman dan penguasaan mereka kepada kaum Mukminin sangat kuat. Mereka tidak akan ridho sedikitpun jika kaum Mukminin berkomitmen dan menjalankan ajaran Islam.
Alloh berfirman;
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar)”. (QS. al-Baqarah [2] : 120)
As-Sa’di berkata,
يخبر تعالى رسوله، أنه لا يرضى منه اليهود ولا النصارى، إلا باتباعه دينهم، لأنهم دعاة إلى الدين الذي هم عليه، ويزعمون أنه الهدى، فقل لهم: { إِنَّ هُدَى اللَّهِ } الذي أرسلت به { هُوَ الْهُدَى } .وأما ما أنتم عليه، فهو الهوى بدليل قوله { وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ }
“Alloh mengabarkan kepada Rosul-Nya bahwasannya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak rela kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka, karena mereka adalah penyeru-penyeru kepada agama yang mereka anut yang mereka anggap sebagai petunjuk, maka katakanlah kepada mereka, “Sesungguhnya petunjuk Alloh” yang kamu diutus dengannya, itulah petunjuk yang benar apa yang kalian maksud adalah hawa nafsu belaka dengan dalil firman Alloh: “Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Tafsir as-Sa’di 1/64)
Orang-orang musyrik merupakan musuh bagi kaum Mukminin. Pada masa Rosululloh , mereka berusaha membunuh beliau , menindas, menyiksa, dan memboikot kaum Mukminin. Mereka menjadi musuh abadi hingga akhir zaman. Oleh karena itu tidaklah dakwah tauhid bercahaya di suatu tempat melanikan orang-orang musyrik berada di garda terdepan untuk menghancurkan kemurniaan tauhid. Hal ini sebagaimana Alloh berfirman;
“Orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Robb kalian. Dan Alloh menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Alloh mempunyai karunia yang besar. (QS. al-Baqarah [2] : 105)
Ath-Thobari berkata,
وفي هذه الآية دلالة بينة على أن الله تبارك وتعالى نهى المؤمنين عن الركون إلى أعدائهم من أهل الكتاب والمشركين، والاستماع من قولهم، وقبول شيء مما يأتونهم به على وجه النصيحة لهم منهم، بإطلاعه جل ثناؤه إياهم على ما يستبطنه لهم أهل الكتاب والمشركون من الضغن والحسد، وإن أظهروا بألسنتهم خلاف ما هم مستبطنون
“Pada ayat ini terdapat dalil yang jelas bahwa Alloh Tabaroka Ta’ala melarang orang-orang Mukmin cenderung kepada musuh-musuh mereka dari kalangan orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik, mendengar ucapan mereka, menerima sesuatu nasihat yang datang dari mereka. Hal ini disebabkan Alloh telah menyingkap isi hati orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik bahwa mereka memiliki kedengkiaan dan kebencian, meskipun apa yang mereka tampakan dengan lisan mereka berbeda dengan apa yang mereka sembunyikan.” (Tafsir ath-Thobari 2/470)
Alloh berfirman:
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. al-Maidah [5] : 82)
Ath-Thobari berkata,
قال أبو جعفر: يقول تعالى ذكره لنبيه محمدّ صلى الله عليه وسلم: لتجدن، يا محمد، أشدَّ الناس عداوةً للذين صدَّقوك واتبعوك وصدّقوا بما جئتهم به من أهل الإسلام=”اليهودَ والذين اشركوا”، يعني: عبدة الأوثان الذين اتخذوا الأوثان آلهة يعبدونها من دون الله=
“Alloh Ta’ala mengingatkan kepada Nabi-Nya, Muhammad , “Wahai Muhammad, kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang membenarkanmu, mengikutimu, dan membenarkan risalah yang kamu bawa kepada mereka dari kalangan Islam adalah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik yaitu orang-orang yang menjadikan berhala sebagai Tuhan yang diibadahi selain Alloh.” (Tafsir ath-Thobari 10/498)
Dari ayat-ayat di atas maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab, orang-orang musyrik, dan orang-orang munafik sangat benci kepada Islam dan berusaha menghancurkan ajaran Islam. Oleh karena itu, wajib bagi kaum Mukminin untuk waspada terhadap tipu daya dan makar mereka.
Artikel:
www.inilahfikih.com