Makna Dua Kalimat Syahadat

Makna Dua Kalimat Syahadat

Oleh:

Umar Muhsin, Lc

 Salah satu perkara akidah yang harus diketahui oleh setiap muslim adalah hakikat makna dua kalimat syahadat. Walaupun kaum muslimin sering mengucapkannya, tetapi masih banyak yang belum mengerti tentang makna yang sebenarnya. Akibatnya, tidak sedikit di antara kaum muslimin yang melakukan amalan ataupun perbuatan yang bertentangan dengan makna kedua kalimat syahadat.

Berkaitan dengan makna dua kalimat syahadat, dalam kitab Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no: 17, disebutkan bahwa “Syahadat Laa Ilaha Illalloh dan Muhammad Rosululloh keduanya adalah kunci Islam, tidak mungkin seseorang masuk Islam kecuali dengan keduanya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad memerintahkan Muadz bin Jabal ketika beliau mengutusnya ke Yaman agar pertama kali yang dia serukan kepada mereka adalah persaksian bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allohdan Muhammad adalah utusan Alloh.

Syahadat terdiri dari dua kalimat. Kalimat pertama yaitu Laa Ilaha Illalloh, artiya seseorang mengakui dengan lisan dan hatinya bahwasannya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Alloh. Karena Ilah maknanya al-ma’luh atau yang diibadahi, jadi tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allohsemata.

Selain itu Kalimat pertama ini mengandung pula makna peniadaan dan penetapan. Kalimat laa ilaha adalah peniadaan sesembahan, jadi tidak ada sesembahan apapun di jagat raya ini.

Sedangkan Kalimat illallohu adalah penetapan, maksudnya setelah meniadakan sesembahan apapun, maka setelah itu kita harus menetapkan bahwa yang berhak disembah hanyalah Alloh . Kemudian Kalimat ini juga mengandung makna ikhlash atau memurnikan ibadah hanya untuk Allohsaja dengan meniadakan ibadah kepada  selain-Nya.

 Di dunia ini banyak sekali sesembahan selain Alloh , Seperti pepohonan, bebatuan, Pegunungan, manusia, setan, jin, bintang, matahari dan lain sebagainya. Akan tetapi, semua sesembahan itu adalah sesembahan batil, berdasarkan kalimat laa ilaha illallohu. Selanjutnya dari segi penamaan sesembahan-sesembahan itu juga disebut dengan ilah. Berkaitan dengan hal ini Alloh  berfirman:

وَلاَ تَجْعَلْ مَعَ اللّهِ إِلَهًا آخَرَ

“Janganlah kamu mengadakan sesembahan-sesembahan lain di samping Alloh…” (QS. al-Isro :39)

Jadi, sekali lagi kami tegaskan bahwa Seluruh yang disembah oleh manusia dimuka bumi ini adalah batil kecuali Alloh . Hanya Dia-lah satu-satunya Tuhan yang benar dan berhak disembah. Hal ini sebagaimana firman Alloh ,

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Demikianlah, karena sesungguhnya Alloh benar-benar Tuhan yang berhak diibadahi dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allohadalah Tuhan yang batil. Sesungguhnya AllohMaha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Luqman :30)

Kemudian pendengar, Dalil lain yang menegaskan bahwa Tuhan-tuhan selain Alloh  adalah batil yaitu firman-Nya tentang Nabi Yusuf , Alloh ta’alaa berfirman,

“Kalian tidak menyembah selain Alloh kecuali hanya menyembah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalianbuat-buat. Alloh tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu.”(QS. surat Yusuf : 40)

Jadi, sekali lagi pendengar, makna kalimatlaa ilaha illallohu adalah tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allohsemata. Adapun sesembahan-sesembahan selain-Nya sebenarnya tidak mempunyai sifat ketuhanan sedikitpun.

Adapun makna kalimat syahadat yang ke dua, yakni Muhammadur Rosululloh adalah mengikrarkan dengan lisan dan mengimani dengan hati bahwa Muhammad bin Abdillah Al-Quroisyi Al-Hasyimiadalah utusan Alloh kepada seluruh makhluk, baik jin maupun manusia. Hal ini sebagaimana firman Alloh dalam surat berikut ini:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Katakanlah wahai Muhammad, “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Alloh kepada kalian semua, yaitu Alloh yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada sesembahan selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kalian kepada Alloh dan Rosul-Nya.Yaitu seorang nabi yang tidak bisa membaca dan menulis;yang beriman kepada Alloh dan kepada kalimat-kalimat-Nya.Ikutilah dia, supaya kalian mendapat petunjuk.” (QS. al-A’rof :158)

Kemudian, Setelah seorang hamba mengikrarkan bahwa Nabi Muhammad  adalah utusan Alloh maka hal ini berkonsekuensiuntuk membenarkan seluruh kabar yang dibawa oleh Rosululloh,, melaksanakan apa yang beliau perintahkan, menjauhi apa yang beliau larang, dan tidak beribadah kepada Allohkecuali dengan cara yang disyariatkan olehnya.

Selain itu, Syahadat rosul ini juga menuntut kita agar meyakini bahwa Rosulullohtidak mempunyai hak dalam rububiyyah yaitu hak untuk mengatur alam semesta, sehingga tidak boleh menyembahnya. Akan tetapi, beliauadalah seorang hamba sekaligus seorang rosul yang tidak memiliki kemampuan sedikitpun untuk memberi manfaat dan menolak mudhorot untuk dirinya sendiri maupun orang lain, kecuali apa yang dikehendaki oleh Alloh. Hal ini sebagaimana firman Alloh di dalam al-Qur’an surat al-An’am ayat 50:

قُل لاَّ أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَآئِنُ اللّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ

“Katakanlah (ya Muhammad),“Aku tidak mengatakan kepada kalian, bahwa perbendaharaan Alloh ada padaku, dan aku pun tidak mengetahui perkara ghoib dan aku pun tidak mengatakan kepada kalian bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku…”

 Dalam surat al-A’rof ayat 188,Alloh juga berfirman,:

“Katakanlah, “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemanfaatan bagi diriku dan juga tidak bisa menolak kemudhorotan kecuali yang dikehendaki Alloh. Sekiranya aku mengetahui yang ghoib, tentulah aku berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudhorotan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Inilah pendengar, makna dua kalimat syahadat yang menjadi pondasi Islam. Dengan demikian, kita tahu bahwasanya tidak ada seorang pun yang berhak diibadahi baik Rosulullohmaupun makhluk lainnya. Karena sesungguhnya ibadah itu hanyalah untuk Allohsemata. Sebagaimana firman Allohdalam surat al-An’am ayat 162-163:

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah, “Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Rabb alam semesta, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh).”

Demikianlah pendengar yang budiman… penjelasan singkat tentang hakikat makna dua kalimat syahadat. Semoga Alloh  memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin, Wallohu Ta’ala a’lam…

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *