DAKWAH SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI (SIRRIYAH)

DAKWAH SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI (SIRRIYAH)

1. Sebagai tempat kelahiran dan pertumbuhan, maka kota Mekkah dijadikan Rosululloh sebagai titik tolak dakwahnya. Pada awalnya, metode dakwah yang dilakukan Rosululloh bersifat sirriyah (sembunyi-sembunyi), berlangsung selama 3 tahun pertama dalam dakwahnya.
2. Lapisan masyarakat yang paling pertama Beliau serukan ajaran Islam tentu saja adalah keluarga dan sahabat dekatnya, itupun Beliau pilih hanya kepada mereka yang ada tanda-tanda kebaikan pada dirinya. Usaha Beliau tidak sia-sia. Pada hari-hari pertama dakwahnya terkumpul sejumlah orang yang menerima dakwahnya dengan penuh keyakinan dan penghormatan terhadap Rosululloh . Merekalah yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai as-Sabiqunal Awwalun, yaitu generasi pertama yang menerima Islam.
3. Orang terdepan dari kelompok ini adalah isterinya sendiri, Ummul Mukminin, Khodijah binti Khuwailid, kemudian budaknya, Zaid bin Haritsah, lalu sepupunya, Ali bin Abi Tholib yang saat itu masih belia dan dirawat oleh Rosululloh , kemudian sahabat dekatnya, Abu Bakar as-Shiddiq .
4. Setelah masuk Islam, Abu Bakar langsung turut serta berdakwah. Lewat usaha Beliau ditambah perangainya yang terpuji serta kedudukannya yang terhormat di tengah masyarakat, dakwahnya cepat memberikan hasil. Tak berapa lama, tercatatlah sejumlah orang yang masuk Islam lewat usaha Beliau, di antaranya: Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrohman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqos, Tholhah bin Ubaidillah . Mereka juga digolongkan sebagai generasi pertama dari kalangan para sahabat dan yang banyak berperan dalam dakwah Rosululloh berikutnya.
5. Kemudian, satu demi satu masyarakat Quroisy masuk Islam, seperti Bilal bin Robah, Abu Ubaidah Amir bin Jarroh, Abu Salamah bin Abd al-Asad, Arqom bin Abi Arqom, Usman bin Madz’un, Fatimah bintu Khottob (saudara perempuan Umar bin Khottob), Khobbab bin Art, Abdulloh bin Mas’ud dan lainnya.
6. Mereka semua masuk Islam secara sembunyi-sembunyi, karena Rosululloh menyampaikan dakwahnya secara individu dan rahasia. Sementara itu, wahyu terus diturunkan, umumnya pendek-pendek, namun memiliki tekanan kuat untuk membersihkan hati dari berbagai kezoliman dan kotoran duniawi, sangat sesuai dengan kondisi saat itu yang menuntut kelembutan hati dan jiwa. Selain itu, wahyu yang turun banyak menggambarkan tentang surga dan neraka, hingga seakan-akan terpampang di hadapan mata, hal mana dapat menimbulkan kerinduan seseorang terhadap surga dan ketakutannya terhadap siksa api neraka. Sedikit demi sedikit lahirlah ikatan hati yang kuat di antara mereka, kemudian lahirlah rasa ukhuwah dan tolong menolong sehingga semakin mengokohkan keimanan mereka.
7. Ritual yang sejak awal mereka lakukan adalah ibadah sholat. Namun waktu itu sholat lima waktu belum ditetapkan. Yang mereka lakukan adalah sholat dua roka’at setiap pagi dan petang, sebagaimana firman Alloh : “Dan bertasbihlah seraya memuji Robbmu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Al-Mu’min: 55). Hal itupun tetap mereka lakukan dengan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui masyarakat.
8. Pada awalnya kaum Quroisy tidak terlalu menghiraukan dakwah Rosululloh . Mereka menganggap apa yang dilakukan Rosululloh tak berbeda dengan apa yang dilakukan oleh beberapa orang sebelumnya yang sekedar ingin meng-hidupkan nilai keberagamaan. Akan tetapi lama-kelamaan kekhawatiran tersebut muncul juga setelah pengaruh Rosululloh kian lama kian kuat dan meluas, mulailah mereka memperhatikan dan mengawasi dakwah Rosululloh.

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *